Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan satu Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) dari kapal berbendera China, Liao Dong Yu, yang disandera perompak di Somalia, telah berhasil dipulangkan ke Tanah Air.
ABK tersebut tiba di Indonesia dan kembali ke daerah asalnya pada 15 Januari 2026. Sementara itu, lima ABK WNI lainnya masih berada di atas kapal yang dibajak.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, Kedutaan Besar RI (KBRI) Nairobi terus melakukan koordinasi intensif dengan aparat setempat guna melakukan pendekatan dan negosiasi langsung dengan para pembajak.
“KBRI Nairobi bersama pihak berwenang setempat terus berupaya melakukan komunikasi dan negosiasi demi keselamatan para ABK,” ujar Yvonne di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Yvonne menambahkan, Kemlu RI melalui KBRI Nairobi saat ini juga berfokus memastikan kondisi lima ABK WNI tersebut dalam keadaan aman dan sehat.
Proses negosiasi dilakukan langsung oleh KBRI Nairobi dengan arahan Kemlu RI, serta melibatkan Direktorat Pelindungan WNI (PWNI).
Diketahui, kapal Liao Dong Yu 578 dibajak perompak di perairan Bandarbeyla, Puntland, Somalia, pada 31 Desember 2025. Kapal tersebut sebelumnya juga diduga pernah mengalami pembajakan di wilayah Eyl Nugal, Puntland pada November 2024.
Dalam insiden pembajakan tahun 2024, kapal dan seluruh kru akhirnya dibebaskan pada 13 Januari 2025 setelah perusahaan pemilik kapal memenuhi tuntutan pembajak senilai 2 juta dolar AS.


