\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pola cuaca hari ini mengalami fluktuasi yang signifikan sejak pagi hari. Meskipun sempat berawan di pagi hari, curah hujan mulai meningkat menjelang tengah hari dan bertahan dalam durasi yang cukup lama di berbagai kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pantauan suhu udara di bandung malam ini menunjukkan angka yang cukup rendah, berkisar antara 20 hingga 23 derajat Celcius. Penurunan suhu ini disertai dengan tingkat kelembapan udara yang mencapai 85 hingga 95 persen, menciptakan suasana yang lebih dingin dari biasanya bagi warga di dataran tinggi seperti Lembang dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pola cuaca hari ini mengalami fluktuasi yang signifikan sejak pagi hari. Meskipun sempat berawan di pagi hari, curah hujan mulai meningkat menjelang tengah hari dan bertahan dalam durasi yang cukup lama di berbagai kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat<\/a> menunjukkan adanya kelembapan yang cukup tinggi, sehingga memicu pembentukan awan hujan sejak siang hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menyiapkan payung atau jas hujan, terutama bagi para pekerja yang menempuh perjalanan pulang pada sore hingga malam hari.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan suhu udara di bandung malam ini menunjukkan angka yang cukup rendah, berkisar antara 20 hingga 23 derajat Celcius. Penurunan suhu ini disertai dengan tingkat kelembapan udara yang mencapai 85 hingga 95 persen, menciptakan suasana yang lebih dingin dari biasanya bagi warga di dataran tinggi seperti Lembang dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pola cuaca hari ini mengalami fluktuasi yang signifikan sejak pagi hari. Meskipun sempat berawan di pagi hari, curah hujan mulai meningkat menjelang tengah hari dan bertahan dalam durasi yang cukup lama di berbagai kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG<\/a>) memprakirakan wilayah Bandung Raya akan terus diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Kamis (14\/5\/2026). Berdasarkan data terbaru, hujan diprediksi masih akan membasahi sejumlah titik di Kota Bandung dan sekitarnya hingga pukul 21.45 WIB malam ini.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat<\/a> menunjukkan adanya kelembapan yang cukup tinggi, sehingga memicu pembentukan awan hujan sejak siang hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menyiapkan payung atau jas hujan, terutama bagi para pekerja yang menempuh perjalanan pulang pada sore hingga malam hari.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan suhu udara di bandung malam ini menunjukkan angka yang cukup rendah, berkisar antara 20 hingga 23 derajat Celcius. Penurunan suhu ini disertai dengan tingkat kelembapan udara yang mencapai 85 hingga 95 persen, menciptakan suasana yang lebih dingin dari biasanya bagi warga di dataran tinggi seperti Lembang dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pola cuaca hari ini mengalami fluktuasi yang signifikan sejak pagi hari. Meskipun sempat berawan di pagi hari, curah hujan mulai meningkat menjelang tengah hari dan bertahan dalam durasi yang cukup lama di berbagai kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG<\/a>) memprakirakan wilayah Bandung Raya akan terus diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Kamis (14\/5\/2026). Berdasarkan data terbaru, hujan diprediksi masih akan membasahi sejumlah titik di Kota Bandung dan sekitarnya hingga pukul 21.45 WIB malam ini.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat<\/a> menunjukkan adanya kelembapan yang cukup tinggi, sehingga memicu pembentukan awan hujan sejak siang hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menyiapkan payung atau jas hujan, terutama bagi para pekerja yang menempuh perjalanan pulang pada sore hingga malam hari.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan suhu udara di bandung malam ini menunjukkan angka yang cukup rendah, berkisar antara 20 hingga 23 derajat Celcius. Penurunan suhu ini disertai dengan tingkat kelembapan udara yang mencapai 85 hingga 95 persen, menciptakan suasana yang lebih dingin dari biasanya bagi warga di dataran tinggi seperti Lembang dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pola cuaca hari ini mengalami fluktuasi yang signifikan sejak pagi hari. Meskipun sempat berawan di pagi hari, curah hujan mulai meningkat menjelang tengah hari dan bertahan dalam durasi yang cukup lama di berbagai kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3805,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:16:30","post_date_gmt":"2026-04-23 05:16:30","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3794,"post_author":"3","post_date":"2026-04-21 11:54:10","post_date_gmt":"2026-04-21 11:54:10","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemandangan di kawasan Jalan Siliwangi<\/a>, Kecamatan Baleendah, Bandung<\/a>, Jawa Barat, yang seharusnya menjadi jalur lalu lintas yang bersih, nyaman dan terawat justru berubah menjadi sumber bau menyengat. Alih-alih memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan, kawasan tersebut kini menghadirkan kesan kumuh dan tidak terawat.<\/p>\n\n\n\n

Setiap pengendara yang melintas terpaksa menahan napas akibat aroma tak sedap yang begitu menyengat, kondisi ini tentu mengganggu aktivitas dan kenyamanan, terutama bagi mereka yang setiap hari melewati jalur tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n

Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

Category: Education