\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n
Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n
\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n
SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n \u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n \u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n \u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n \u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n \u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n \u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n \u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n \u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n \u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n \u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n \u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917025431\/dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Dipasang Larangan Keras, Jangan Buang Sampah di Jalan Siliwangi Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dipasang-larangan-keras-jangan-buang-sampah-di-jalan-siliwangi-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-26 11:56:17","post_modified_gmt":"2026-04-26 11:56:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3794","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Pantauan Ayobandung pada Selasa, 21 April 2026, menunjukkan bahwa sebenarnya telah ada upaya peringatan dari pihak terkait, terlihat tulisan pada batang pohon yang mengimbau warga untuk tidak membuang sampah<\/a> sembarangan. Selain itu, terdapat pula papan peringatan bertuliskan larangan keras membuang sampah di area tersebut.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pegendara motor Ridwan (41) mengatakan, dirinya sering melintasi kawasan tersebut. Menurutnya, jika sampah sudah menumpuk di pinggir jalan, kondisi itu menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu.<\/p>\n\n\n\n \u201cKondisinya cukup mengganggu, terutama baunya, kalau lewat sini harus menutup hidung,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menyebutkan, selain menimbulkan bau tidak sedap, keberadaan sampah juga mencerminkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan disekitar.<\/p>\n\n\n\n \u201cKarena kurangnya kesadaran masyarakat, ada juga yang sengaja buang sampah saat lewat karena merasa tidak diawasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Hal senada dengan pengendara mobil, Muhamad Zaki (39) menyebutkan, tumpukan sampah di lokasi tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat mengganggu pemandangan, jalan utama jadi terlihat kumuh dan tidak terawat apalagi kan ini udah sempat viral juga ya dimedsos,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Zaki mengatakan, permasalahan ini tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat, tetapi juga minimnya fasilitas pendukung.<\/p>\n\n\n\n \u201cKurangnya fasilitas tempat sampah dan disiplin masyarakat, kalau tidak ada tempat pembuangan yang jelas, orang cenderung buang sembarangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu pedagang warga sekitar Arif (38), menyebutkan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas usahanya.<\/p>\n\n\n\n \u201cSangat berdampak, pembeli jadi kurang nyaman karena bau dan kotor,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n