\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



SUMBER :https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pola cuaca hari ini mengalami fluktuasi yang signifikan sejak pagi hari. Meskipun sempat berawan di pagi hari, curah hujan mulai meningkat menjelang tengah hari dan bertahan dalam durasi yang cukup lama di berbagai kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pantauan suhu udara di bandung malam ini menunjukkan angka yang cukup rendah, berkisar antara 20 hingga 23 derajat Celcius. Penurunan suhu ini disertai dengan tingkat kelembapan udara yang mencapai 85 hingga 95 persen, menciptakan suasana yang lebih dingin dari biasanya bagi warga di dataran tinggi seperti Lembang dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pola cuaca hari ini mengalami fluktuasi yang signifikan sejak pagi hari. Meskipun sempat berawan di pagi hari, curah hujan mulai meningkat menjelang tengah hari dan bertahan dalam durasi yang cukup lama di berbagai kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat<\/a> menunjukkan adanya kelembapan yang cukup tinggi, sehingga memicu pembentukan awan hujan sejak siang hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menyiapkan payung atau jas hujan, terutama bagi para pekerja yang menempuh perjalanan pulang pada sore hingga malam hari.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan suhu udara di bandung malam ini menunjukkan angka yang cukup rendah, berkisar antara 20 hingga 23 derajat Celcius. Penurunan suhu ini disertai dengan tingkat kelembapan udara yang mencapai 85 hingga 95 persen, menciptakan suasana yang lebih dingin dari biasanya bagi warga di dataran tinggi seperti Lembang dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pola cuaca hari ini mengalami fluktuasi yang signifikan sejak pagi hari. Meskipun sempat berawan di pagi hari, curah hujan mulai meningkat menjelang tengah hari dan bertahan dalam durasi yang cukup lama di berbagai kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG<\/a>) memprakirakan wilayah Bandung Raya akan terus diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Kamis (14\/5\/2026). Berdasarkan data terbaru, hujan diprediksi masih akan membasahi sejumlah titik di Kota Bandung dan sekitarnya hingga pukul 21.45 WIB malam ini.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat<\/a> menunjukkan adanya kelembapan yang cukup tinggi, sehingga memicu pembentukan awan hujan sejak siang hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menyiapkan payung atau jas hujan, terutama bagi para pekerja yang menempuh perjalanan pulang pada sore hingga malam hari.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan suhu udara di bandung malam ini menunjukkan angka yang cukup rendah, berkisar antara 20 hingga 23 derajat Celcius. Penurunan suhu ini disertai dengan tingkat kelembapan udara yang mencapai 85 hingga 95 persen, menciptakan suasana yang lebih dingin dari biasanya bagi warga di dataran tinggi seperti Lembang dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pola cuaca hari ini mengalami fluktuasi yang signifikan sejak pagi hari. Meskipun sempat berawan di pagi hari, curah hujan mulai meningkat menjelang tengah hari dan bertahan dalam durasi yang cukup lama di berbagai kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG<\/a>) memprakirakan wilayah Bandung Raya akan terus diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Kamis (14\/5\/2026). Berdasarkan data terbaru, hujan diprediksi masih akan membasahi sejumlah titik di Kota Bandung dan sekitarnya hingga pukul 21.45 WIB malam ini.<\/p>\n\n\n\n

Kondisi atmosfer di wilayah Jawa Barat<\/a> menunjukkan adanya kelembapan yang cukup tinggi, sehingga memicu pembentukan awan hujan sejak siang hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menyiapkan payung atau jas hujan, terutama bagi para pekerja yang menempuh perjalanan pulang pada sore hingga malam hari.<\/p>\n\n\n\n

Pantauan suhu udara di bandung malam ini menunjukkan angka yang cukup rendah, berkisar antara 20 hingga 23 derajat Celcius. Penurunan suhu ini disertai dengan tingkat kelembapan udara yang mencapai 85 hingga 95 persen, menciptakan suasana yang lebih dingin dari biasanya bagi warga di dataran tinggi seperti Lembang dan sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Data dari BMKG menunjukkan bahwa pola cuaca hari ini mengalami fluktuasi yang signifikan sejak pagi hari. Meskipun sempat berawan di pagi hari, curah hujan mulai meningkat menjelang tengah hari dan bertahan dalam durasi yang cukup lama di berbagai kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

Bagi warga yang bertanya-tanya mengenai \"bandung hujan jam berapa hari ini?\"<\/em>, pantauan satelit menunjukkan puncak intensitas hujan terjadi antara pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Setelah melewati waktu tersebut, intensitas akan perlahan mereda namun sisa-sisa hujan ringan masih berpotensi terjadi hingga menjelang tengah malam.<\/p>\n\n\n\n

Berikut adalah tabel estimasi parameter cuaca di wilayah Bandung untuk periode 14 Mei 2026 berdasarkan data olahan BMKG:<\/p>\n\n\n\n

Waspada Cuaca Kabupaten Bandung Barat<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Pihak berwenang juga memberikan perhatian khusus pada perkiraan cuaca kabupaten bandung barat yang memiliki topografi perbukitan. Wilayah seperti Parongpong dan Cisarua diprediksi mengalami kabut tebal yang dapat mengganggu jarak pandang pengemudi di jalur utama wisata maupun logistik.<\/p>\n\n\n\n

Selain masalah jarak pandang, warga di wilayah rawa atau bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kenaikan debit air. Meski hujan diprediksi hanya berkategori ringan hingga sedang, durasi yang lama dapat menyebabkan genangan di titik-titik drainase yang kurang optimal.<\/p>\n\n\n\n

Menanggapi kondisi ini, pihak BMKG dalam keterangannya mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di masa peralihan musim seperti saat ini.<\/p>\n\n\n\n

Proyeksi Ramalan Cuaca Bandung Besok<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Melihat tren data atmosfer, ramalan cuaca bandung<\/a> besok pada Jumat, 15 Mei 2026, diperkirakan tidak jauh berbeda dengan kondisi hari ini. Pola cuaca diprediksi akan diawali dengan cuaca cerah berawan pada pagi hari, namun potensi hujan kembali muncul pada siang menjelang sore hari.<\/p>\n\n\n\n

Terdapat pula pertanyaan dari sebagian masyarakat mengenai \"Apakah besok Bandung akan hujan petir?\"<\/em>. Berdasarkan pemodelan cuaca terkini, potensi kilat atau petir masih terpantau di wilayah Bandung bagian timur dan selatan pada sore hari besok akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang cukup masif.<\/p>\n\n\n\n

Para pelancong yang berencana mengunjungi Bandung pada akhir pekan ini disarankan untuk terus memantau cek indeks uv bandung siang ini karena radiasi matahari bisa cukup tinggi di saat cuaca sedang cerah sebelum turun hujan. Langkah antisipasi seperti penggunaan tabir surya tetap disarankan bagi yang beraktivitas pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah melalui BPBD Kota Bandung saat ini menyiagakan petugas di beberapa titik rawan genangan untuk memastikan aliran drainase tetap lancar. Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan mengenai dampak serius akibat hujan yang mengguyur sejak siang tadi.<\/p>\n\n\n\n

Sumber :https:\/\/www.babelinsight.id\/prakiraan-cuaca-bandung-14-mei-2026-hujan-malam<\/a><\/p>\n","post_title":"BMKG Prediksi Bandung Diguyur Hujan Hingga Malam Ini 14 Mei 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-prediksi-bandung-diguyur-hujan-hingga-malam-ini-14-mei-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-14 16:01:40","post_modified_gmt":"2026-05-14 16:01:40","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3885","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3881,"post_author":"3","post_date":"2026-05-09 16:06:03","post_date_gmt":"2026-05-09 16:06:03","post_content":"\n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3874,"post_author":"3","post_date":"2026-05-05 06:36:57","post_date_gmt":"2026-05-05 06:36:57","post_content":"\n

Kunjungan Anggota DPR RI Komisi II, Ahmad Heryawan, ke Kabupaten Bandung Barat membawa pesan penting tentang arah pembangunan daerah yang lebih sehat dan berkelanjutan. Dalam pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Bandung Barat, Aher menekankan bahwa upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat maupun menghambat dunia usaha.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, kenaikan pajak yang tidak disiapkan secara matang berisiko menekan pertumbuhan investasi di daerah. Jika investasi melambat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas, mulai dari berkurangnya lapangan pekerjaan hingga melambatnya pembangunan ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, pendekatan yang lebih cerdas dan terukur dinilai menjadi solusi yang lebih tepat bagi daerah berkembang seperti Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

Aher mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus pada efisiensi anggaran, penguatan tata kelola, serta digitalisasi sistem pendapatan daerah. Langkah tersebut dinilai mampu meminimalkan kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan publik. Dengan sistem yang lebih tertata, potensi PAD dapat dimaksimalkan tanpa harus menambah beban baru bagi warga.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, arah kebijakan seperti ini memiliki dampak yang nyata. Ketika pendapatan daerah meningkat melalui sistem yang sehat, ruang pembangunan akan semakin terbuka. Infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa harus mengorbankan stabilitas ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat, Muhamad Mahdi, menegaskan bahwa DPRD siap menindaklanjuti berbagai masukan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. DPRD memandang efisiensi anggaran dan penguatan sistem pendapatan sebagai langkah penting agar pertumbuhan PAD berjalan sehat, transparan, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Komitmen tersebut juga menunjukkan bagaimana DPRD Kabupaten Bandung Barat terus mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada angka pendapatan daerah, tetapi juga mempertimbangkan dampak langsung bagi masyarakat. Dengan keseimbangan antara investasi, pelayanan publik, dan tata kelola yang baik, pembangunan daerah diharapkan dapat berjalan lebih merata serta memberi manfaat jangka panjang bagi warga Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"PAD Meningkat Tanpa Tekan Warga, DPRD Bandung Barat Siapkan Langkah Berkelanjutan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pad-meningkat-tanpa-tekan-warga-dprd-bandung-barat-siapkan-langkah-berkelanjutan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 09:06:14","post_modified_gmt":"2026-05-06 09:06:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3874","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

Author: Admin Westime