\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Cicih Rohaeti, ditemukan tewas penuh luka di kediamannya di Kampung Ciceuri, RT 01\/09, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Senin (27\/4\/2026) lalu.
Penemuan mayat wanita berusia 54 tahun itu menggegerkan keluarga dan kerabatnya. Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi lalu bergerak cepat memburu pelakunya. Dalam kurun waktu delapan hari, orang yang menghabisi nyawa Cicih akhirnya tertangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi, dipimpin Kanit Resmob Ipda Ary Rizal Dasuki.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, mengatakan pelaku yang menghabisi nyawa Cicih yaitu A. Suhanda (63), tetangganya sendiri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif pria paruh baya itu membunuh Cicih karena sakit hati.

\"Ternyata motif pelaku AS melakukan penganiayaan sampai tega melakukan pembunuhan terhadap korban CR adalah karena sakit hati,\" kata Niko saat konferensi pers di Mapolres Cimahi, Jumat (8\/5\/2026).

Sakit hati yang dirasakan pelaku memuncak ketika ia hendak membeli rokok ke warung milik Cicih. Namun saat itu, Cicih yang sedang menelpon seseorang mengeluarkan kata-kata yang kasar terhadap pelaku.

\"Jadi korban mengeluarkan kata-kata yang kurang lebih 'Sia teu ningali aing keur kagiatan?' yang maksudnya, 'Kamu tidak lihat saya sedang ada kegiatan?'. Kemudian ada kata-kata kasar dan sebagainya. Nah, dari kata-kata seperti itu akhirnya pelaku yang sudah menaruh dendam langsung naik pitam dan melukai korban,\" ujar Niko.

Pelaku menganiaya korban diawali dengan mencekik lehernya sampai korban terjatuh. Korban sempat berteriak, lalu pelaku seketika membekap mulut Cicih dengan tangan kirinya.

Setelah itu korban dipukul di bagian bibir sebanyak dua kali, kemudian dipukul kembali di bagian mata sebelah kanan satu kali dan sebelah kiri satu kali. Kemudian dipukul kembali di bagian rusuk kanan dan kiri masing-masing satu kali. Saat itu kondisi korban masih hidup dan pelaku yang dalam kondisi kalap akhirnya masuk ke dapur mencari sesuatu.

\"Ditemukanlah kayu bekas dudukan kursi lama yang berada di dapur, lalu diambil oleh pelaku.Kemudian pelaku kembali lagi ke ruang tamu karena waktu itu korban masih berada di ruang tamu dalam kondisi lemas. Dengan ujung kayu yang tidak rata itu, pelaku menusukkan ke bagian rusuk korban sebanyak tiga kali. Maka pada hasil autopsi ditemukan luka robek yang kasar, tidak beraturan dan tidak berpola,\" kata Niko.

Setelah mengeksekusi korban, pelaku kemudian kabur ke rumahnya. Saat warga digegerkan dengan penemuan jasad Cicih, ia kemudian berusaha membuat alibi dengan membaur bahkan sempat memberikan keterangan kepada kepolisian.

\"Tetapi alhamdulillah berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan Satreskrim Polres Cimahi akhirnya bisa menentukan dan menyimpulkan bahwa tersangka AS adalah pelaku tunggal dalam kejadian pembunuhan ini,\" kata Niko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 458 KUHP kemudian Pasal 466 ayat 3, yang mana masuk dalam kategori merampas nyawa orang lain atau disebut pembunuhan, atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.<\/p>\n\n\n\n

Source: https:\/\/www.detik.com\/jabar\/hukum-dan-kriminal\/d-8480376\/ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga<\/a><\/p>\n","post_title":"Ucapan Kasar Cicih yang Bikin Nyawanya Melayang di Tangan Tetangga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ucapan-kasar-cicih-yang-bikin-nyawanya-melayang-di-tangan-tetangga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-09 16:12:28","post_modified_gmt":"2026-05-09 16:12:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3881","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3878,"post_author":"3","post_date":"2026-05-08 08:16:10","post_date_gmt":"2026-05-08 08:16:10","post_content":"\n



Warga bantaran Waduk Saguling tepatnya di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mengeluhkan serangan nyamuk dalam jumlah tak biasa selama lima bulan terakhir. Warga menduga ledakan populasi nyamuk tersebut dipicu rapatnya tanaman eceng gondok yang menutupi muka air di perairan Waduk Saguling. Serangan nyamuk disebut terjadi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam. Warga mengaku aktivitas sehari-hari menjadi terganggu karena gerombolan nyamuk terus mengerubuti permukiman.

Jadi, siang hari juga banyak bergerombol. Bukan hanya di rumah, di luar rumah juga banyak. Apalagi kalau pakai baju warna gelap, pasti dikerubuti. Kalau malam makin banyak lagi,\" kata warga RW 10 Kampung Bonceret, Anung Sudrajat (55), Jumat (8\/5\/2026).

Akibat gigitan nyamuk tersebut, sejumlah warga mengalami keluhan berbeda-beda. Mulai dari rasa gatal biasa, bentol beruntus, hingga luka pada kulit akibat garukan. Warga berharap pemerintah maupun pihak terkait segera melakukan penelitian untuk mengetahui jenis nyamuk tersebut serta dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

\"Kami enggak tahu apakah ini berdampak terhadap kesehatan atau tidak. Mudah-mudahan ada titik terang,\" tutur Anung. Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Uus (60), Ia menyebut populasi nyamuk meningkat seiring meluasnya eceng gondok di kawasan Waduk Saguling, terutama saat debit air meningkat. \"Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini, pemicunya eceng gondok, apalagi kondisi air ketika naik,\" ucap Uus.

Menurutnya, pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali diduga mengganggu ekosistem waduk dan memicu berkembangbiaknya nyamuk di kawasan tersebut.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak sekitar 94 hektare area Waduk Saguling kini diselimuti eceng gondok yang tumbuh masif dan menyebar di permukaan perairan. Kondisi ini menjadi ancaman baru bagi ekosistem waduk sekaligus fungsi vitalnya sebagai sumber energi listrik Jawa-Bali. Senior Manager PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling, Doni Bakar, mengatakan pertumbuhan eceng gondok di waduk tidak terlepas dari tingginya beban pencemaran, termasuk sampah yang masuk Sungai Citarum dan kemudian memicu proses ekologis berantai.


\"Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok. Jika eceng gondok semakin banyak, sedimentasi waduk akan meningkat sehingga daya tampung air berkurang,\" ujar Doni saat ditemui di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Kamis (7\/5\/2026)
Doni menjelaskan, penyebaran eceng gondok yang tidak terkendali dapat mengganggu kualitas air dan mempercepat pendangkalan waduk. Kondisi ini secara langsung berdampak pada kapasitas tampungan air yang menjadi penopang utama operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Saguling. \"Ketika kapasitas air menurun, operasional PLTA juga akan terdampak karena pasokan air menjadi berkurang,\" ucap Doni. Saat ini, IP Saguling masih berupaya melakukan penanganan bertahap dengan pembersihan di sejumlah titik.

Area terdampak dibersihkan secara bergiliran karena luasnya sebaran eceng gondok di permukaan waduk yang tidak bisa dijangkau dengan instan. \"Saat ini di Waduk Saguling terpetakan sekitar 94 hektare area yang dipenuhi eceng gondok. Kami melakukan pembersihan secara bertahap dari satu area ke area lainnya,\" kata Doni.

Sumber:
https:\/\/bandung.kompas.com\/read\/2026\/05\/08\/150052778\/gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng?page=2<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Gerombolan Nyamuk Serang Warga Bandung Barat, Diduga Berkembang di Eceng Gondok Waduk Saguling","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"gerombolan-nyamuk-serang-warga-bandung-barat-diduga-berkembang-di-eceng-gondok-waduk-saguling","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-08 08:16:11","post_modified_gmt":"2026-05-08 08:16:11","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3878","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3871,"post_author":"3","post_date":"2026-05-06 02:52:46","post_date_gmt":"2026-05-06 02:52:46","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n



Proyek perumahan Emeralda Resort di Desa Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten 
Bandung Barat<\/a> (KBB) diduga mandek.<\/p>\n\n\n\n



Akibatnya, ratusan pembeli menjadi korban, baik mereka yang sudah memberikan uang muka bahkan ada yang telah membayar lunas untuk unit di perumahan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\"Yang terdata ada 106 konsumen yang menjadi korban. Ada yang sudah melakukan pembayaran bahkan pelunasan,\" kata Riki, salah satu korban yang telah melakukan transaksi pembelian unit rumah di Emeralda Resort, Selasa (5\/5\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Riki mengungkapkan, dirinya melakukan transaksi pembelian satu unit rumah di tahun 2022. Riki telah menyetor uang sebesar Rp475 juta dengan janji unit rumah akan selesai pada tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya sudah setor sekitar Rp475 juta, dijanjikan 2026 tapi belum belum ada kabar, dijanjikan dari tahun 2022,\" katanya,<\/p>\n\n\n\n

Dari data yang diketahui oleh Riki, nilai uang yang masuk ke pihak pengembang yakni PT Yanpro Land mencapai Rp68 miliar.<\/p>\n\n\n\n



\"Catatan terakhir, sekitar Rp68 miliar dari data catatan konsumen, sekitar 106 konsumen yang terdata, yang terdata,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki dan ratusan pembeli rumah di Emeralda Resort mengaku telah membuat keputusan untuk membatalkan pembelian unit rumah. Mereka pun menuntut pihak pengembang untuk melakukan pengembalian dana yang telah diberikan oleh para pembeli.<\/p>\n\n\n\n

\"(Tuntutan) untuk dikembalikan 100 persen,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Riki menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mendesak pihak pengembang agar memberikan kejelasan terhadap rumah yang mereka beli.<\/p>\n\n\n\n

Bahkan, Riki dan puluhan korban datang untuk bermediasi dengan pihak pengembang di Kantor DPRD<\/a> Kabupaten Bandung Barat<\/a> (KBB).<\/p>\n\n\n\n

Dalam mediasi tersebut, pihak pengembang tidak hadir hingga dilakukan penjadwalan ulang.<\/p>\n\n\n\n

\"Rencananya akan mediasi lagi, dijanjikan oleh lawyer Pak Yana akan datang, kita tunggu saja,\" tandasnya.<\/p>\n\n\n\n

Di lokasi pembangunan Emeralda Resort, bangunan yang terlihat berupa gerbang dan rumah-rumah percontohan. Area pembangunan unit rumah komersil hanya berupa hamparan tanah yang telah dilakukan cut and fill.<\/p>\n\n\n\n



SUMBER :
https:\/\/jabar.tribunnews.com\/metro-bandung\/1172055\/proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar<\/a><\/p>\n","post_title":"Proyek Emeralda Resort Bandung Barat Diduga Mandek, Ratusan Konsumen Tuntut Pengembalian Rp68 Miliar","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"proyek-emeralda-resort-bandung-barat-diduga-mandek-ratusan-konsumen-tuntut-pengembalian-rp68-miliar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-06 02:52:47","post_modified_gmt":"2026-05-06 02:52:47","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3871","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n

Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n

Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n

Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n

Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n

Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n

Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

Category: News