\n
\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain itu, menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin dan hujan juga berperan penting. Minuman hangat, mandi air hangat, serta penggunaan pakaian yang sesuai membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan upaya dasar yang efektif. Ventilasi udara yang baik, kebiasaan membersihkan tangan, serta penggunaan masker di ruang publik membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin dan hujan juga berperan penting. Minuman hangat, mandi air hangat, serta penggunaan pakaian yang sesuai membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, jika berlangsung terus-menerus, batuk dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan upaya dasar yang efektif. Ventilasi udara yang baik, kebiasaan membersihkan tangan, serta penggunaan masker di ruang publik membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin dan hujan juga berperan penting. Minuman hangat, mandi air hangat, serta penggunaan pakaian yang sesuai membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Musim batuk kerap muncul bersamaan dengan perubahan cuaca yang tidak stabil. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan beraktivitas di berbagai lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, jika berlangsung terus-menerus, batuk dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan upaya dasar yang efektif. Ventilasi udara yang baik, kebiasaan membersihkan tangan, serta penggunaan masker di ruang publik membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin dan hujan juga berperan penting. Minuman hangat, mandi air hangat, serta penggunaan pakaian yang sesuai membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pencegahan Jadi Kunci Menjaga Kesehatan<\/p>\n\n\n\n

Musim batuk kerap muncul bersamaan dengan perubahan cuaca yang tidak stabil. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan beraktivitas di berbagai lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, jika berlangsung terus-menerus, batuk dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan upaya dasar yang efektif. Ventilasi udara yang baik, kebiasaan membersihkan tangan, serta penggunaan masker di ruang publik membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin dan hujan juga berperan penting. Minuman hangat, mandi air hangat, serta penggunaan pakaian yang sesuai membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Semangat baru di tahun yang baru diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang kuat, bertanggung jawab, dan berdaya saing. Optimisme dan aksi nyata menjadi kunci agar tahun ini dapat dijalani dengan penuh makna.<\/p>\n","post_title":"Menumbuhkan Semangat Baru di Tahun Baru, Anak Muda Hadapi Masa Depan dengan Optimisme","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"menumbuhkan-semangat-baru-di-tahun-baru-anak-muda-hadapi-masa-depan-dengan-optimisme","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-02 03:08:45","post_modified_gmt":"2026-01-02 03:08:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3090","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"3","post_date":"2025-12-29 07:24:46","post_date_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content":"\n

Pencegahan Jadi Kunci Menjaga Kesehatan<\/p>\n\n\n\n

Musim batuk kerap muncul bersamaan dengan perubahan cuaca yang tidak stabil. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan beraktivitas di berbagai lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, jika berlangsung terus-menerus, batuk dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan upaya dasar yang efektif. Ventilasi udara yang baik, kebiasaan membersihkan tangan, serta penggunaan masker di ruang publik membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin dan hujan juga berperan penting. Minuman hangat, mandi air hangat, serta penggunaan pakaian yang sesuai membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Tahun baru juga menjadi momen untuk memperkuat kepercayaan diri. Anak muda didorong untuk tidak takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Dengan sikap terbuka dan kemauan untuk terus mencoba, peluang sukses akan semakin terbuka.<\/p>\n\n\n\n

Semangat baru di tahun yang baru diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang kuat, bertanggung jawab, dan berdaya saing. Optimisme dan aksi nyata menjadi kunci agar tahun ini dapat dijalani dengan penuh makna.<\/p>\n","post_title":"Menumbuhkan Semangat Baru di Tahun Baru, Anak Muda Hadapi Masa Depan dengan Optimisme","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"menumbuhkan-semangat-baru-di-tahun-baru-anak-muda-hadapi-masa-depan-dengan-optimisme","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-02 03:08:45","post_modified_gmt":"2026-01-02 03:08:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3090","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"3","post_date":"2025-12-29 07:24:46","post_date_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content":"\n

Pencegahan Jadi Kunci Menjaga Kesehatan<\/p>\n\n\n\n

Musim batuk kerap muncul bersamaan dengan perubahan cuaca yang tidak stabil. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan beraktivitas di berbagai lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, jika berlangsung terus-menerus, batuk dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan upaya dasar yang efektif. Ventilasi udara yang baik, kebiasaan membersihkan tangan, serta penggunaan masker di ruang publik membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin dan hujan juga berperan penting. Minuman hangat, mandi air hangat, serta penggunaan pakaian yang sesuai membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Banyak anak muda memilih untuk memulai tahun dengan langkah sederhana namun bermakna, seperti memperbaiki rutinitas harian, menetapkan target realistis, dan menjaga lingkungan pergaulan yang positif. Hal-hal kecil ini diyakini mampu membawa perubahan besar dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n

Tahun baru juga menjadi momen untuk memperkuat kepercayaan diri. Anak muda didorong untuk tidak takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Dengan sikap terbuka dan kemauan untuk terus mencoba, peluang sukses akan semakin terbuka.<\/p>\n\n\n\n

Semangat baru di tahun yang baru diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang kuat, bertanggung jawab, dan berdaya saing. Optimisme dan aksi nyata menjadi kunci agar tahun ini dapat dijalani dengan penuh makna.<\/p>\n","post_title":"Menumbuhkan Semangat Baru di Tahun Baru, Anak Muda Hadapi Masa Depan dengan Optimisme","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"menumbuhkan-semangat-baru-di-tahun-baru-anak-muda-hadapi-masa-depan-dengan-optimisme","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-02 03:08:45","post_modified_gmt":"2026-01-02 03:08:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3090","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"3","post_date":"2025-12-29 07:24:46","post_date_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content":"\n

Pencegahan Jadi Kunci Menjaga Kesehatan<\/p>\n\n\n\n

Musim batuk kerap muncul bersamaan dengan perubahan cuaca yang tidak stabil. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan beraktivitas di berbagai lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, jika berlangsung terus-menerus, batuk dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan upaya dasar yang efektif. Ventilasi udara yang baik, kebiasaan membersihkan tangan, serta penggunaan masker di ruang publik membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin dan hujan juga berperan penting. Minuman hangat, mandi air hangat, serta penggunaan pakaian yang sesuai membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat, anak muda dituntut untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai dan jati diri. Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, manajemen waktu, dan tujuan hidup yang jelas kini semakin meningkat di kalangan generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Banyak anak muda memilih untuk memulai tahun dengan langkah sederhana namun bermakna, seperti memperbaiki rutinitas harian, menetapkan target realistis, dan menjaga lingkungan pergaulan yang positif. Hal-hal kecil ini diyakini mampu membawa perubahan besar dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n

Tahun baru juga menjadi momen untuk memperkuat kepercayaan diri. Anak muda didorong untuk tidak takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Dengan sikap terbuka dan kemauan untuk terus mencoba, peluang sukses akan semakin terbuka.<\/p>\n\n\n\n

Semangat baru di tahun yang baru diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang kuat, bertanggung jawab, dan berdaya saing. Optimisme dan aksi nyata menjadi kunci agar tahun ini dapat dijalani dengan penuh makna.<\/p>\n","post_title":"Menumbuhkan Semangat Baru di Tahun Baru, Anak Muda Hadapi Masa Depan dengan Optimisme","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"menumbuhkan-semangat-baru-di-tahun-baru-anak-muda-hadapi-masa-depan-dengan-optimisme","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-02 03:08:45","post_modified_gmt":"2026-01-02 03:08:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3090","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"3","post_date":"2025-12-29 07:24:46","post_date_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content":"\n

Pencegahan Jadi Kunci Menjaga Kesehatan<\/p>\n\n\n\n

Musim batuk kerap muncul bersamaan dengan perubahan cuaca yang tidak stabil. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan beraktivitas di berbagai lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, jika berlangsung terus-menerus, batuk dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan upaya dasar yang efektif. Ventilasi udara yang baik, kebiasaan membersihkan tangan, serta penggunaan masker di ruang publik membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin dan hujan juga berperan penting. Minuman hangat, mandi air hangat, serta penggunaan pakaian yang sesuai membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pergantian tahun selalu membawa makna tersendiri, terutama bagi anak muda yang tengah berada dalam fase pencarian jati diri dan masa depan. Tahun baru menjadi ruang harapan, tempat di mana semangat baru tumbuh untuk menghadapi tantangan dengan sikap yang lebih optimis.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat, anak muda dituntut untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai dan jati diri. Kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, manajemen waktu, dan tujuan hidup yang jelas kini semakin meningkat di kalangan generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Banyak anak muda memilih untuk memulai tahun dengan langkah sederhana namun bermakna, seperti memperbaiki rutinitas harian, menetapkan target realistis, dan menjaga lingkungan pergaulan yang positif. Hal-hal kecil ini diyakini mampu membawa perubahan besar dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n

Tahun baru juga menjadi momen untuk memperkuat kepercayaan diri. Anak muda didorong untuk tidak takut gagal, karena kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Dengan sikap terbuka dan kemauan untuk terus mencoba, peluang sukses akan semakin terbuka.<\/p>\n\n\n\n

Semangat baru di tahun yang baru diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang kuat, bertanggung jawab, dan berdaya saing. Optimisme dan aksi nyata menjadi kunci agar tahun ini dapat dijalani dengan penuh makna.<\/p>\n","post_title":"Menumbuhkan Semangat Baru di Tahun Baru, Anak Muda Hadapi Masa Depan dengan Optimisme","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"menumbuhkan-semangat-baru-di-tahun-baru-anak-muda-hadapi-masa-depan-dengan-optimisme","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-02 03:08:45","post_modified_gmt":"2026-01-02 03:08:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3090","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"3","post_date":"2025-12-29 07:24:46","post_date_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content":"\n

Pencegahan Jadi Kunci Menjaga Kesehatan<\/p>\n\n\n\n

Musim batuk kerap muncul bersamaan dengan perubahan cuaca yang tidak stabil. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan beraktivitas di berbagai lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Batuk merupakan mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan. Namun, jika berlangsung terus-menerus, batuk dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi sangat penting.<\/p>\n\n\n\n

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan upaya dasar yang efektif. Ventilasi udara yang baik, kebiasaan membersihkan tangan, serta penggunaan masker di ruang publik membantu mengurangi risiko penularan penyakit pernapasan.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, menjaga tubuh tetap hangat saat cuaca dingin dan hujan juga berperan penting. Minuman hangat, mandi air hangat, serta penggunaan pakaian yang sesuai membantu tubuh beradaptasi dengan suhu lingkungan.<\/p>\n\n\n\n

Pakar kesehatan juga menekankan bahwa pencegahan batuk harus dibarengi dengan peningkatan daya tahan tubuh. Asupan nutrisi yang seimbang, hidrasi cukup, dan waktu istirahat yang optimal merupakan fondasi utama menjaga kesehatan di tengah musim batuk.<\/p>\n\n\n\n

Dengan kesadaran bersama dan kebiasaan hidup sehat, musim batuk dapat dilewati dengan aman dan nyaman tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari.<\/p>\n","post_title":"Musim Batuk di Tengah Perubahan Cuaca","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"musim-batuk-di-tengah-perubahan-cuaca","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-29 07:24:46","post_modified_gmt":"2025-12-29 07:24:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3087","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3056,"post_author":"3","post_date":"2025-12-20 08:25:09","post_date_gmt":"2025-12-20 08:25:09","post_content":"\n

Liburan sekolah kembali hadir dan menjadi momentum emas bagi keluarga untuk mengatur ulang ritme kehidupan yang selama ini dipenuhi kesibukan. Bagi anak-anak, liburan merupakan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan setelah menjalani aktivitas belajar yang intens. Sementara bagi orang tua, liburan menjadi kesempatan mempererat hubungan dan mendampingi anak secara lebih dekat.<\/p>\n\n\n\n

Beragam pilihan aktivitas liburan kini tersedia dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga. Tidak selalu harus bepergian jauh, liburan juga dapat diisi dengan kegiatan produktif di rumah seperti memasak bersama, membaca buku, mengikuti kelas keterampilan, atau bermain permainan tradisional. Aktivitas sederhana ini dinilai mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak.<\/p>\n\n\n\n

Para ahli pendidikan keluarga menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan dan edukasi selama liburan. Anak tetap perlu mendapatkan stimulasi positif tanpa merasa terbebani. Selain itu, orang tua diingatkan untuk tetap menjaga rutinitas dasar anak, seperti waktu tidur dan pola makan, agar transisi kembali ke sekolah berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Liburan sekolah bukan sekadar waktu luang, melainkan momen membangun kenangan berharga. Dengan perencanaan yang bijak, komunikasi yang hangat, dan aktivitas yang tepat, liburan anak sekolah dapat menjadi pengalaman berkesan yang memperkuat fondasi keluarga dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n","post_title":"Libur Sekolah Jadi Momentum Emas, Orang Tua Diminta Bijak Rancang Aktivitas Liburan Anak","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"libur-sekolah-jadi-momentum-emas-orang-tua-diminta-bijak-rancang-aktivitas-liburan-anak","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-21 09:56:20","post_modified_gmt":"2025-12-21 09:56:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3056","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3030,"post_author":"3","post_date":"2025-12-16 09:41:49","post_date_gmt":"2025-12-16 09:41:49","post_content":"\n

Pelaksanaan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) di Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi gambaran nyata sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Program ini dirancang untuk memastikan warga tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau.<\/p>\n\n\n\n

OPADI ini merupakan kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, serta PT Pos Indonesia Cimahi. Sebanyak 4.121 paket sembako disiapkan dan disalurkan ke 9 desa di wilayah Kecamatan Gunung Halu.<\/p>\n\n\n\n

Paket tersebut dijual dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dibandingkan harga normal Rp96.700. Selisih harga ini menjadi bentuk subsidi langsung yang dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan menjaga ketahanan pangan.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kepala Disperindag Kabupaten Bandung Barat, Toni Prihartoro, yang diwakili oleh Kepala Bidang Perdagangan, Asep Azhar. Turut hadir Kepala UPTD Industri Pangan Olahan dan Kemasan provinsi jawa barat, Ari Fadil, Pos KCP Cimahi Ibu Fitri,perwakilan Bulog serta Camat Gunung Halu, Hari Mustika, Pos cimahi yang mendukung penuh kelancaran pelaksanaan kegiatan.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, dengan proses distribusi yang berjalan tertib dan terorganisir. OPADI tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap peran pemerintah sebagai pelindung dan pelayan publik.<\/p>\n\n\n\n

Melalui program OPADI, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, dan menciptakan stabilitas sosial ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Bandung Barat.<\/p>\n\n\n\n

\"\"<\/figure>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"OPADI Gunung Halu: Kolaborasi Pemerintah Hadirkan Harga Terjangkau untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"opadi-gunung-halu-kolaborasi-pemerintah-hadirkan-harga-terjangkau-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-16 10:13:48","post_modified_gmt":"2025-12-16 10:13:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3030","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

Category: News