\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Keindahan dan nilai simbolik dari perhiasan-perhiasan yang tampil dalam prosesi lamaran ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan bagaimana dua keluarga besar merayakan tahap awal dari sebuah komitmen hidup yang baru.<\/p>\n\n\n\n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Hadiah ini memicu diskusi luas di kalangan netizen, yang menilai nilai finansial cincin sebagai simbol keseriusan dan dedikasi sang aktor terhadap hubungannya dengan Syifa.<\/p>\n\n\n\n

Keindahan dan nilai simbolik dari perhiasan-perhiasan yang tampil dalam prosesi lamaran ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan bagaimana dua keluarga besar merayakan tahap awal dari sebuah komitmen hidup yang baru.<\/p>\n\n\n\n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Keputusan untuk menempatkan kalung itu pada sang tunangan mencerminkan tradisi dan penghormatan yang melampaui sekadar presentasi perhiasan.<\/p>\n\n\n\n

Hadiah ini memicu diskusi luas di kalangan netizen, yang menilai nilai finansial cincin sebagai simbol keseriusan dan dedikasi sang aktor terhadap hubungannya dengan Syifa.<\/p>\n\n\n\n

Keindahan dan nilai simbolik dari perhiasan-perhiasan yang tampil dalam prosesi lamaran ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan bagaimana dua keluarga besar merayakan tahap awal dari sebuah komitmen hidup yang baru.<\/p>\n\n\n\n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Lebih dari sekadar nilai moneter, momen pemberian kalung ini memiliki makna emosional yang mendalam: Maia Estianty, ibu dari El Rumi, yang secara simbolis mengenakannya pada Syifa sebagai lambang penerimaan dan restu keluarga besar.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan untuk menempatkan kalung itu pada sang tunangan mencerminkan tradisi dan penghormatan yang melampaui sekadar presentasi perhiasan.<\/p>\n\n\n\n

Hadiah ini memicu diskusi luas di kalangan netizen, yang menilai nilai finansial cincin sebagai simbol keseriusan dan dedikasi sang aktor terhadap hubungannya dengan Syifa.<\/p>\n\n\n\n

Keindahan dan nilai simbolik dari perhiasan-perhiasan yang tampil dalam prosesi lamaran ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan bagaimana dua keluarga besar merayakan tahap awal dari sebuah komitmen hidup yang baru.<\/p>\n\n\n\n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Berdasarkan estimasi pasar, nilai kalung ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 247,5 juta, menjadikannya salah satu elemen yang mencuri perhatian dalam rangkaian prosesi lamaran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari sekadar nilai moneter, momen pemberian kalung ini memiliki makna emosional yang mendalam: Maia Estianty, ibu dari El Rumi, yang secara simbolis mengenakannya pada Syifa sebagai lambang penerimaan dan restu keluarga besar.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan untuk menempatkan kalung itu pada sang tunangan mencerminkan tradisi dan penghormatan yang melampaui sekadar presentasi perhiasan.<\/p>\n\n\n\n

Hadiah ini memicu diskusi luas di kalangan netizen, yang menilai nilai finansial cincin sebagai simbol keseriusan dan dedikasi sang aktor terhadap hubungannya dengan Syifa.<\/p>\n\n\n\n

Keindahan dan nilai simbolik dari perhiasan-perhiasan yang tampil dalam prosesi lamaran ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan bagaimana dua keluarga besar merayakan tahap awal dari sebuah komitmen hidup yang baru.<\/p>\n\n\n\n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kalung ini bukan sekadar aksesoris biasa \u2014 ia adalah Chevron Graduated Diamond Tennis Necklace<\/strong> yang terbuat dari emas putih 18 karat dengan total berlian mencapai 3,01 karat.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan estimasi pasar, nilai kalung ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 247,5 juta, menjadikannya salah satu elemen yang mencuri perhatian dalam rangkaian prosesi lamaran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari sekadar nilai moneter, momen pemberian kalung ini memiliki makna emosional yang mendalam: Maia Estianty, ibu dari El Rumi, yang secara simbolis mengenakannya pada Syifa sebagai lambang penerimaan dan restu keluarga besar.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan untuk menempatkan kalung itu pada sang tunangan mencerminkan tradisi dan penghormatan yang melampaui sekadar presentasi perhiasan.<\/p>\n\n\n\n

Hadiah ini memicu diskusi luas di kalangan netizen, yang menilai nilai finansial cincin sebagai simbol keseriusan dan dedikasi sang aktor terhadap hubungannya dengan Syifa.<\/p>\n\n\n\n

Keindahan dan nilai simbolik dari perhiasan-perhiasan yang tampil dalam prosesi lamaran ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan bagaimana dua keluarga besar merayakan tahap awal dari sebuah komitmen hidup yang baru.<\/p>\n\n\n\n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Namun, sorotan media dan publik justru lebih tertuju pada sebuah kalung berlian istimewa yang menghiasi lehernya.<\/p>\n\n\n\n

Kalung ini bukan sekadar aksesoris biasa \u2014 ia adalah Chevron Graduated Diamond Tennis Necklace<\/strong> yang terbuat dari emas putih 18 karat dengan total berlian mencapai 3,01 karat.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan estimasi pasar, nilai kalung ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 247,5 juta, menjadikannya salah satu elemen yang mencuri perhatian dalam rangkaian prosesi lamaran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari sekadar nilai moneter, momen pemberian kalung ini memiliki makna emosional yang mendalam: Maia Estianty, ibu dari El Rumi, yang secara simbolis mengenakannya pada Syifa sebagai lambang penerimaan dan restu keluarga besar.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan untuk menempatkan kalung itu pada sang tunangan mencerminkan tradisi dan penghormatan yang melampaui sekadar presentasi perhiasan.<\/p>\n\n\n\n

Hadiah ini memicu diskusi luas di kalangan netizen, yang menilai nilai finansial cincin sebagai simbol keseriusan dan dedikasi sang aktor terhadap hubungannya dengan Syifa.<\/p>\n\n\n\n

Keindahan dan nilai simbolik dari perhiasan-perhiasan yang tampil dalam prosesi lamaran ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan bagaimana dua keluarga besar merayakan tahap awal dari sebuah komitmen hidup yang baru.<\/p>\n\n\n\n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kebaya yang dirancang oleh Studio BOH tersebut dipadu dengan riasan soft glam yang menonjolkan kecantikan alami serta tatanan rambut yang disanggul rapi, menciptakan estetika anggun sekaligus sophisticated dalam tiap jengkal penampilannya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, sorotan media dan publik justru lebih tertuju pada sebuah kalung berlian istimewa yang menghiasi lehernya.<\/p>\n\n\n\n

Kalung ini bukan sekadar aksesoris biasa \u2014 ia adalah Chevron Graduated Diamond Tennis Necklace<\/strong> yang terbuat dari emas putih 18 karat dengan total berlian mencapai 3,01 karat.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan estimasi pasar, nilai kalung ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 247,5 juta, menjadikannya salah satu elemen yang mencuri perhatian dalam rangkaian prosesi lamaran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari sekadar nilai moneter, momen pemberian kalung ini memiliki makna emosional yang mendalam: Maia Estianty, ibu dari El Rumi, yang secara simbolis mengenakannya pada Syifa sebagai lambang penerimaan dan restu keluarga besar.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan untuk menempatkan kalung itu pada sang tunangan mencerminkan tradisi dan penghormatan yang melampaui sekadar presentasi perhiasan.<\/p>\n\n\n\n

Hadiah ini memicu diskusi luas di kalangan netizen, yang menilai nilai finansial cincin sebagai simbol keseriusan dan dedikasi sang aktor terhadap hubungannya dengan Syifa.<\/p>\n\n\n\n

Keindahan dan nilai simbolik dari perhiasan-perhiasan yang tampil dalam prosesi lamaran ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan bagaimana dua keluarga besar merayakan tahap awal dari sebuah komitmen hidup yang baru.<\/p>\n\n\n\n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Acara lamaran antara Syifa Hadju dan El Rumi yang berlangsung pada 21 Januari 2026 menjadi salah satu peristiwa selebritas yang menyita perhatian publik bukan hanya karena deretan momen romantisnya, tetapi juga karena sorotan terhadap perhiasan mewah yang dikenakan oleh sang aktris. Dalam balutan kebaya berdetail payet dan sulaman yang memadukan nuansa peach dan dusty pink, Syifa memancarkan kesan klasik namun tetap modern.<\/p>\n\n\n\n

Kebaya yang dirancang oleh Studio BOH tersebut dipadu dengan riasan soft glam yang menonjolkan kecantikan alami serta tatanan rambut yang disanggul rapi, menciptakan estetika anggun sekaligus sophisticated dalam tiap jengkal penampilannya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, sorotan media dan publik justru lebih tertuju pada sebuah kalung berlian istimewa yang menghiasi lehernya.<\/p>\n\n\n\n

Kalung ini bukan sekadar aksesoris biasa \u2014 ia adalah Chevron Graduated Diamond Tennis Necklace<\/strong> yang terbuat dari emas putih 18 karat dengan total berlian mencapai 3,01 karat.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan estimasi pasar, nilai kalung ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 247,5 juta, menjadikannya salah satu elemen yang mencuri perhatian dalam rangkaian prosesi lamaran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari sekadar nilai moneter, momen pemberian kalung ini memiliki makna emosional yang mendalam: Maia Estianty, ibu dari El Rumi, yang secara simbolis mengenakannya pada Syifa sebagai lambang penerimaan dan restu keluarga besar.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan untuk menempatkan kalung itu pada sang tunangan mencerminkan tradisi dan penghormatan yang melampaui sekadar presentasi perhiasan.<\/p>\n\n\n\n

Hadiah ini memicu diskusi luas di kalangan netizen, yang menilai nilai finansial cincin sebagai simbol keseriusan dan dedikasi sang aktor terhadap hubungannya dengan Syifa.<\/p>\n\n\n\n

Keindahan dan nilai simbolik dari perhiasan-perhiasan yang tampil dalam prosesi lamaran ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan bagaimana dua keluarga besar merayakan tahap awal dari sebuah komitmen hidup yang baru.<\/p>\n\n\n\n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Acara lamaran antara Syifa Hadju dan El Rumi yang berlangsung pada 21 Januari 2026 menjadi salah satu peristiwa selebritas yang menyita perhatian publik bukan hanya karena deretan momen romantisnya, tetapi juga karena sorotan terhadap perhiasan mewah yang dikenakan oleh sang aktris. Dalam balutan kebaya berdetail payet dan sulaman yang memadukan nuansa peach dan dusty pink, Syifa memancarkan kesan klasik namun tetap modern.<\/p>\n\n\n\n

Kebaya yang dirancang oleh Studio BOH tersebut dipadu dengan riasan soft glam yang menonjolkan kecantikan alami serta tatanan rambut yang disanggul rapi, menciptakan estetika anggun sekaligus sophisticated dalam tiap jengkal penampilannya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, sorotan media dan publik justru lebih tertuju pada sebuah kalung berlian istimewa yang menghiasi lehernya.<\/p>\n\n\n\n

Kalung ini bukan sekadar aksesoris biasa \u2014 ia adalah Chevron Graduated Diamond Tennis Necklace<\/strong> yang terbuat dari emas putih 18 karat dengan total berlian mencapai 3,01 karat.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan estimasi pasar, nilai kalung ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 247,5 juta, menjadikannya salah satu elemen yang mencuri perhatian dalam rangkaian prosesi lamaran tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari sekadar nilai moneter, momen pemberian kalung ini memiliki makna emosional yang mendalam: Maia Estianty, ibu dari El Rumi, yang secara simbolis mengenakannya pada Syifa sebagai lambang penerimaan dan restu keluarga besar.<\/p>\n\n\n\n

Keputusan untuk menempatkan kalung itu pada sang tunangan mencerminkan tradisi dan penghormatan yang melampaui sekadar presentasi perhiasan.<\/p>\n\n\n\n

Hadiah ini memicu diskusi luas di kalangan netizen, yang menilai nilai finansial cincin sebagai simbol keseriusan dan dedikasi sang aktor terhadap hubungannya dengan Syifa.<\/p>\n\n\n\n

Keindahan dan nilai simbolik dari perhiasan-perhiasan yang tampil dalam prosesi lamaran ini tidak hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan bagaimana dua keluarga besar merayakan tahap awal dari sebuah komitmen hidup yang baru.<\/p>\n\n\n\n

Restu, tradisi, dan detail yang tertanam dalam tiap elemen perhiasan itu seakan membentuk narasi lebih dalam daripada sekadar nilai harga yang melekat pada berlian dan emas.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju\/ar-AA1UMloa?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=697368d4b8d04ea1963c4cd9c377346b&ei=14<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Selain cincin berlian hampir Rp 1M, ternyata segini harga kalung lamaran Syifa Hadju","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"selain-cincin-berlian-hampir-rp-1m-ternyata-segini-harga-kalung-lamaran-syifa-hadju","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-23 14:18:41","post_modified_gmt":"2026-01-23 14:18:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3262","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3149,"post_author":"3","post_date":"2026-01-12 06:16:34","post_date_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

 Pasca putusan cerai yang dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (7\/1\/2026) lalu, sosok mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini tengah memasuki fase baru dalam hidupnya.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikabarkan memilih untuk menarik diri sejenak dari hiruk-pikuk publik.<\/p>\n\n\n\n

Fokus Penuh pada Arkana<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Meski sedang dalam masa pemulihan batin, Ridwan Kamil menunjukkan tekad kuat untuk tetap menjadi figur ayah yang hadir secara penuh bagi putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya saat ini adalah memastikan pertumbuhan Arkana tetap terjaga meski dalam situasi keluarga yang telah berubah.<\/p>\n\n\n\n

Walaupun status pengasuhan Arkana tidak secara spesifik dicantumkan dalam amar putusan cerai, secara fakta di lapangan, perawatan sepenuhnya kini berada di tangan Ridwan Kamil.<\/p>\n\n\n\n

Kang Emil memilih untuk mengasuh Arkana sendirian sebagai bentuk tanggung jawabnya<\/p>\n\n\n\n

Zahra dalam Pengasuhan Bersama<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Berbeda dengan Arkana, hak asuh putri satu-satunya, Camillia Laetitia Azzahra (Zahra), secara hukum jatuh ke tangan Atalia Praratya.<\/p>\n\n\n\n

Namun, perpisahan ini ditegaskan tidak akan memutus ikatan batin antara ayah dan anak.<\/p>\n\n\n\n

Ridwan Kamil dipastikan tidak mendapatkan batasan untuk bertemu dengan Zahra.<\/p>\n\n\n\n

Keduanya bersepakat untuk tetap bertanggung jawab secara kolektif dalam membesarkan Zahra yang kini sudah beranjak dewasa.<\/p>\n\n\n\n

sumber :https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap\/ar-AA1TYVnF?ocid=msedgntp&pc=U531&cvid=69646f4dda8d41848fc1db1fbc020935&ei=16<\/a><\/p>\n","post_title":"Tekad Ridwan Kamil asuh Arkana sendiri, kondisi terkini Kang Emil pasca resmi cerai terungkap","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tekad-ridwan-kamil-asuh-arkana-sendiri-kondisi-terkini-kang-emil-pasca-resmi-cerai-terungkap","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 06:16:34","post_modified_gmt":"2026-01-12 06:16:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3149","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3046,"post_author":"3","post_date":"2025-12-19 08:36:17","post_date_gmt":"2025-12-19 08:36:17","post_content":"\n

Fenomena meningkatnya screen time anak menjadi perhatian serius di berbagai kalangan. Akses internet yang semakin mudah membuat anak-anak akrab dengan gawai sejak usia dini. Tanpa pendampingan yang tepat, kebiasaan ini berpotensi memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Para pemerhati pendidikan dan kesehatan anak menekankan pentingnya edukasi orangtua sebagai garda terdepan dalam pengendalian penggunaan gawai. Orangtua tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga membimbing anak agar mampu menggunakan teknologi secara sehat dan bertanggung jawab. Screen time yang berlebihan diketahui dapat mengurangi waktu anak untuk bergerak, berkreasi, dan bersosialisasi. Anak yang terlalu lama berada di depan layar cenderung kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mengalami penurunan interaksi sosial. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga modern. Untuk mengatasi hal tersebut, keluarga disarankan membangun kebiasaan positif di rumah. Menyepakati waktu bebas gawai, seperti saat makan malam atau akhir pekan, dapat menjadi langkah awal. Orangtua juga dapat mengajak anak terlibat dalam aktivitas keluarga, mulai dari olahraga ringan hingga kegiatan edukatif yang menyenangkan. Selain itu, peningkatan literasi digital bagi orangtua juga sangat dibutuhkan. Dengan pemahaman yang baik, orangtua dapat memilihkan konten yang sesuai usia sekaligus mengenali tanda-tanda kecanduan gawai pada anak sejak dini. Upaya menekan screen time anak bukanlah tugas yang mudah, namun dapat dilakukan secara bertahap dengan komitmen bersama. Melalui edukasi dan keterlibatan aktif orangtua, diharapkan anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang seimbang, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.<\/p>\n","post_title":"Peran Keluarga dalam Menekan Screen Time Anak di Tengah Gempuran Digital","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"peran-keluarga-dalam-menekan-screen-time-anak-di-tengah-gempuran-digital","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2025-12-19 08:36:44","post_modified_gmt":"2025-12-19 08:36:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3046","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

Category: Figure