Potensi Daerah Dioptimalkan, DPRD Bandung Barat Jaga Arah Pembangunan untuk Warga
Peringatan Hari Otonomi Daerah di Kabupaten Bandung Barat menjadi pengingat penting bahwa kewenangan daerah harus terus diarahkan untuk memberikan manfaat...
\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n
Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
\u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n
Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n \"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n \u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n \"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n \u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n \"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n <\/p>\n","post_title":"Potensi Daerah Dioptimalkan, DPRD Bandung Barat Jaga Arah Pembangunan untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"potensi-daerah-dioptimalkan-dprd-bandung-barat-jaga-arah-pembangunan-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-05 09:45:26","post_modified_gmt":"2026-05-05 09:45:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3858","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n \u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n \"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dengan memanfaatkan momentum ini, diharapkan Kabupaten Bandung Barat dapat terus mengembangkan potensi daerah secara lebih maksimal. Tidak hanya untuk memperkuat kemandirian, tetapi juga untuk menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Potensi Daerah Dioptimalkan, DPRD Bandung Barat Jaga Arah Pembangunan untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"potensi-daerah-dioptimalkan-dprd-bandung-barat-jaga-arah-pembangunan-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-05 09:45:26","post_modified_gmt":"2026-05-05 09:45:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3858","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n \u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n \"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Peran DPRD dalam hal ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa arah kebijakan tetap selaras dengan tujuan peningkatan kesejahteraan. Melalui fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD mendorong agar setiap program pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan memanfaatkan momentum ini, diharapkan Kabupaten Bandung Barat dapat terus mengembangkan potensi daerah secara lebih maksimal. Tidak hanya untuk memperkuat kemandirian, tetapi juga untuk menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Potensi Daerah Dioptimalkan, DPRD Bandung Barat Jaga Arah Pembangunan untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"potensi-daerah-dioptimalkan-dprd-bandung-barat-jaga-arah-pembangunan-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-05 09:45:26","post_modified_gmt":"2026-05-05 09:45:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3858","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n \u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n \"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Menurutnya, pengelolaan sumber daya yang optimal akan berdampak langsung pada masyarakat, baik dalam bentuk peningkatan layanan publik, pertumbuhan ekonomi lokal, maupun terbukanya peluang kerja. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil perlu berbasis pada kebutuhan riil masyarakat dan potensi yang ada di daerah.<\/p>\n\n\n\n Peran DPRD dalam hal ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa arah kebijakan tetap selaras dengan tujuan peningkatan kesejahteraan. Melalui fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD mendorong agar setiap program pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan memanfaatkan momentum ini, diharapkan Kabupaten Bandung Barat dapat terus mengembangkan potensi daerah secara lebih maksimal. Tidak hanya untuk memperkuat kemandirian, tetapi juga untuk menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Potensi Daerah Dioptimalkan, DPRD Bandung Barat Jaga Arah Pembangunan untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"potensi-daerah-dioptimalkan-dprd-bandung-barat-jaga-arah-pembangunan-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-05 09:45:26","post_modified_gmt":"2026-05-05 09:45:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3858","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n \u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n \"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat menegaskan bahwa otonomi daerah seharusnya menjadi dorongan bagi setiap daerah untuk lebih mandiri dalam mengelola potensi yang dimiliki. Dengan kewenangan yang telah berjalan lebih dari 30 tahun, daerah memiliki peluang besar untuk berkembang melalui kebijakan yang tepat dan inovasi yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pengelolaan sumber daya yang optimal akan berdampak langsung pada masyarakat, baik dalam bentuk peningkatan layanan publik, pertumbuhan ekonomi lokal, maupun terbukanya peluang kerja. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil perlu berbasis pada kebutuhan riil masyarakat dan potensi yang ada di daerah.<\/p>\n\n\n\n Peran DPRD dalam hal ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa arah kebijakan tetap selaras dengan tujuan peningkatan kesejahteraan. Melalui fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD mendorong agar setiap program pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan memanfaatkan momentum ini, diharapkan Kabupaten Bandung Barat dapat terus mengembangkan potensi daerah secara lebih maksimal. Tidak hanya untuk memperkuat kemandirian, tetapi juga untuk menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Potensi Daerah Dioptimalkan, DPRD Bandung Barat Jaga Arah Pembangunan untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"potensi-daerah-dioptimalkan-dprd-bandung-barat-jaga-arah-pembangunan-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-05 09:45:26","post_modified_gmt":"2026-05-05 09:45:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3858","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n \u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n \"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Kurniawan mengatakan, pihaknya terus memetakan wilayah rawan kebakaran<\/a> sebagai dasar dalam menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif.<\/p>\n\n\n\n \u201cKalau kita lihat data, kejadian kebakaran terbanyak ada 10 kecamatan dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi,\u201d ujarnya Selasa (28\/04\/2026).<\/p>\n\n\n\n Diskar Kota Bandung menyebutkan, pemetaan tersebut didasarkan pada jumlah laporan kejadian dalam beberapa tahun terakhir, termasuk faktor kepadatan permukiman, kondisi instalasi listrik, serta aktivitas masyarakat yang berisiko memicu kebakaran.<\/p>\n\n\n\n \u201cPertama itu babakan Ciparay, yang kedua Suka Sari, Lengkong, Andir, Cicendo, Suka Jadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batu Nunggal, Bandung Kulon,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Kurniawan mengatakan, data tersebut menjadi acuan utama dalam menyusun program mitigasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.<\/p>\n\n\n\n \u201cBagaimana kita melakukan upaya-upaya pencegahan, tentu secara rutin kita lakukan penyembuhan edukasi masyarakat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Ia mengatakan, edukasi dilakukan dengan berbagai metode, baik secara langsung maupun melalui media digital agar jangkauan informasi semakin luas dan mudah diakses oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n \u201cKemudian, kita juga bermitra dengan warga-warga kebakaran serengkat di setiap wilayah untuk menjalankan sosialisasi dan edukasi kepada warga-warga masyarakat terkait dengan potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058194\/diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung#google_vignette<\/a><\/p>\n","post_title":"Diskar Ungkap Sebanyak 10 Kecamatan Wilayah Rawan Kebakaran di Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"diskar-ungkap-sebanyak-10-kecamatan-wilayah-rawan-kebakaran-di-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:20:28","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:20:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3837","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Peringatan Hari Otonomi Daerah di Kabupaten Bandung Barat menjadi pengingat penting bahwa kewenangan daerah harus terus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Momentum ini dimaknai bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai ruang evaluasi untuk memperkuat arah pembangunan daerah.<\/p>\n\n\n\n Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat menegaskan bahwa otonomi daerah seharusnya menjadi dorongan bagi setiap daerah untuk lebih mandiri dalam mengelola potensi yang dimiliki. Dengan kewenangan yang telah berjalan lebih dari 30 tahun, daerah memiliki peluang besar untuk berkembang melalui kebijakan yang tepat dan inovasi yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pengelolaan sumber daya yang optimal akan berdampak langsung pada masyarakat, baik dalam bentuk peningkatan layanan publik, pertumbuhan ekonomi lokal, maupun terbukanya peluang kerja. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil perlu berbasis pada kebutuhan riil masyarakat dan potensi yang ada di daerah.<\/p>\n\n\n\n Peran DPRD dalam hal ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa arah kebijakan tetap selaras dengan tujuan peningkatan kesejahteraan. Melalui fungsi pengawasan dan penganggaran, DPRD mendorong agar setiap program pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan memanfaatkan momentum ini, diharapkan Kabupaten Bandung Barat dapat terus mengembangkan potensi daerah secara lebih maksimal. Tidak hanya untuk memperkuat kemandirian, tetapi juga untuk menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Potensi Daerah Dioptimalkan, DPRD Bandung Barat Jaga Arah Pembangunan untuk Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"potensi-daerah-dioptimalkan-dprd-bandung-barat-jaga-arah-pembangunan-untuk-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-05 09:45:26","post_modified_gmt":"2026-05-05 09:45:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3858","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3841,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:21:25","post_date_gmt":"2026-04-28 13:21:25","post_content":"\n Pemerintah Kota (Pemkot<\/a>) Bandung<\/a> memastikan, penerapan manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) dalam penataan kawasan Gedung Sate<\/a> dan Lapangan Gasibu<\/a> dilakukan secara terukur dan berbasis kajian teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan bukan merupakan kebijakan sepihak Pemkot Bandung, melainkan hasil sinkronisasi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Ditlantas Polda Jabar Dan Satlantas Polrestabes Bandung sebagai pihak yang memiliki kewenangan manajemen dan rekayasa lalu lintas dalam penataan kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n \u201cPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang Dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,\" ujar Rasdian, Selasa 28 April 2026.<\/p>\n\n\n\n \"Kami di Kota Bandung berperan untuk mengawal implementasi di lapangan agar berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu menjadi bagian dari program strategis Pemprov Jabar dalam menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, terintegrasi, dan ramah bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Salah satu konsekuensinya adalah penutupan ruas Jalan Diponegoro pada segmen inti di antara kedua kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menjawab perubahan tersebut, Dishub Kota Bandung menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk menjaga keseimbangan arus kendaraan dari berbagai arah.<\/p>\n\n\n\n Pola distribusi lalu lintas diatur ulang, dengan memanfaatkan koridor-koridor jalan di sekeliling kawasan sebagai jalur alternatif.<\/p>\n\n\n\n Dari arah utara, arus kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah, kemudian menyebar ke jaringan jalan seperti Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk.<\/p>\n\n\n\n Sementara dari arah timur, kendaraan yang datang dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda akan dialihkan melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu.<\/p>\n\n\n\n Adapun dari arah barat dan selatan, skema pengalihan dilakukan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, serta Jalan Cimanuk untuk kemudian terhubung kembali ke ruas-ruas utama.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat kapasitas jaringan jalan, dilakukan penambahan lajur di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati arah Dago, serta perubahan fungsi Jalan Majapahit menjadi dua arah.<\/p>\n\n\n\n Sumber:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917058830\/penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis<\/a><\/p>\n","post_title":"Penataan Gedung Sate dan Gasibu, Lalu Lintas Diatur Ulang Berbasis Kajian Teknis","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penataan-gedung-sate-dan-gasibu-lalu-lintas-diatur-ulang-berbasis-kajian-teknis","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-28 13:21:26","post_modified_gmt":"2026-04-28 13:21:26","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3841","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3837,"post_author":"3","post_date":"2026-04-28 13:20:27","post_date_gmt":"2026-04-28 13:20:27","post_content":"\n Diskar<\/a> Kota Bandung<\/a> mencatat sebanyak 10 kecamatan<\/a> di Kota Bandung masuk dalam kategori wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran tertinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data terbaru Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung, salah satunya adalah Kecamatan Babakan Ciparay, Sukasari, Lengkong, Andir, Cicendo, Sukajadi, Tanjung Kulon, Coblong, Batununggal, Bandung Kulon, merupakan wilayah dengan kejadian kebakaran tertinggi di Kota Bandung.<\/p>\n\n\n\n Kawasan ini dinilai rawan karena didominasi oleh permukiman padat penduduk serta keberadaan area pergudangan dan usaha, seperti insiden kebakaran gudang rongsok dan konveksi yang beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.<\/p>\n\n\n\n