\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ia berharap, ada dukungan penuh dari pemerintah kota Cimahi untuk bisa memberikan fasilitas yang layak untuk anak spesial ini bisa berlatih dan mengembangkan talenta spesial yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKedepan kami dari Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional Cimahi akan rutin melaksanakan  kegiatan ini sebagai ajang tolak ukur mereka selama berlatih,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap, ada dukungan penuh dari pemerintah kota Cimahi untuk bisa memberikan fasilitas yang layak untuk anak spesial ini bisa berlatih dan mengembangkan talenta spesial yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan festival olahraga disabilitas ini akan menjadi agenda rutin IGPANAS Kota Cimahi yang dilaksanakan setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKedepan kami dari Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional Cimahi akan rutin melaksanakan  kegiatan ini sebagai ajang tolak ukur mereka selama berlatih,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap, ada dukungan penuh dari pemerintah kota Cimahi untuk bisa memberikan fasilitas yang layak untuk anak spesial ini bisa berlatih dan mengembangkan talenta spesial yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cFestival olahraga ini juga dalam rangka untuk menyambut seleksi O2SN yang rutin di selenggarakan oleh dinas pendidikan kota dan provinsi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan festival olahraga disabilitas ini akan menjadi agenda rutin IGPANAS Kota Cimahi yang dilaksanakan setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKedepan kami dari Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional Cimahi akan rutin melaksanakan  kegiatan ini sebagai ajang tolak ukur mereka selama berlatih,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap, ada dukungan penuh dari pemerintah kota Cimahi untuk bisa memberikan fasilitas yang layak untuk anak spesial ini bisa berlatih dan mengembangkan talenta spesial yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cAlhamdulillah peserta sangat antusias sekali karena ada ajang untuk mereka bisa melihat kemampuan bakat spesial di bidang olahraga,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cFestival olahraga ini juga dalam rangka untuk menyambut seleksi O2SN yang rutin di selenggarakan oleh dinas pendidikan kota dan provinsi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan festival olahraga disabilitas ini akan menjadi agenda rutin IGPANAS Kota Cimahi yang dilaksanakan setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKedepan kami dari Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional Cimahi akan rutin melaksanakan  kegiatan ini sebagai ajang tolak ukur mereka selama berlatih,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap, ada dukungan penuh dari pemerintah kota Cimahi untuk bisa memberikan fasilitas yang layak untuk anak spesial ini bisa berlatih dan mengembangkan talenta spesial yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan maksud untuk mencari bakat-bakat baru potensi atlet anak disabilitas di 9 sekolah SLB yang ada di Kota Cimahi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAlhamdulillah peserta sangat antusias sekali karena ada ajang untuk mereka bisa melihat kemampuan bakat spesial di bidang olahraga,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cFestival olahraga ini juga dalam rangka untuk menyambut seleksi O2SN yang rutin di selenggarakan oleh dinas pendidikan kota dan provinsi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan festival olahraga disabilitas ini akan menjadi agenda rutin IGPANAS Kota Cimahi yang dilaksanakan setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKedepan kami dari Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional Cimahi akan rutin melaksanakan  kegiatan ini sebagai ajang tolak ukur mereka selama berlatih,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap, ada dukungan penuh dari pemerintah kota Cimahi untuk bisa memberikan fasilitas yang layak untuk anak spesial ini bisa berlatih dan mengembangkan talenta spesial yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKategori perlombaan diantaranya lempar turbo autis, lari 100 m (tunarungu dan tunagrahitha) serta bocce down syndrome dan tunagrahitha,\u201d katanya, Jumat (24\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan maksud untuk mencari bakat-bakat baru potensi atlet anak disabilitas di 9 sekolah SLB yang ada di Kota Cimahi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAlhamdulillah peserta sangat antusias sekali karena ada ajang untuk mereka bisa melihat kemampuan bakat spesial di bidang olahraga,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cFestival olahraga ini juga dalam rangka untuk menyambut seleksi O2SN yang rutin di selenggarakan oleh dinas pendidikan kota dan provinsi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan festival olahraga disabilitas ini akan menjadi agenda rutin IGPANAS Kota Cimahi yang dilaksanakan setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKedepan kami dari Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional Cimahi akan rutin melaksanakan  kegiatan ini sebagai ajang tolak ukur mereka selama berlatih,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap, ada dukungan penuh dari pemerintah kota Cimahi untuk bisa memberikan fasilitas yang layak untuk anak spesial ini bisa berlatih dan mengembangkan talenta spesial yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ketua IGPANAS Kota Cimahi<\/a>, Guntur Prybadi menjelaskan, para peserta kegiatan festival  olahraga<\/a> disabilitas diikuti peserta dengan antusiasme tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKategori perlombaan diantaranya lempar turbo autis, lari 100 m (tunarungu dan tunagrahitha) serta bocce down syndrome dan tunagrahitha,\u201d katanya, Jumat (24\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan maksud untuk mencari bakat-bakat baru potensi atlet anak disabilitas di 9 sekolah SLB yang ada di Kota Cimahi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAlhamdulillah peserta sangat antusias sekali karena ada ajang untuk mereka bisa melihat kemampuan bakat spesial di bidang olahraga,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cFestival olahraga ini juga dalam rangka untuk menyambut seleksi O2SN yang rutin di selenggarakan oleh dinas pendidikan kota dan provinsi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan festival olahraga disabilitas ini akan menjadi agenda rutin IGPANAS Kota Cimahi yang dilaksanakan setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKedepan kami dari Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional Cimahi akan rutin melaksanakan  kegiatan ini sebagai ajang tolak ukur mereka selama berlatih,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap, ada dukungan penuh dari pemerintah kota Cimahi untuk bisa memberikan fasilitas yang layak untuk anak spesial ini bisa berlatih dan mengembangkan talenta spesial yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional (IGPANAS) Kota <\/a>Cimahi<\/a> sukses menyelenggarakan festival olahraga <\/a>disabilitas<\/a> tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

Ketua IGPANAS Kota Cimahi<\/a>, Guntur Prybadi menjelaskan, para peserta kegiatan festival  olahraga<\/a> disabilitas diikuti peserta dengan antusiasme tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKategori perlombaan diantaranya lempar turbo autis, lari 100 m (tunarungu dan tunagrahitha) serta bocce down syndrome dan tunagrahitha,\u201d katanya, Jumat (24\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan maksud untuk mencari bakat-bakat baru potensi atlet anak disabilitas di 9 sekolah SLB yang ada di Kota Cimahi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAlhamdulillah peserta sangat antusias sekali karena ada ajang untuk mereka bisa melihat kemampuan bakat spesial di bidang olahraga,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cFestival olahraga ini juga dalam rangka untuk menyambut seleksi O2SN yang rutin di selenggarakan oleh dinas pendidikan kota dan provinsi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan festival olahraga disabilitas ini akan menjadi agenda rutin IGPANAS Kota Cimahi yang dilaksanakan setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKedepan kami dari Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional Cimahi akan rutin melaksanakan  kegiatan ini sebagai ajang tolak ukur mereka selama berlatih,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap, ada dukungan penuh dari pemerintah kota Cimahi untuk bisa memberikan fasilitas yang layak untuk anak spesial ini bisa berlatih dan mengembangkan talenta spesial yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional (IGPANAS) Kota <\/a>Cimahi<\/a> sukses menyelenggarakan festival olahraga <\/a>disabilitas<\/a> tahun 2026.<\/p>\n\n\n\n

Ketua IGPANAS Kota Cimahi<\/a>, Guntur Prybadi menjelaskan, para peserta kegiatan festival  olahraga<\/a> disabilitas diikuti peserta dengan antusiasme tinggi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKategori perlombaan diantaranya lempar turbo autis, lari 100 m (tunarungu dan tunagrahitha) serta bocce down syndrome dan tunagrahitha,\u201d katanya, Jumat (24\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan maksud untuk mencari bakat-bakat baru potensi atlet anak disabilitas di 9 sekolah SLB yang ada di Kota Cimahi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAlhamdulillah peserta sangat antusias sekali karena ada ajang untuk mereka bisa melihat kemampuan bakat spesial di bidang olahraga,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cFestival olahraga ini juga dalam rangka untuk menyambut seleksi O2SN yang rutin di selenggarakan oleh dinas pendidikan kota dan provinsi,\u201d imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan festival olahraga disabilitas ini akan menjadi agenda rutin IGPANAS Kota Cimahi yang dilaksanakan setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKedepan kami dari Ikatan Guru Penjas Adaptif Nasional Cimahi akan rutin melaksanakan  kegiatan ini sebagai ajang tolak ukur mereka selama berlatih,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap, ada dukungan penuh dari pemerintah kota Cimahi untuk bisa memberikan fasilitas yang layak untuk anak spesial ini bisa berlatih dan mengembangkan talenta spesial yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial\/<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Komitmen IGPANAS Kota Cimahi Gali Atlet Disabilitas Potensial","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"komitmen-igpanas-kota-cimahi-gali-atlet-disabilitas-potensial","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:48:14","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:48:14","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3812","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3807,"post_author":"3","post_date":"2026-04-24 08:44:31","post_date_gmt":"2026-04-24 08:44:31","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan konsep penataan ulang trotoar dengan desain baru yang lebih tegas, sekaligus mempercepat perbaikan jalan sebagai bagian dari transformasi wajah kota. Percepatan konsep penataan diarahkan untuk mengembalikan fungsi trotoar sebagai ruang aman bagi pejalan kaki serta meningkatkan kualitas infrastruktur secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyatakan dukungannya terhadap gagasan meninggikan trotoar dan membatasi akses  kendaraan<\/a>, dinilai penting untuk menghentikan praktik penyalahgunaan trotoar yang selama ini kerap dijadikan tempat parkir kendaraan hingga lapak pedagang kaki lima.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menjelaskan perubahan desain trotoar bukan sekadar estetika, melainkan upaya konkret menciptakan ketertiban ruang publik. Trotoar yang lebih tinggi dan akses yang dibatasi diharapkan mampu menutup celah bagi kendaraan roda dua maupun roda empat untuk naik ke jalur pejalan kaki.<\/p>\n\n\n\n

Selain persoalan parkir liar, penataan juga menyasar keberadaan pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan. Pemkot menilai kondisi telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki, terutama di kawasan padat aktivitas.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menegaskan rencana penataan masih dalam tahap kajian. Salah satu aspek krusial yang belum dibahas secara mendalam, konsultasi dengan komunitas disabilitas untuk memastikan trotoar tetap inklusif dan ramah bagi semua pengguna.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAksesibilitas tidak boleh diabaikan, meskipun penggunaan fasilitas tertentu oleh penyandang disabilitas mungkin tidak terlalu sering terlihat, prinsip kesetaraan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap perencanaan,\u201d ujar Farhan, Kamis (23\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Panduan Kota & Daerah<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, sebagai acuan, Pemkot Bandung melihat konsep penataan di kawasan Taman Lalu Lintas, contoh ideal ruang publik yang nyaman, aman, dan multifungsi. Area yang dinilai mampu mengakomodasi berbagai aktivitas warga, mulai dari berjalan kaki hingga rekreasi ringan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTrotoar di Bandung tidak hanya berfungsi sebagai jalur pedestrian, tetapi juga ruang sosial yang hidup, mulai menambah penerangan di beberapa titik untuk mendukung aktivitas warga pada malam hari agar tetap aman dan nyaman,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Farhan menambahkan dari sisi teknis, penggunaan material aspal menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan karena lebih efisien dari segi biaya. Namun, ia menyadari material, batu alam atau paving block memiliki nilai estetika yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, upaya pembenahan wajah kota juga dilakukan melalui percepatan perbaikan jalan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Program pembenahan wajah kota menjadi bagian penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas warga sekaligus memperindah tampilan kota.<\/p>\n\n\n\n

Plt Sekretaris DSDABM Kota Bandung, Dini Dianawati menjelaskan pengelolaan jalan di Bandung melibatkan tiga kewenangan, nasional, provinsi, dan kota. Meski berbeda tanggung jawab, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama dalam kondisi darurat yang berdampak pada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Dini mengungkapkan Pemkot Bandung mengedepankan pendekatan responsif dengan menempatkan kebutuhan warga sebagai prioritas utama. Bahkan, dalam situasi tertentu, penanganan jalan tetap dilakukan meski bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota.<\/p>\n\n\n\n

Dini menjelaskan untuk menjamin kualitas, setiap proyek infrastruktur diawasi ketat oleh konsultan pengawas serta melalui evaluasi berlapis, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen hingga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan. Mekanisme sanksi juga disiapkan jika ditemukan pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaya tahan jalan beraspal di Bandung rata-rata mencapai lima tahun, kerusakan sering terjadi lebih cepat akibat faktor eksternal, terutama sistem drainase yang belum optimal dan tingginya curah hujan,\u201d ujar Dini.<\/p>\n\n\n\n

Menurutnya, saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kota Bandung telah melampaui 90 persen. Meski demikian, Pemkot mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas publik agar program penataan dan beautifikasi kota benar-benar menghasilkan perubahan nyata menuju Bandung yang lebih tertib, nyaman, dan geulis.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/strong>https:\/\/www.radarbandung.id\/2026\/04\/24\/trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman\/<\/a><\/p>\n","post_title":"Trotoar Ditata Ulang, Perbaikan Jalan Dipercepat, Strategi Pemkot Bandung Wujudkan Wajah Kota Lebih Tertib dan Nyaman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"trotoar-ditata-ulang-perbaikan-jalan-dipercepat-strategi-pemkot-bandung-wujudkan-wajah-kota-lebih-tertib-dan-nyaman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 08:46:08","post_modified_gmt":"2026-04-27 08:46:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3807","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

Day: April 24, 2026