\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Kementerian Komunikasi dan Digital<\/a> (Komdigi<\/a>) mendorong media massa mengambil peran lebih strategis mengangkat kisah koperasi desa<\/a> sebagai narasi utama pembangunan ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini terungkap di Workshop<\/a> Media bertajuk \u201cCerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna\u201d yang diselenggarakan Direktorat Ekosistem Media di Bandung pada Rabu (22\/4\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga jadi penggerak kesadaran publik terhadap agenda pembangunan berbasis desa.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKomdigi mendukung penguatan komunikasi publik atas program direktif Presiden terkait pembangunan desa, koperasi, dan UMKM. Karena itu, kapasitas media\u2014baik arus utama maupun media lokal\u2014perlu diperkuat agar mampu menghadirkan pemberitaan koperasi desa yang bertanggung jawab, edukatif, jujur, dan objektif,\u201d ujar Farida.<\/p>\n\n\n\n

Workshop ini diikuti oleh jurnalis media lokal dan nasional, perwakilan Koperasi Desa\/Kelurahan Merah Putih, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n

Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas media dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya faktual, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kebermanfaatan publik.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah narasumber lintas sektor pun turut hadir, di antaranya Asisten Deputi Pengelolaan Data Kementerian Koperasi Arnapi, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi Provinsi Jawa Barat Supriadi, serta akademisi Universitas Padjadjaran sekaligus jurnalis Abie Besman. Mereka menyoroti pentingnya sinergi antara koperasi desa, UMKM, dan transformasi digital dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.<\/p>\n\n\n\n

Melalui sesi pemaparan dan diskusi interaktif, peserta dibekali pendekatan storytelling berbasis data dan fakta agar mampu mengemas kisah koperasi desa menjadi produk jurnalistik bernilai berita tinggi. Pendekatan ini diharapkan dapat menggeser pola pemberitaan dari sekadar laporan kegiatan menjadi narasi inspiratif yang menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Komdigi memandang, penguatan kualitas pemberitaan koperasi desa menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang kolaboratif dan berkelanjutan. Dengan dukungan media, kisah-kisah keberhasilan di tingkat desa diharapkan dapat terangkat ke ruang publik sebagai referensi sekaligus penggerak ekonomi rakyat.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917033397\/perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Perkuat Peran Media, Komdigi Dorong Peran Media pada Koperasi Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perkuat-peran-media-komdigi-dorong-peran-media-pada-koperasi-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:17:18","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:17:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3805","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3801,"post_author":"3","post_date":"2026-04-23 05:15:21","post_date_gmt":"2026-04-23 05:15:21","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai menyiapkan anggaran<\/a> sebesar Rp28 miliar untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan kepala desa<\/a> (Pilkades<\/a>) serentak tahun 2027 yang akan berlangsung di 112 desa. <\/p>\n\n\n\n

Dana tersebut dirancang untuk membiayai seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan panitia, hingga proses pemungutan suara di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bandung Barat, Dudi Supriadi, menjelaskan bahwa usulan anggaran itu diajukan demi menjamin kelancaran pesta demokrasi di tingkat desa. Dengan jumlah pemilih yang diperkirakan melampaui 900 ribu orang, kebutuhan biaya dinilai cukup besar.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAnggaran itu kami siapkan agar setiap tahapan Pilkades dapat berjalan tertib dan lancar,\u201d ujarnya saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, besaran dana tersebut disesuaikan dengan luasnya cakupan pelaksanaan yang melibatkan ratusan desa serta jumlah pemilih yang signifikan. Anggaran akan digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk penyediaan logistik, operasional panitia, hingga dukungan pengamanan selama proses berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Selain fokus pada persiapan teknis, DPMD juga mulai menelaah kemungkinan penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik atau e-voting. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, penerapannya tidak akan dilakukan secara serentak di seluruh desa. Menurut Dudi, penggunaan e-voting akan disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta kemampuan masyarakat di masing-masing wilayah.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDaerah yang dinilai siap dari sisi sarana dan sumber daya manusia akan menjadi prioritas. Sementara yang belum siap tetap menggunakan metode manual,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Saat ini, kajian terkait e-voting masih terus dilakukan, terutama menyangkut kesiapan teknologi dan tingkat literasi digital masyarakat desa.<\/p>\n\n\n\n

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Bandung Barat juga tengah menyusun regulasi baru berupa Peraturan Bupati. Aturan ini diperlukan sebagai penyesuaian dari regulasi sebelumnya yang masih mengacu pada sistem konvensional.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, terkait potensi kerawanan, pihaknya berencana melakukan pemetaan konflik menjelang pelaksanaan Pilkades. Kendati demikian, koordinasi dengan berbagai pihak sudah mulai dilakukan sejak dini guna menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemetaan konflik kemungkinan dilakukan pada awal 2027. Harapannya seluruh elemen masyarakat bisa bersama menjaga keamanan dan ketertiban,\u201d pungkasnya. <\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917035974\/rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa<\/a><\/p>\n","post_title":"Rp28 Miliar Disiapkan, Pilkades Serentak 2027 di Bandung Barat Sasar 112 Desa","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"rp28-miliar-disiapkan-pilkades-serentak-2027-di-bandung-barat-sasar-112-desa","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-27 05:16:23","post_modified_gmt":"2026-04-27 05:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3801","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

Day: April 23, 2026