Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung
Polisi masih memburu pelaku pembunuhan di Jalan Sandang, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, pada Jumat, 17 April 2026, dini hari. Korban merupakan seorang pria berinisial M...
\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n
Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n
\u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n
SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917012922\/polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung<\/a><\/p>\n","post_title":"Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:36:58","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:36:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3780","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi. Petugas juga mengumpulkan barang bukti serta menghubungi tim Inafis untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917012922\/polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung<\/a><\/p>\n","post_title":"Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:36:58","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:36:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3780","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \"Sebelum terjadi kejadian saksi melihat di dekat kamar mandi ada sepeda motor namun setelah di ketahui kejadian tersebut sepeda motor sudah tidak ada di tempat semula,\" ucap Kanit Reskrim Polsek Cinambo, Iptu Mulyana Winata.<\/p>\n\n\n\n Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi. Petugas juga mengumpulkan barang bukti serta menghubungi tim Inafis untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917012922\/polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung<\/a><\/p>\n","post_title":"Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:36:58","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:36:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3780","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Setelah mendapat informasi adanya pembacokan, warga melaporkannya ke petugas kepolisian. Mereka selanjutnya kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.<\/p>\n\n\n\n \"Sebelum terjadi kejadian saksi melihat di dekat kamar mandi ada sepeda motor namun setelah di ketahui kejadian tersebut sepeda motor sudah tidak ada di tempat semula,\" ucap Kanit Reskrim Polsek Cinambo, Iptu Mulyana Winata.<\/p>\n\n\n\n Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi. Petugas juga mengumpulkan barang bukti serta menghubungi tim Inafis untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917012922\/polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung<\/a><\/p>\n","post_title":"Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:36:58","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:36:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3780","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Untuk diketahui, kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar keributan di lokasi. Warga kemudian memberi tahu aparat kewilayahan dan mendatangi kontrakan untuk memastikan situasi.<\/p>\n\n\n\n Setelah mendapat informasi adanya pembacokan, warga melaporkannya ke petugas kepolisian. Mereka selanjutnya kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.<\/p>\n\n\n\n \"Sebelum terjadi kejadian saksi melihat di dekat kamar mandi ada sepeda motor namun setelah di ketahui kejadian tersebut sepeda motor sudah tidak ada di tempat semula,\" ucap Kanit Reskrim Polsek Cinambo, Iptu Mulyana Winata.<\/p>\n\n\n\n Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi. Petugas juga mengumpulkan barang bukti serta menghubungi tim Inafis untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917012922\/polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung<\/a><\/p>\n","post_title":"Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:36:58","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:36:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3780","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \"Masih dalam pengejaran, gabungan Polsek Cinambo dan Polrestabes Bandung,\" kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu, 18 April 2026.<\/p>\n\n\n\n Untuk diketahui, kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar keributan di lokasi. Warga kemudian memberi tahu aparat kewilayahan dan mendatangi kontrakan untuk memastikan situasi.<\/p>\n\n\n\n Setelah mendapat informasi adanya pembacokan, warga melaporkannya ke petugas kepolisian. Mereka selanjutnya kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.<\/p>\n\n\n\n \"Sebelum terjadi kejadian saksi melihat di dekat kamar mandi ada sepeda motor namun setelah di ketahui kejadian tersebut sepeda motor sudah tidak ada di tempat semula,\" ucap Kanit Reskrim Polsek Cinambo, Iptu Mulyana Winata.<\/p>\n\n\n\n Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi. Petugas juga mengumpulkan barang bukti serta menghubungi tim Inafis untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917012922\/polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung<\/a><\/p>\n","post_title":"Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:36:58","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:36:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3780","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitaran lokasi kejadian. Dia menyebut penyidik telah memegang identitas pelaku.<\/p>\n\n\n\n \"Masih dalam pengejaran, gabungan Polsek Cinambo dan Polrestabes Bandung,\" kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu, 18 April 2026.<\/p>\n\n\n\n Untuk diketahui, kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar keributan di lokasi. Warga kemudian memberi tahu aparat kewilayahan dan mendatangi kontrakan untuk memastikan situasi.<\/p>\n\n\n\n Setelah mendapat informasi adanya pembacokan, warga melaporkannya ke petugas kepolisian. Mereka selanjutnya kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.<\/p>\n\n\n\n \"Sebelum terjadi kejadian saksi melihat di dekat kamar mandi ada sepeda motor namun setelah di ketahui kejadian tersebut sepeda motor sudah tidak ada di tempat semula,\" ucap Kanit Reskrim Polsek Cinambo, Iptu Mulyana Winata.<\/p>\n\n\n\n Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi. Petugas juga mengumpulkan barang bukti serta menghubungi tim Inafis untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917012922\/polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung<\/a><\/p>\n","post_title":"Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:36:58","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:36:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3780","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kanit Reskrim Polsek Cinambo Iptu Mulyana Winata mengatakan pihaknya masih menangani kasus tersebut. Serangkaian upaya penyelidikan masih dilakukan guna melacak keberadaan pelaku.<\/p>\n\n\n\n Pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitaran lokasi kejadian. Dia menyebut penyidik telah memegang identitas pelaku.<\/p>\n\n\n\n \"Masih dalam pengejaran, gabungan Polsek Cinambo dan Polrestabes Bandung,\" kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu, 18 April 2026.<\/p>\n\n\n\n Untuk diketahui, kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar keributan di lokasi. Warga kemudian memberi tahu aparat kewilayahan dan mendatangi kontrakan untuk memastikan situasi.<\/p>\n\n\n\n Setelah mendapat informasi adanya pembacokan, warga melaporkannya ke petugas kepolisian. Mereka selanjutnya kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.<\/p>\n\n\n\n \"Sebelum terjadi kejadian saksi melihat di dekat kamar mandi ada sepeda motor namun setelah di ketahui kejadian tersebut sepeda motor sudah tidak ada di tempat semula,\" ucap Kanit Reskrim Polsek Cinambo, Iptu Mulyana Winata.<\/p>\n\n\n\n Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi. Petugas juga mengumpulkan barang bukti serta menghubungi tim Inafis untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917012922\/polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung<\/a><\/p>\n","post_title":"Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:36:58","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:36:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3780","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Polisi<\/a> masih memburu pelaku pembunuhan<\/a> di Jalan Sandang, Kecamatan Cinambo<\/a>, Kota Bandung<\/a>, pada Jumat, 17 April 2026, dini hari. Korban merupakan seorang pria berinisial M (40) yang ditemukan tak bernyawa di dalam kontrakan dengan luka sayatan diduga akibat senjata tajam.<\/p>\n\n\n\n Kanit Reskrim Polsek Cinambo Iptu Mulyana Winata mengatakan pihaknya masih menangani kasus tersebut. Serangkaian upaya penyelidikan masih dilakukan guna melacak keberadaan pelaku.<\/p>\n\n\n\n Pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitaran lokasi kejadian. Dia menyebut penyidik telah memegang identitas pelaku.<\/p>\n\n\n\n \"Masih dalam pengejaran, gabungan Polsek Cinambo dan Polrestabes Bandung,\" kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu, 18 April 2026.<\/p>\n\n\n\n Untuk diketahui, kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar keributan di lokasi. Warga kemudian memberi tahu aparat kewilayahan dan mendatangi kontrakan untuk memastikan situasi.<\/p>\n\n\n\n Setelah mendapat informasi adanya pembacokan, warga melaporkannya ke petugas kepolisian. Mereka selanjutnya kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.<\/p>\n\n\n\n \"Sebelum terjadi kejadian saksi melihat di dekat kamar mandi ada sepeda motor namun setelah di ketahui kejadian tersebut sepeda motor sudah tidak ada di tempat semula,\" ucap Kanit Reskrim Polsek Cinambo, Iptu Mulyana Winata.<\/p>\n\n\n\n Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi. Petugas juga mengumpulkan barang bukti serta menghubungi tim Inafis untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917012922\/polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung<\/a><\/p>\n","post_title":"Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:36:58","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:36:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3780","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917011760\/14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino?page=2<\/a><\/p>\n","post_title":"14 Kecamatan Terancam Kekeringan, BPBD KBB Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Godzilla El Nino","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"14-kecamatan-terancam-kekeringan-bpbd-kbb-siapkan-langkah-terpadu-hadapi-godzilla-el-nino","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:35:01","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:35:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3776","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n <\/p>\n\n\n\n Polisi<\/a> masih memburu pelaku pembunuhan<\/a> di Jalan Sandang, Kecamatan Cinambo<\/a>, Kota Bandung<\/a>, pada Jumat, 17 April 2026, dini hari. Korban merupakan seorang pria berinisial M (40) yang ditemukan tak bernyawa di dalam kontrakan dengan luka sayatan diduga akibat senjata tajam.<\/p>\n\n\n\n Kanit Reskrim Polsek Cinambo Iptu Mulyana Winata mengatakan pihaknya masih menangani kasus tersebut. Serangkaian upaya penyelidikan masih dilakukan guna melacak keberadaan pelaku.<\/p>\n\n\n\n Pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitaran lokasi kejadian. Dia menyebut penyidik telah memegang identitas pelaku.<\/p>\n\n\n\n \"Masih dalam pengejaran, gabungan Polsek Cinambo dan Polrestabes Bandung,\" kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu, 18 April 2026.<\/p>\n\n\n\n Untuk diketahui, kejadian tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar keributan di lokasi. Warga kemudian memberi tahu aparat kewilayahan dan mendatangi kontrakan untuk memastikan situasi.<\/p>\n\n\n\n Setelah mendapat informasi adanya pembacokan, warga melaporkannya ke petugas kepolisian. Mereka selanjutnya kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi korban.<\/p>\n\n\n\n \"Sebelum terjadi kejadian saksi melihat di dekat kamar mandi ada sepeda motor namun setelah di ketahui kejadian tersebut sepeda motor sudah tidak ada di tempat semula,\" ucap Kanit Reskrim Polsek Cinambo, Iptu Mulyana Winata.<\/p>\n\n\n\n Polisi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa para saksi. Petugas juga mengumpulkan barang bukti serta menghubungi tim Inafis untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/www.ayobandung.com\/bandung-raya\/7917012922\/polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung<\/a><\/p>\n","post_title":"Polisi Buru Pelaku Pembunuhan di Cinambo Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polisi-buru-pelaku-pembunuhan-di-cinambo-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-04-25 12:36:58","post_modified_gmt":"2026-04-25 12:36:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3780","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3776,"post_author":"3","post_date":"2026-04-18 12:25:43","post_date_gmt":"2026-04-18 12:25:43","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan pemetaan BPBD, dari 16 kecamatan di KBB, sebanyak 14 kecamatan masuk wilayah dengan kategori risiko tinggi bencana kekeringan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n Dua kecamatan lainnya yakni Batujajar dan Saguling, masuk wilayah dengan potensi kekeringan sedang.<\/p>\n\n\n\n Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bandung Barat, Dedi Supriadi, mengatakan pihaknya akan mengedepankan langkah mitigasi terpadu lintas sektor guna menekan dampak kekeringan yang berpotensi meluas di seluruh kecamatan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami tidak bisa bekerja sendiri. Mitigasi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari pengelolaan air, pertanian, hingga kesiapsiagaan kebakaran,\u201d ujar Dedi saat dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n Dalam sektor sumber daya air, BPBD akan mendorong optimalisasi tata kelola air di waduk dan bendungan sebagai langkah awal mengantisipasi krisis air bersih.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kesiapsiagaan darurat juga disiapkan sejak dini, termasuk penyediaan tangki air bersih untuk masyarakat terdampak serta langkah antisipasi sebelum puncak musim kemarau terjadi.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita siapkan skenario distribusi air bersih dan pemetaan wilayah prioritas. Jangan sampai saat krisis terjadi, kita terlambat bergerak,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n Di sektor pertanian, BPBD akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penyesuaian kalender tanam serta pemilihan varietas benih yang lebih tahan terhadap kondisi kering.<\/p>\n\n\n\n Langkah ini dinilai penting untuk menekan risiko gagal panen yang kerap terjadi saat musim kemarau panjang.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenyesuaian pola tanam harus dilakukan. Ini untuk menghindari kerugian besar di sektor pertanian,\u201d kata Dedi.<\/p>\n\n\n\n Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a>) Kabupaten Bandung Barat<\/a> mulai mematangkan strategi mitigasi menghadapi ancaman fenomena El Nino<\/a> yang diprediksi berdampak signifikan pada musim kemarau<\/a> 2026.<\/p>\n\n\n\n