Sinergi DPRD KBB dan TNI Jadi Modal Penting Penguatan Ketahanan Wilayah
Pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah semata, tetapi juga oleh kuatnya koordinasi antar lembaga yang memiliki peran berbeda...
\"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n
SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan<\/a> kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Salah satunya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT\/RW.<\/p>\n\n\n\n Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan<\/a> kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT\/RW.<\/p>\n\n\n\n Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan<\/a> kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dengan koordinasi yang terus terjaga, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat dapat dikelola dengan lebih baik. Pada akhirnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih terarah, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n","post_title":"Sinergi DPRD KBB dan TNI Jadi Modal Penting Penguatan Ketahanan Wilayah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sinergi-dprd-kbb-dan-tni-jadi-modal-penting-penguatan-ketahanan-wilayah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-15 12:45:42","post_modified_gmt":"2026-03-15 12:45:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3607","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3591,"post_author":"3","post_date":"2026-03-09 08:43:29","post_date_gmt":"2026-03-09 08:43:29","post_content":"\n Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT\/RW.<\/p>\n\n\n\n Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan<\/a> kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerja antara berbagai unsur lembaga di Kabupaten Bandung Barat dapat semakin solid. Sinergi yang terbangun tidak hanya bermanfaat bagi kelancaran kegiatan pendidikan Seskoad, tetapi juga memberikan dampak positif dalam memperkuat koordinasi pembangunan daerah serta menjaga kondisi wilayah yang aman dan kondusif bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan koordinasi yang terus terjaga, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat dapat dikelola dengan lebih baik. Pada akhirnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih terarah, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n","post_title":"Sinergi DPRD KBB dan TNI Jadi Modal Penting Penguatan Ketahanan Wilayah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sinergi-dprd-kbb-dan-tni-jadi-modal-penting-penguatan-ketahanan-wilayah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-15 12:45:42","post_modified_gmt":"2026-03-15 12:45:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3607","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3591,"post_author":"3","post_date":"2026-03-09 08:43:29","post_date_gmt":"2026-03-09 08:43:29","post_content":"\n Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT\/RW.<\/p>\n\n\n\n Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan<\/a> kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ketahanan wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, ekonomi, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerja antara berbagai unsur lembaga di Kabupaten Bandung Barat dapat semakin solid. Sinergi yang terbangun tidak hanya bermanfaat bagi kelancaran kegiatan pendidikan Seskoad, tetapi juga memberikan dampak positif dalam memperkuat koordinasi pembangunan daerah serta menjaga kondisi wilayah yang aman dan kondusif bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan koordinasi yang terus terjaga, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat dapat dikelola dengan lebih baik. Pada akhirnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih terarah, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n","post_title":"Sinergi DPRD KBB dan TNI Jadi Modal Penting Penguatan Ketahanan Wilayah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sinergi-dprd-kbb-dan-tni-jadi-modal-penting-penguatan-ketahanan-wilayah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-15 12:45:42","post_modified_gmt":"2026-03-15 12:45:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3607","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3591,"post_author":"3","post_date":"2026-03-09 08:43:29","post_date_gmt":"2026-03-09 08:43:29","post_content":"\n Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT\/RW.<\/p>\n\n\n\n Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan<\/a> kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kehadiran DPRD Kabupaten Bandung Barat dalam forum tersebut menjadi bagian dari peran lembaga legislatif daerah dalam memastikan bahwa berbagai proses perencanaan dan kerja sama lintas lembaga berjalan secara selaras dengan kebutuhan masyarakat. DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan penganggaran, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunikasi antar institusi yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.<\/p>\n\n\n\n Kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ketahanan wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, ekonomi, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerja antara berbagai unsur lembaga di Kabupaten Bandung Barat dapat semakin solid. Sinergi yang terbangun tidak hanya bermanfaat bagi kelancaran kegiatan pendidikan Seskoad, tetapi juga memberikan dampak positif dalam memperkuat koordinasi pembangunan daerah serta menjaga kondisi wilayah yang aman dan kondusif bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan koordinasi yang terus terjaga, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat dapat dikelola dengan lebih baik. Pada akhirnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih terarah, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n","post_title":"Sinergi DPRD KBB dan TNI Jadi Modal Penting Penguatan Ketahanan Wilayah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sinergi-dprd-kbb-dan-tni-jadi-modal-penting-penguatan-ketahanan-wilayah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-15 12:45:42","post_modified_gmt":"2026-03-15 12:45:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3607","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3591,"post_author":"3","post_date":"2026-03-09 08:43:29","post_date_gmt":"2026-03-09 08:43:29","post_content":"\n Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT\/RW.<\/p>\n\n\n\n Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan<\/a> kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat, forum koordinasi seperti ini memiliki arti yang cukup penting. Selain menjadi bagian dari kegiatan pendidikan bagi para peserta Seskoad, diskusi yang berlangsung juga membuka ruang pertukaran pandangan antara unsur pertahanan dan pemerintah daerah terkait potensi serta tantangan pembangunan wilayah. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, berbagai kebijakan maupun langkah strategis yang diambil ke depan diharapkan dapat lebih tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n Kehadiran DPRD Kabupaten Bandung Barat dalam forum tersebut menjadi bagian dari peran lembaga legislatif daerah dalam memastikan bahwa berbagai proses perencanaan dan kerja sama lintas lembaga berjalan secara selaras dengan kebutuhan masyarakat. DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan penganggaran, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunikasi antar institusi yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.<\/p>\n\n\n\n Kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ketahanan wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, ekonomi, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerja antara berbagai unsur lembaga di Kabupaten Bandung Barat dapat semakin solid. Sinergi yang terbangun tidak hanya bermanfaat bagi kelancaran kegiatan pendidikan Seskoad, tetapi juga memberikan dampak positif dalam memperkuat koordinasi pembangunan daerah serta menjaga kondisi wilayah yang aman dan kondusif bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan koordinasi yang terus terjaga, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat dapat dikelola dengan lebih baik. Pada akhirnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih terarah, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n","post_title":"Sinergi DPRD KBB dan TNI Jadi Modal Penting Penguatan Ketahanan Wilayah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sinergi-dprd-kbb-dan-tni-jadi-modal-penting-penguatan-ketahanan-wilayah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-15 12:45:42","post_modified_gmt":"2026-03-15 12:45:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3607","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3591,"post_author":"3","post_date":"2026-03-09 08:43:29","post_date_gmt":"2026-03-09 08:43:29","post_content":"\n Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT\/RW.<\/p>\n\n\n\n Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan<\/a> kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pendidikan strategis yang akan berlangsung di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Melalui forum ini, berbagai pihak dapat menyamakan pemahaman mengenai potensi wilayah, kondisi sosial masyarakat, hingga dinamika pembangunan daerah yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan KKL tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat, forum koordinasi seperti ini memiliki arti yang cukup penting. Selain menjadi bagian dari kegiatan pendidikan bagi para peserta Seskoad, diskusi yang berlangsung juga membuka ruang pertukaran pandangan antara unsur pertahanan dan pemerintah daerah terkait potensi serta tantangan pembangunan wilayah. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, berbagai kebijakan maupun langkah strategis yang diambil ke depan diharapkan dapat lebih tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n Kehadiran DPRD Kabupaten Bandung Barat dalam forum tersebut menjadi bagian dari peran lembaga legislatif daerah dalam memastikan bahwa berbagai proses perencanaan dan kerja sama lintas lembaga berjalan secara selaras dengan kebutuhan masyarakat. DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan penganggaran, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunikasi antar institusi yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.<\/p>\n\n\n\n Kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ketahanan wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, ekonomi, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerja antara berbagai unsur lembaga di Kabupaten Bandung Barat dapat semakin solid. Sinergi yang terbangun tidak hanya bermanfaat bagi kelancaran kegiatan pendidikan Seskoad, tetapi juga memberikan dampak positif dalam memperkuat koordinasi pembangunan daerah serta menjaga kondisi wilayah yang aman dan kondusif bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan koordinasi yang terus terjaga, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat dapat dikelola dengan lebih baik. Pada akhirnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih terarah, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n","post_title":"Sinergi DPRD KBB dan TNI Jadi Modal Penting Penguatan Ketahanan Wilayah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sinergi-dprd-kbb-dan-tni-jadi-modal-penting-penguatan-ketahanan-wilayah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-15 12:45:42","post_modified_gmt":"2026-03-15 12:45:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3607","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3591,"post_author":"3","post_date":"2026-03-09 08:43:29","post_date_gmt":"2026-03-09 08:43:29","post_content":"\n Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT\/RW.<\/p>\n\n\n\n Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan<\/a> kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Semangat kolaborasi tersebut terlihat dalam rapat koordinasi awal rencana kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan Seskoad Dikreg 67 Tahun Anggaran 2026<\/strong> yang diselenggarakan oleh Kodim 0609\/Cimahi<\/strong> di Ruang Bima Kodim 0609\/Cimahi, Senin (9\/3\/2026). Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0609\/Cimahi, Letnan Kolonel Inf Ratno, S.H., M.I.P.<\/strong>, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah serta instansi terkait di wilayah Kabupaten Bandung Barat, termasuk perwakilan dari Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pendidikan strategis yang akan berlangsung di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Melalui forum ini, berbagai pihak dapat menyamakan pemahaman mengenai potensi wilayah, kondisi sosial masyarakat, hingga dinamika pembangunan daerah yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan KKL tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat, forum koordinasi seperti ini memiliki arti yang cukup penting. Selain menjadi bagian dari kegiatan pendidikan bagi para peserta Seskoad, diskusi yang berlangsung juga membuka ruang pertukaran pandangan antara unsur pertahanan dan pemerintah daerah terkait potensi serta tantangan pembangunan wilayah. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, berbagai kebijakan maupun langkah strategis yang diambil ke depan diharapkan dapat lebih tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n Kehadiran DPRD Kabupaten Bandung Barat dalam forum tersebut menjadi bagian dari peran lembaga legislatif daerah dalam memastikan bahwa berbagai proses perencanaan dan kerja sama lintas lembaga berjalan secara selaras dengan kebutuhan masyarakat. DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan penganggaran, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunikasi antar institusi yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.<\/p>\n\n\n\n Kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ketahanan wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, ekonomi, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerja antara berbagai unsur lembaga di Kabupaten Bandung Barat dapat semakin solid. Sinergi yang terbangun tidak hanya bermanfaat bagi kelancaran kegiatan pendidikan Seskoad, tetapi juga memberikan dampak positif dalam memperkuat koordinasi pembangunan daerah serta menjaga kondisi wilayah yang aman dan kondusif bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan koordinasi yang terus terjaga, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat dapat dikelola dengan lebih baik. Pada akhirnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih terarah, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n","post_title":"Sinergi DPRD KBB dan TNI Jadi Modal Penting Penguatan Ketahanan Wilayah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sinergi-dprd-kbb-dan-tni-jadi-modal-penting-penguatan-ketahanan-wilayah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-15 12:45:42","post_modified_gmt":"2026-03-15 12:45:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3607","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3591,"post_author":"3","post_date":"2026-03-09 08:43:29","post_date_gmt":"2026-03-09 08:43:29","post_content":"\n Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT\/RW.<\/p>\n\n\n\n Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan penyerahan simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan<\/a> kepada para pekerja informal di lingkungan Perumahan Eramas 2000, Jakarta Timur, Minggu (8\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan dilakukan langsung Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu juga sekaligus menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta yang meninggal dunia.<\/p>\n\n\n\n \"Kami ingin memastikan bahwa layanan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya tersedia di kantor layanan tapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui pendekatan jemput bola agar semakin banyak pekerja dapat terlindungi,\" kata Saiful dalam keterangan resminya, Senin (9\/3\/2026).<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, pendekatan komunitas menjadi strategi penting karena banyak pekerja informal berada sangat dekat dengan lingkungan sosial seperti tetangga, pedagang, pengurus lingkungan, maupun komunitas masyarakat lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Tanpa kita sadari, orang-orang di sekitar kita ternyata masih rentan dan belum terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan. Karenanya perlindungan pekerja bisa dimulai dari lingkungan terdekat dengan saling mengingatkan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, komunitas seperti lingkungan RT\/RW dan kegiatan di masjid merupakan simpul penting dalam menjangkau pekerja secara lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Menurutnya, melalui komunitas seperti mesjid dan RT\/RW dapat membangun kesadaran bersama bahwa perlindungan pekerja adalah kebutuhan bersama.<\/p>\n\n\n\n \"Dengan pendekatan ini diharapkan semakin banyak pekerja yang memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Dalam kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian masing-masing sebesar Rp42 juta kepada ahli waris dari almarhum Suswoyo dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Duren Sawit, almarhum Hadi Alamsyah pengurus RT\/RW Kelurahan Pondok Kelapa, serta almarhumah Ratna yang berprofesi sebagai pedagang.<\/p>\n\n\n\n Saiful juga mengajak para pekerja untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan iuran bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU).<\/p>\n\n\n\n Apalagi, Pemerintah telah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian bagi peserta BPU melalui PP Nomor 50 Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n \"Momentum ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk memperoleh perlindungan dengan iuran yang terjangkau namun manfaatnya sangat besar,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Deny Yusyulian menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program dengan memperkuat sinergi bersama komunitas, khususnya masjid.<\/p>\n\n\n\n Menurut Deny, salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan sistem pembayaran melalui QRIS yang akan disebarkan di masjid-masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Kami menyiapkan QRIS yang dapat ditempatkan di masjid sebagai sarana bagi masyarakat yang ingin bersedekah untuk membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dan peserta BPU di lingkungan sekitar masjid,\" kata Deny.<\/p>\n\n\n\n Ia berharap inisiatif tersebut dapat memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dalam melindungi para pekerja di lingkungan sekitar.<\/p>\n\n\n\n Senada, Ketua DKM Masjid Al Akbar Deden Edi Soetrisna memastikan, pengurus masjid juga mendorong perlindungan jaminan sosial bagi para pelayan masyarakat di lingkungan masjid.<\/p>\n\n\n\n \"Caranya dengan mengikutsertakan imam, marbot, guru ngaji, serta perangkat RT dan RW dalam program BPJS Ketenagakerjaan segmen BPU,\" ucapnya.<\/p>\n\n\n\n SUMBER:https:\/\/rm.id\/baca-berita\/ekonomi-bisnis\/303528\/perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Komunitas Masjid","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"perluas-perlindungan-pekerja-bpjs-ketenagakerjaan-gandeng-komunitas-masjid","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-11 09:19:49","post_modified_gmt":"2026-03-11 09:19:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3591","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah semata, tetapi juga oleh kuatnya koordinasi antar lembaga yang memiliki peran berbeda namun saling melengkapi. Ketika pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan unsur pertahanan dapat duduk bersama dalam satu forum, maka berbagai kebijakan pembangunan dapat dirancang dengan pemahaman wilayah yang lebih menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n Semangat kolaborasi tersebut terlihat dalam rapat koordinasi awal rencana kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan Seskoad Dikreg 67 Tahun Anggaran 2026<\/strong> yang diselenggarakan oleh Kodim 0609\/Cimahi<\/strong> di Ruang Bima Kodim 0609\/Cimahi, Senin (9\/3\/2026). Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 0609\/Cimahi, Letnan Kolonel Inf Ratno, S.H., M.I.P.<\/strong>, dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah serta instansi terkait di wilayah Kabupaten Bandung Barat, termasuk perwakilan dari Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pendidikan strategis yang akan berlangsung di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Melalui forum ini, berbagai pihak dapat menyamakan pemahaman mengenai potensi wilayah, kondisi sosial masyarakat, hingga dinamika pembangunan daerah yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan KKL tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat Kabupaten Bandung Barat, forum koordinasi seperti ini memiliki arti yang cukup penting. Selain menjadi bagian dari kegiatan pendidikan bagi para peserta Seskoad, diskusi yang berlangsung juga membuka ruang pertukaran pandangan antara unsur pertahanan dan pemerintah daerah terkait potensi serta tantangan pembangunan wilayah. Dengan pemahaman yang lebih komprehensif, berbagai kebijakan maupun langkah strategis yang diambil ke depan diharapkan dapat lebih tepat sasaran.<\/p>\n\n\n\n Kehadiran DPRD Kabupaten Bandung Barat dalam forum tersebut menjadi bagian dari peran lembaga legislatif daerah dalam memastikan bahwa berbagai proses perencanaan dan kerja sama lintas lembaga berjalan secara selaras dengan kebutuhan masyarakat. DPRD tidak hanya menjalankan fungsi legislasi dan penganggaran, tetapi juga berperan dalam memperkuat komunikasi antar institusi yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah.<\/p>\n\n\n\n Kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ketahanan wilayah tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup ketahanan sosial, ekonomi, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n Melalui kegiatan ini diharapkan hubungan kerja antara berbagai unsur lembaga di Kabupaten Bandung Barat dapat semakin solid. Sinergi yang terbangun tidak hanya bermanfaat bagi kelancaran kegiatan pendidikan Seskoad, tetapi juga memberikan dampak positif dalam memperkuat koordinasi pembangunan daerah serta menjaga kondisi wilayah yang aman dan kondusif bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Dengan koordinasi yang terus terjaga, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bandung Barat dapat dikelola dengan lebih baik. Pada akhirnya, kerja sama lintas lembaga seperti ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang lebih terarah, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n","post_title":"Sinergi DPRD KBB dan TNI Jadi Modal Penting Penguatan Ketahanan Wilayah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sinergi-dprd-kbb-dan-tni-jadi-modal-penting-penguatan-ketahanan-wilayah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-03-15 12:45:42","post_modified_gmt":"2026-03-15 12:45:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3607","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3591,"post_author":"3","post_date":"2026-03-09 08:43:29","post_date_gmt":"2026-03-09 08:43:29","post_content":"\n Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya berkolaborasi dengan komunitas masyarakat seperti masjid serta pengurus lingkungan RT\/RW.<\/p>\n\n\n\n