\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ditenagai oleh mesin DM01 Red Bull Ford \u2013 sebagai penghormatan kepada pendiri Red Bull yang telah meninggal, Dietrich Mateschitz \u2013 RB22 memenuhi regulasi sasis dan mesin F1 yang baru, dilengkapi dengan aerodinamika aktif dan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga pembakaran dan listrik.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Uji coba pramusim pertama dimulai pada Senin di Barcelona, dengan semua tim berhak melakukan uji coba selama tiga hari antara 26 Januari dan 30 Januari, dan Red Bull memperlihatkan foto-foto pertama mobil barunya sesaat sebelum lampu hijau menyala di pitlane.<\/em><\/p>\n\n\n\n

Ditenagai oleh mesin DM01 Red Bull Ford \u2013 sebagai penghormatan kepada pendiri Red Bull yang telah meninggal, Dietrich Mateschitz \u2013 RB22 memenuhi regulasi sasis dan mesin F1 yang baru, dilengkapi dengan aerodinamika aktif dan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga pembakaran dan listrik.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Tim yang berbasis di Milton Keynes sebelumnya telah memperlihatkan desain livery<\/em>-nya pada 15 Januari di acara di Detroit, Michigan, tempat mitra mesin barunya, Ford, bermarkas, namun mobil sebenarnya masih belum terlihat.<\/p>\n\n\n\n

Uji coba pramusim pertama dimulai pada Senin di Barcelona, dengan semua tim berhak melakukan uji coba selama tiga hari antara 26 Januari dan 30 Januari, dan Red Bull memperlihatkan foto-foto pertama mobil barunya sesaat sebelum lampu hijau menyala di pitlane.<\/em><\/p>\n\n\n\n

Ditenagai oleh mesin DM01 Red Bull Ford \u2013 sebagai penghormatan kepada pendiri Red Bull yang telah meninggal, Dietrich Mateschitz \u2013 RB22 memenuhi regulasi sasis dan mesin F1 yang baru, dilengkapi dengan aerodinamika aktif dan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga pembakaran dan listrik.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Red Bull telah mengungkap mobil Formula 1 RB22-nya untuk musim 2026.<\/p>\n\n\n\n

Tim yang berbasis di Milton Keynes sebelumnya telah memperlihatkan desain livery<\/em>-nya pada 15 Januari di acara di Detroit, Michigan, tempat mitra mesin barunya, Ford, bermarkas, namun mobil sebenarnya masih belum terlihat.<\/p>\n\n\n\n

Uji coba pramusim pertama dimulai pada Senin di Barcelona, dengan semua tim berhak melakukan uji coba selama tiga hari antara 26 Januari dan 30 Januari, dan Red Bull memperlihatkan foto-foto pertama mobil barunya sesaat sebelum lampu hijau menyala di pitlane.<\/em><\/p>\n\n\n\n

Ditenagai oleh mesin DM01 Red Bull Ford \u2013 sebagai penghormatan kepada pendiri Red Bull yang telah meninggal, Dietrich Mateschitz \u2013 RB22 memenuhi regulasi sasis dan mesin F1 yang baru, dilengkapi dengan aerodinamika aktif dan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga pembakaran dan listrik.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Red Bull telah mengungkap mobil Formula 1 RB22-nya untuk musim 2026.<\/p>\n\n\n\n

Tim yang berbasis di Milton Keynes sebelumnya telah memperlihatkan desain livery<\/em>-nya pada 15 Januari di acara di Detroit, Michigan, tempat mitra mesin barunya, Ford, bermarkas, namun mobil sebenarnya masih belum terlihat.<\/p>\n\n\n\n

Uji coba pramusim pertama dimulai pada Senin di Barcelona, dengan semua tim berhak melakukan uji coba selama tiga hari antara 26 Januari dan 30 Januari, dan Red Bull memperlihatkan foto-foto pertama mobil barunya sesaat sebelum lampu hijau menyala di pitlane.<\/em><\/p>\n\n\n\n

Ditenagai oleh mesin DM01 Red Bull Ford \u2013 sebagai penghormatan kepada pendiri Red Bull yang telah meninggal, Dietrich Mateschitz \u2013 RB22 memenuhi regulasi sasis dan mesin F1 yang baru, dilengkapi dengan aerodinamika aktif dan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga pembakaran dan listrik.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n","post_title":"Harga Emas Antam Hari Ini 26 Januari 2026 Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Dekati Rp 3 Juta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"harga-emas-antam-hari-ini-26-januari-2026-cetak-rekor-tertinggi-lagi-dekati-rp-3-juta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:14:45","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:14:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3293","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3290,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:11:17","post_date_gmt":"2026-01-26 13:11:17","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Red Bull telah mengungkap mobil Formula 1 RB22-nya untuk musim 2026.<\/p>\n\n\n\n

Tim yang berbasis di Milton Keynes sebelumnya telah memperlihatkan desain livery<\/em>-nya pada 15 Januari di acara di Detroit, Michigan, tempat mitra mesin barunya, Ford, bermarkas, namun mobil sebenarnya masih belum terlihat.<\/p>\n\n\n\n

Uji coba pramusim pertama dimulai pada Senin di Barcelona, dengan semua tim berhak melakukan uji coba selama tiga hari antara 26 Januari dan 30 Januari, dan Red Bull memperlihatkan foto-foto pertama mobil barunya sesaat sebelum lampu hijau menyala di pitlane.<\/em><\/p>\n\n\n\n

Ditenagai oleh mesin DM01 Red Bull Ford \u2013 sebagai penghormatan kepada pendiri Red Bull yang telah meninggal, Dietrich Mateschitz \u2013 RB22 memenuhi regulasi sasis dan mesin F1 yang baru, dilengkapi dengan aerodinamika aktif dan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga pembakaran dan listrik.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

SUMBER :https:\/\/www.liputan6.com\/bisnis\/read\/6264872\/harga-emas-antam-hari-ini-26-januari-2026-cetak-rekor-tertinggi-lagi-dekati-rp-3-juta<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Harga Emas Antam Hari Ini 26 Januari 2026 Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Dekati Rp 3 Juta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"harga-emas-antam-hari-ini-26-januari-2026-cetak-rekor-tertinggi-lagi-dekati-rp-3-juta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:14:45","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:14:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3293","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3290,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:11:17","post_date_gmt":"2026-01-26 13:11:17","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Red Bull telah mengungkap mobil Formula 1 RB22-nya untuk musim 2026.<\/p>\n\n\n\n

Tim yang berbasis di Milton Keynes sebelumnya telah memperlihatkan desain livery<\/em>-nya pada 15 Januari di acara di Detroit, Michigan, tempat mitra mesin barunya, Ford, bermarkas, namun mobil sebenarnya masih belum terlihat.<\/p>\n\n\n\n

Uji coba pramusim pertama dimulai pada Senin di Barcelona, dengan semua tim berhak melakukan uji coba selama tiga hari antara 26 Januari dan 30 Januari, dan Red Bull memperlihatkan foto-foto pertama mobil barunya sesaat sebelum lampu hijau menyala di pitlane.<\/em><\/p>\n\n\n\n

Ditenagai oleh mesin DM01 Red Bull Ford \u2013 sebagai penghormatan kepada pendiri Red Bull yang telah meninggal, Dietrich Mateschitz \u2013 RB22 memenuhi regulasi sasis dan mesin F1 yang baru, dilengkapi dengan aerodinamika aktif dan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga pembakaran dan listrik.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

\"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

\"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

\"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

  • Pada Minggu di Amerika Serikat, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menuturkan, negara itu tidak mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak berniat melakukan itu. Hal ini setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% jika Kanada mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

    SUMBER :https:\/\/www.liputan6.com\/bisnis\/read\/6264872\/harga-emas-antam-hari-ini-26-januari-2026-cetak-rekor-tertinggi-lagi-dekati-rp-3-juta<\/a><\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Harga Emas Antam Hari Ini 26 Januari 2026 Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Dekati Rp 3 Juta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"harga-emas-antam-hari-ini-26-januari-2026-cetak-rekor-tertinggi-lagi-dekati-rp-3-juta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:14:45","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:14:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3293","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3290,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:11:17","post_date_gmt":"2026-01-26 13:11:17","post_content":"\n

    <\/p>\n\n\n\n

    Red Bull telah mengungkap mobil Formula 1 RB22-nya untuk musim 2026.<\/p>\n\n\n\n

    Tim yang berbasis di Milton Keynes sebelumnya telah memperlihatkan desain livery<\/em>-nya pada 15 Januari di acara di Detroit, Michigan, tempat mitra mesin barunya, Ford, bermarkas, namun mobil sebenarnya masih belum terlihat.<\/p>\n\n\n\n

    Uji coba pramusim pertama dimulai pada Senin di Barcelona, dengan semua tim berhak melakukan uji coba selama tiga hari antara 26 Januari dan 30 Januari, dan Red Bull memperlihatkan foto-foto pertama mobil barunya sesaat sebelum lampu hijau menyala di pitlane.<\/em><\/p>\n\n\n\n

    Ditenagai oleh mesin DM01 Red Bull Ford \u2013 sebagai penghormatan kepada pendiri Red Bull yang telah meninggal, Dietrich Mateschitz \u2013 RB22 memenuhi regulasi sasis dan mesin F1 yang baru, dilengkapi dengan aerodinamika aktif dan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga pembakaran dan listrik.<\/p>\n\n\n\n

    SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

    <\/p>\n\n\n\n

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

    \"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

    AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

    Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

    Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

    Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

    \"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

    Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

    \"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

    Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

    SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

  • Mengutip CNBC, harga emas menyentuh posisi USD 5.033, 99 per ounce pad apukul 07.52 waktu Singapura. Kenaikan harga emas ini seiring investor mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.<\/li>\n\n\n\n
  • Pada Minggu di Amerika Serikat, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menuturkan, negara itu tidak mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak berniat melakukan itu. Hal ini setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% jika Kanada mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

    SUMBER :https:\/\/www.liputan6.com\/bisnis\/read\/6264872\/harga-emas-antam-hari-ini-26-januari-2026-cetak-rekor-tertinggi-lagi-dekati-rp-3-juta<\/a><\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Harga Emas Antam Hari Ini 26 Januari 2026 Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Dekati Rp 3 Juta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"harga-emas-antam-hari-ini-26-januari-2026-cetak-rekor-tertinggi-lagi-dekati-rp-3-juta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:14:45","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:14:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3293","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3290,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:11:17","post_date_gmt":"2026-01-26 13:11:17","post_content":"\n

    <\/p>\n\n\n\n

    Red Bull telah mengungkap mobil Formula 1 RB22-nya untuk musim 2026.<\/p>\n\n\n\n

    Tim yang berbasis di Milton Keynes sebelumnya telah memperlihatkan desain livery<\/em>-nya pada 15 Januari di acara di Detroit, Michigan, tempat mitra mesin barunya, Ford, bermarkas, namun mobil sebenarnya masih belum terlihat.<\/p>\n\n\n\n

    Uji coba pramusim pertama dimulai pada Senin di Barcelona, dengan semua tim berhak melakukan uji coba selama tiga hari antara 26 Januari dan 30 Januari, dan Red Bull memperlihatkan foto-foto pertama mobil barunya sesaat sebelum lampu hijau menyala di pitlane.<\/em><\/p>\n\n\n\n

    Ditenagai oleh mesin DM01 Red Bull Ford \u2013 sebagai penghormatan kepada pendiri Red Bull yang telah meninggal, Dietrich Mateschitz \u2013 RB22 memenuhi regulasi sasis dan mesin F1 yang baru, dilengkapi dengan aerodinamika aktif dan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga pembakaran dan listrik.<\/p>\n\n\n\n

    SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

    <\/p>\n\n\n\n

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

    \"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

    AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

    Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

    Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

    Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

    \"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

    Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

    \"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

    Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

    SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

  • Sebelumnya, harga emas dunia di pasar spot tembus level tertinggi sepanjang masa. Harga emas tembus di atas USD 5.000 per ounce pada perdagangan Senin, (26\/1\/2026).<\/li>\n\n\n\n
  • Mengutip CNBC, harga emas menyentuh posisi USD 5.033, 99 per ounce pad apukul 07.52 waktu Singapura. Kenaikan harga emas ini seiring investor mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.<\/li>\n\n\n\n
  • Pada Minggu di Amerika Serikat, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menuturkan, negara itu tidak mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak berniat melakukan itu. Hal ini setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% jika Kanada mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

    SUMBER :https:\/\/www.liputan6.com\/bisnis\/read\/6264872\/harga-emas-antam-hari-ini-26-januari-2026-cetak-rekor-tertinggi-lagi-dekati-rp-3-juta<\/a><\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Harga Emas Antam Hari Ini 26 Januari 2026 Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Dekati Rp 3 Juta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"harga-emas-antam-hari-ini-26-januari-2026-cetak-rekor-tertinggi-lagi-dekati-rp-3-juta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:14:45","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:14:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3293","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3290,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:11:17","post_date_gmt":"2026-01-26 13:11:17","post_content":"\n

    <\/p>\n\n\n\n

    Red Bull telah mengungkap mobil Formula 1 RB22-nya untuk musim 2026.<\/p>\n\n\n\n

    Tim yang berbasis di Milton Keynes sebelumnya telah memperlihatkan desain livery<\/em>-nya pada 15 Januari di acara di Detroit, Michigan, tempat mitra mesin barunya, Ford, bermarkas, namun mobil sebenarnya masih belum terlihat.<\/p>\n\n\n\n

    Uji coba pramusim pertama dimulai pada Senin di Barcelona, dengan semua tim berhak melakukan uji coba selama tiga hari antara 26 Januari dan 30 Januari, dan Red Bull memperlihatkan foto-foto pertama mobil barunya sesaat sebelum lampu hijau menyala di pitlane.<\/em><\/p>\n\n\n\n

    Ditenagai oleh mesin DM01 Red Bull Ford \u2013 sebagai penghormatan kepada pendiri Red Bull yang telah meninggal, Dietrich Mateschitz \u2013 RB22 memenuhi regulasi sasis dan mesin F1 yang baru, dilengkapi dengan aerodinamika aktif dan perbandingan hampir 50:50 antara tenaga pembakaran dan listrik.<\/p>\n\n\n\n

    SUMBER:https:\/\/www.msn.com\/id-id\/berita\/other\/red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona\/ar-AA1UZVty?ocid=msedgntp&pc=HCTS&cvid=69775c19227443babe100296dceb0e82&ei=43<\/a><\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Red Bull tunjukkan mobil F1 2026 sebenarnya di Barcelona","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"red-bull-tunjukkan-mobil-f1-2026-sebenarnya-di-barcelona","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:11:18","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:11:18","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3290","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3287,"post_author":"3","post_date":"2026-01-26 13:09:42","post_date_gmt":"2026-01-26 13:09:42","post_content":"\n

    <\/p>\n\n\n\n

    Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan<\/a> (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono<\/a> (AHY<\/a>) menyatakan bahwa transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar dalam sektor energi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh besarnya kontribusi sektor energi yang mencapai 55,3 persen dari total emisi nasional.<\/p>\n\n\n\n

    \"Dari seluruh sektor, energi yang paling besar. Setelah itu baru disusul sektor lahan dan hutan, limbah, pertanian, serta industri dan penggunaan produk lainnya,\" ujar AHY dalam acara Town Hall Meeting: Akselerasi Dekarbonisasi Transportasi di kantornya, Senin, 26 Januari 2026.<\/p>\n\n\n\n

    AHY memaparkan, di dalam sektor energi, sumber emisi paling besar berasal dari minyak dan gas dengan porsi sekitar 39 persen. Selanjutnya disusul oleh aktivitas manufaktur sebesar 31 persen dan sektor transportasi sekitar 22 persen. Atas dasar itu, pemerintah menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penurunan emisi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau kita bedah lagi sektor transportasi, maka secara alami transportasi darat itu kontribusinya sangat mendominasi, hampir 90 persen dari total emisi sektor transportasi,\" kata AHY.<\/p>\n\n\n\n

    Ia menjelaskan, emisi yang dihasilkan dari transportasi darat mencapai kurang lebih 188 juta ton CO\u2082. Angka tersebut jauh melampaui emisi dari moda transportasi lain, seperti laut, udara, maupun perkeretaapian.<\/p>\n\n\n\n

    Melihat besarnya kontribusi emisi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan sektor perkeretaapian secara masif sebagai langkah strategis untuk mengalihkan sebagian beban angkutan dari jalan raya.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau darat yang paling besar, mengapa tidak kita kembangkan sektor kereta secara besar-besaran untuk mengurangi beban jalan raya,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

    Selain penguatan moda kereta api, pemerintah juga menertibkan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurut AHY, kebijakan ini tidak hanya berkaitan dengan aspek keselamatan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon.<\/p>\n\n\n\n

    \"Keselamatan nomor satu, tapi yang kedua juga mengurangi emisi karbon karena kendaraan berbasis bahan bakar fosil,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

    Pemerintah turut menyiapkan berbagai langkah mitigasi lainnya, seperti percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. AHY menyebutkan adanya skenario moderat dan optimistis yang menargetkan penurunan emisi hingga sekitar 75 juta ton CO\u2082 pada 2030.<\/p>\n\n\n\n

    \"Sekarang kita 2026, waktu kita tinggal empat tahun lagi. Semangatnya ke sana,\" ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

    Khusus untuk sektor transportasi darat, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik untuk angkutan barang, penumpang, maupun jasa. Di sisi lain, pemanfaatan biodiesel B50 serta Pertamax Green juga terus dikawal sebagai bagian dari proses transisi energi.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, pemerintah menargetkan peralihan moda transportasi menuju angkutan massal, terutama bus, agar semakin banyak operator transportasi publik dan masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kita berharap semakin banyak operator public transport dan masyarakat yang mengurangi kendaraan pribadi, sehingga beban jalan dan emisi bisa sama-sama ditekan,\" ujar AHY.<\/p>\n\n\n\n

    SUMBER:<\/em><\/strong>https:\/\/www.ntvnews.id\/ekonomi\/0185810\/ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat<\/a><\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"AHY Blak-blakan Kondisi Emisi dari Transportasi Darat","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ahy-blak-blakan-kondisi-emisi-dari-transportasi-darat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-26 13:09:44","post_modified_gmt":"2026-01-26 13:09:44","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3287","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n