\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a><\/strong>) Kota Bekasi mencatat 16 titik banjir hingga pukul 21.00 WIB. Sebanyak 16 titik itu tersebar di sembilan kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a><\/strong>) Kota Bekasi mencatat 16 titik banjir hingga pukul 21.00 WIB. Sebanyak 16 titik itu tersebar di sembilan kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

<\/p>\n","post_title":"Toserba di Cianjur Kebakaran Usai Nyalakan Genset","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 11:00:17","post_modified_gmt":"2026-01-25 11:00:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3284","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3281,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:58:12","post_date_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a><\/strong>) Kota Bekasi mencatat 16 titik banjir hingga pukul 21.00 WIB. Sebanyak 16 titik itu tersebar di sembilan kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/berita\/d-8323584\/toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Toserba di Cianjur Kebakaran Usai Nyalakan Genset","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 11:00:17","post_modified_gmt":"2026-01-25 11:00:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3284","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3281,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:58:12","post_date_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a><\/strong>) Kota Bekasi mencatat 16 titik banjir hingga pukul 21.00 WIB. Sebanyak 16 titik itu tersebar di sembilan kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n




Cianjur - Sebuah toko serba ada (toserba) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hangus dilalap api pada Sabtu (24\/1\/2026) sore. Api diduga muncul tak lama setelah pegawai menyalakan mesin generator set (genset).
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, kobaran api pertama kali terlihat oleh warga dari bagian belakang toko, tepatnya di area gudang sekitar pukul 15.15 WIB. Pegawai toko dan pengunjung seketika berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

\"Warga yang pertama kali melihat. Ada kepulan asap dari bagian gudang, pegawai langsung keluar,\" ujar R (21), salah seorang pegawai toko, Sabtu (24\/1\/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar 30 menit setelah genset dinyalakan. \"Tadi sedang padam listrik, jadi kami menyalakan genset. Tidak lama kemudian terjadi kebakaran,\" tuturnya.

Tak lama kemudian, sejumlah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api. Besarnya kobaran api bahkan membuat Polres Cianjur turut mengerahkan mobil water cannon untuk membantu proses pemadaman.

\"Api terus membesar dan melalap seluruh bangunan karena banyaknya bahan mudah terbakar. Ada sekitar sembilan mobil pemadam yang diturunkan, termasuk bantuan mobil water cannon Polres Cianjur,\" kata Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi.

Alexander menyebutkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski begitu, petugas tetap melakukan penyemprotan ke seluruh bangunan untuk proses pendinginan.

\"Sekarang tinggal proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa,\" jelasnya.

Menurutnya, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran toko serba ada tersebut. \"Penyebab pastinya masih kami selidiki, termasuk menghitung taksiran kerugian materi. Namun yang jelas, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini,\" pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/berita\/d-8323584\/toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Toserba di Cianjur Kebakaran Usai Nyalakan Genset","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 11:00:17","post_modified_gmt":"2026-01-25 11:00:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3284","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3281,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:58:12","post_date_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a><\/strong>) Kota Bekasi mencatat 16 titik banjir hingga pukul 21.00 WIB. Sebanyak 16 titik itu tersebar di sembilan kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Bagi masyarakat, kehadiran dan pengawasan ini diharapkan memberi rasa aman bahwa penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antar pihak menjadi kunci agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat, tertata, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan warga Desa Pasirlangu dan sekitarnya.<\/p>\n","post_title":"Pengawasan Kebencanaan Pastikan Penanganan Lebih Terkoordinasi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pengawasan-kebencanaan-pastikan-penanganan-lebih-terkoordinasi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-03 15:05:08","post_modified_gmt":"2026-02-03 15:05:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3390","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3284,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 11:00:16","post_date_gmt":"2026-01-25 11:00:16","post_content":"\n




Cianjur - Sebuah toko serba ada (toserba) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hangus dilalap api pada Sabtu (24\/1\/2026) sore. Api diduga muncul tak lama setelah pegawai menyalakan mesin generator set (genset).
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, kobaran api pertama kali terlihat oleh warga dari bagian belakang toko, tepatnya di area gudang sekitar pukul 15.15 WIB. Pegawai toko dan pengunjung seketika berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

\"Warga yang pertama kali melihat. Ada kepulan asap dari bagian gudang, pegawai langsung keluar,\" ujar R (21), salah seorang pegawai toko, Sabtu (24\/1\/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar 30 menit setelah genset dinyalakan. \"Tadi sedang padam listrik, jadi kami menyalakan genset. Tidak lama kemudian terjadi kebakaran,\" tuturnya.

Tak lama kemudian, sejumlah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api. Besarnya kobaran api bahkan membuat Polres Cianjur turut mengerahkan mobil water cannon untuk membantu proses pemadaman.

\"Api terus membesar dan melalap seluruh bangunan karena banyaknya bahan mudah terbakar. Ada sekitar sembilan mobil pemadam yang diturunkan, termasuk bantuan mobil water cannon Polres Cianjur,\" kata Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi.

Alexander menyebutkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski begitu, petugas tetap melakukan penyemprotan ke seluruh bangunan untuk proses pendinginan.

\"Sekarang tinggal proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa,\" jelasnya.

Menurutnya, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran toko serba ada tersebut. \"Penyebab pastinya masih kami selidiki, termasuk menghitung taksiran kerugian materi. Namun yang jelas, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini,\" pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/berita\/d-8323584\/toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Toserba di Cianjur Kebakaran Usai Nyalakan Genset","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 11:00:17","post_modified_gmt":"2026-01-25 11:00:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3284","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3281,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:58:12","post_date_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a><\/strong>) Kota Bekasi mencatat 16 titik banjir hingga pukul 21.00 WIB. Sebanyak 16 titik itu tersebar di sembilan kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, DPRD Kabupaten Bandung Barat juga terus memantau proses penanganan bencana. Melalui fungsi pengawasan, DPRD mendorong agar proses evakuasi, pendataan warga terdampak, serta penanganan darurat dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi bersama instansi terkait.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, kehadiran dan pengawasan ini diharapkan memberi rasa aman bahwa penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antar pihak menjadi kunci agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat, tertata, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan warga Desa Pasirlangu dan sekitarnya.<\/p>\n","post_title":"Pengawasan Kebencanaan Pastikan Penanganan Lebih Terkoordinasi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pengawasan-kebencanaan-pastikan-penanganan-lebih-terkoordinasi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-03 15:05:08","post_modified_gmt":"2026-02-03 15:05:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3390","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3284,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 11:00:16","post_date_gmt":"2026-01-25 11:00:16","post_content":"\n




Cianjur - Sebuah toko serba ada (toserba) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hangus dilalap api pada Sabtu (24\/1\/2026) sore. Api diduga muncul tak lama setelah pegawai menyalakan mesin generator set (genset).
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, kobaran api pertama kali terlihat oleh warga dari bagian belakang toko, tepatnya di area gudang sekitar pukul 15.15 WIB. Pegawai toko dan pengunjung seketika berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

\"Warga yang pertama kali melihat. Ada kepulan asap dari bagian gudang, pegawai langsung keluar,\" ujar R (21), salah seorang pegawai toko, Sabtu (24\/1\/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar 30 menit setelah genset dinyalakan. \"Tadi sedang padam listrik, jadi kami menyalakan genset. Tidak lama kemudian terjadi kebakaran,\" tuturnya.

Tak lama kemudian, sejumlah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api. Besarnya kobaran api bahkan membuat Polres Cianjur turut mengerahkan mobil water cannon untuk membantu proses pemadaman.

\"Api terus membesar dan melalap seluruh bangunan karena banyaknya bahan mudah terbakar. Ada sekitar sembilan mobil pemadam yang diturunkan, termasuk bantuan mobil water cannon Polres Cianjur,\" kata Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi.

Alexander menyebutkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski begitu, petugas tetap melakukan penyemprotan ke seluruh bangunan untuk proses pendinginan.

\"Sekarang tinggal proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa,\" jelasnya.

Menurutnya, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran toko serba ada tersebut. \"Penyebab pastinya masih kami selidiki, termasuk menghitung taksiran kerugian materi. Namun yang jelas, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini,\" pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/berita\/d-8323584\/toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Toserba di Cianjur Kebakaran Usai Nyalakan Genset","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 11:00:17","post_modified_gmt":"2026-01-25 11:00:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3284","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3281,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:58:12","post_date_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a><\/strong>) Kota Bekasi mencatat 16 titik banjir hingga pukul 21.00 WIB. Sebanyak 16 titik itu tersebar di sembilan kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Dalam kesempatan tersebut, DPRD menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Bantuan ini ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan awal pascabencana, sekaligus memberikan dukungan moril agar warga tetap kuat menghadapi situasi sulit.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, DPRD Kabupaten Bandung Barat juga terus memantau proses penanganan bencana. Melalui fungsi pengawasan, DPRD mendorong agar proses evakuasi, pendataan warga terdampak, serta penanganan darurat dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi bersama instansi terkait.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, kehadiran dan pengawasan ini diharapkan memberi rasa aman bahwa penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antar pihak menjadi kunci agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat, tertata, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan warga Desa Pasirlangu dan sekitarnya.<\/p>\n","post_title":"Pengawasan Kebencanaan Pastikan Penanganan Lebih Terkoordinasi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pengawasan-kebencanaan-pastikan-penanganan-lebih-terkoordinasi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-03 15:05:08","post_modified_gmt":"2026-02-03 15:05:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3390","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3284,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 11:00:16","post_date_gmt":"2026-01-25 11:00:16","post_content":"\n




Cianjur - Sebuah toko serba ada (toserba) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hangus dilalap api pada Sabtu (24\/1\/2026) sore. Api diduga muncul tak lama setelah pegawai menyalakan mesin generator set (genset).
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, kobaran api pertama kali terlihat oleh warga dari bagian belakang toko, tepatnya di area gudang sekitar pukul 15.15 WIB. Pegawai toko dan pengunjung seketika berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

\"Warga yang pertama kali melihat. Ada kepulan asap dari bagian gudang, pegawai langsung keluar,\" ujar R (21), salah seorang pegawai toko, Sabtu (24\/1\/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar 30 menit setelah genset dinyalakan. \"Tadi sedang padam listrik, jadi kami menyalakan genset. Tidak lama kemudian terjadi kebakaran,\" tuturnya.

Tak lama kemudian, sejumlah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api. Besarnya kobaran api bahkan membuat Polres Cianjur turut mengerahkan mobil water cannon untuk membantu proses pemadaman.

\"Api terus membesar dan melalap seluruh bangunan karena banyaknya bahan mudah terbakar. Ada sekitar sembilan mobil pemadam yang diturunkan, termasuk bantuan mobil water cannon Polres Cianjur,\" kata Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi.

Alexander menyebutkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski begitu, petugas tetap melakukan penyemprotan ke seluruh bangunan untuk proses pendinginan.

\"Sekarang tinggal proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa,\" jelasnya.

Menurutnya, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran toko serba ada tersebut. \"Penyebab pastinya masih kami selidiki, termasuk menghitung taksiran kerugian materi. Namun yang jelas, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini,\" pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/berita\/d-8323584\/toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Toserba di Cianjur Kebakaran Usai Nyalakan Genset","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 11:00:17","post_modified_gmt":"2026-01-25 11:00:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3284","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3281,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:58:12","post_date_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a><\/strong>) Kota Bekasi mencatat 16 titik banjir hingga pukul 21.00 WIB. Sebanyak 16 titik itu tersebar di sembilan kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> turun langsung meninjau lokasi terdampak. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan penanganan awal berjalan sesuai kebutuhan warga.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan tersebut, DPRD menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Bantuan ini ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan awal pascabencana, sekaligus memberikan dukungan moril agar warga tetap kuat menghadapi situasi sulit.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, DPRD Kabupaten Bandung Barat juga terus memantau proses penanganan bencana. Melalui fungsi pengawasan, DPRD mendorong agar proses evakuasi, pendataan warga terdampak, serta penanganan darurat dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi bersama instansi terkait.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, kehadiran dan pengawasan ini diharapkan memberi rasa aman bahwa penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antar pihak menjadi kunci agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat, tertata, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan warga Desa Pasirlangu dan sekitarnya.<\/p>\n","post_title":"Pengawasan Kebencanaan Pastikan Penanganan Lebih Terkoordinasi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pengawasan-kebencanaan-pastikan-penanganan-lebih-terkoordinasi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-03 15:05:08","post_modified_gmt":"2026-02-03 15:05:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3390","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3284,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 11:00:16","post_date_gmt":"2026-01-25 11:00:16","post_content":"\n




Cianjur - Sebuah toko serba ada (toserba) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hangus dilalap api pada Sabtu (24\/1\/2026) sore. Api diduga muncul tak lama setelah pegawai menyalakan mesin generator set (genset).
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, kobaran api pertama kali terlihat oleh warga dari bagian belakang toko, tepatnya di area gudang sekitar pukul 15.15 WIB. Pegawai toko dan pengunjung seketika berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

\"Warga yang pertama kali melihat. Ada kepulan asap dari bagian gudang, pegawai langsung keluar,\" ujar R (21), salah seorang pegawai toko, Sabtu (24\/1\/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar 30 menit setelah genset dinyalakan. \"Tadi sedang padam listrik, jadi kami menyalakan genset. Tidak lama kemudian terjadi kebakaran,\" tuturnya.

Tak lama kemudian, sejumlah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api. Besarnya kobaran api bahkan membuat Polres Cianjur turut mengerahkan mobil water cannon untuk membantu proses pemadaman.

\"Api terus membesar dan melalap seluruh bangunan karena banyaknya bahan mudah terbakar. Ada sekitar sembilan mobil pemadam yang diturunkan, termasuk bantuan mobil water cannon Polres Cianjur,\" kata Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi.

Alexander menyebutkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski begitu, petugas tetap melakukan penyemprotan ke seluruh bangunan untuk proses pendinginan.

\"Sekarang tinggal proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa,\" jelasnya.

Menurutnya, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran toko serba ada tersebut. \"Penyebab pastinya masih kami selidiki, termasuk menghitung taksiran kerugian materi. Namun yang jelas, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini,\" pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/berita\/d-8323584\/toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Toserba di Cianjur Kebakaran Usai Nyalakan Genset","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 11:00:17","post_modified_gmt":"2026-01-25 11:00:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3284","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3281,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:58:12","post_date_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a><\/strong>) Kota Bekasi mencatat 16 titik banjir hingga pukul 21.00 WIB. Sebanyak 16 titik itu tersebar di sembilan kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"}; \n

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cisarua menyebabkan terjadinya longsor di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu. Peristiwa ini berdampak langsung pada warga sekitar, baik dari sisi keamanan lingkungan maupun kebutuhan dasar sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> turun langsung meninjau lokasi terdampak. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan penanganan awal berjalan sesuai kebutuhan warga.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan tersebut, DPRD menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Bantuan ini ditujukan untuk membantu pemenuhan kebutuhan awal pascabencana, sekaligus memberikan dukungan moril agar warga tetap kuat menghadapi situasi sulit.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, DPRD Kabupaten Bandung Barat juga terus memantau proses penanganan bencana. Melalui fungsi pengawasan, DPRD mendorong agar proses evakuasi, pendataan warga terdampak, serta penanganan darurat dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi bersama instansi terkait.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat, kehadiran dan pengawasan ini diharapkan memberi rasa aman bahwa penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri. Sinergi antar pihak menjadi kunci agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat, tertata, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan warga Desa Pasirlangu dan sekitarnya.<\/p>\n","post_title":"Pengawasan Kebencanaan Pastikan Penanganan Lebih Terkoordinasi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pengawasan-kebencanaan-pastikan-penanganan-lebih-terkoordinasi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-03 15:05:08","post_modified_gmt":"2026-02-03 15:05:08","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3390","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3284,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 11:00:16","post_date_gmt":"2026-01-25 11:00:16","post_content":"\n




Cianjur - Sebuah toko serba ada (toserba) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hangus dilalap api pada Sabtu (24\/1\/2026) sore. Api diduga muncul tak lama setelah pegawai menyalakan mesin generator set (genset).
Berdasarkan informasi yang dihimpun detikJabar, kobaran api pertama kali terlihat oleh warga dari bagian belakang toko, tepatnya di area gudang sekitar pukul 15.15 WIB. Pegawai toko dan pengunjung seketika berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

\"Warga yang pertama kali melihat. Ada kepulan asap dari bagian gudang, pegawai langsung keluar,\" ujar R (21), salah seorang pegawai toko, Sabtu (24\/1\/2026).

Ia menjelaskan, kebakaran terjadi sekitar 30 menit setelah genset dinyalakan. \"Tadi sedang padam listrik, jadi kami menyalakan genset. Tidak lama kemudian terjadi kebakaran,\" tuturnya.

Tak lama kemudian, sejumlah armada pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan api. Besarnya kobaran api bahkan membuat Polres Cianjur turut mengerahkan mobil water cannon untuk membantu proses pemadaman.

\"Api terus membesar dan melalap seluruh bangunan karena banyaknya bahan mudah terbakar. Ada sekitar sembilan mobil pemadam yang diturunkan, termasuk bantuan mobil water cannon Polres Cianjur,\" kata Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi.

Alexander menyebutkan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Meski begitu, petugas tetap melakukan penyemprotan ke seluruh bangunan untuk proses pendinginan.

\"Sekarang tinggal proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa,\" jelasnya.

Menurutnya, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran toko serba ada tersebut. \"Penyebab pastinya masih kami selidiki, termasuk menghitung taksiran kerugian materi. Namun yang jelas, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini,\" pungkasnya.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/berita\/d-8323584\/toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Toserba di Cianjur Kebakaran Usai Nyalakan Genset","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"toserba-di-cianjur-kebakaran-usai-nyalakan-genset","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 11:00:17","post_modified_gmt":"2026-01-25 11:00:17","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3284","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3281,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:58:12","post_date_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD<\/a><\/strong>) Kota Bekasi mencatat 16 titik banjir hingga pukul 21.00 WIB. Sebanyak 16 titik itu tersebar di sembilan kecamatan.<\/p>\n\n\n\n

\"Telah terjadi genangan air di sejumlah wilayah Kota Bekasi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang terjadi sejak pagi hari,\" kata Kasie Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis, 22 Januari 2026.

Idham mengatakan, 
banjir<\/a><\/strong> yang melanda Kota Bekasi akibat hujan deras memiliki ketinggian 5 hingga 150 sentimeter. Titik banjir tertinggi tercatat di Perumahan Jatibening Permai, dengan ketinggian sekitar 150 sentimeter.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah mengaktifkan pompa penyedot air untuk penanganan banjir di wilayah tersebut. \"Saat ini sebanyak lima unit pompa aktif yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air dan BBWSCC,\" ujar Idham

Pihaknya juga telah mengevakuasi sejumlah korban terdampak. Di antaranya dua orang lansia di Jalan Maluku Raya Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Kota Bekasi mencatat lokasi pengungsian<\/a><\/strong> berada di Aula Kelurahan Kali Baru dengan jumlah penghuni tujuh orang dari dua kepala keluarga (KK). 

Pihaknya juga telah mendistribusikan logistik ke beberapa lokasi terdampak, antara lain Kelurahan Kayuringin Jaya, RW 006 Kelurahan Kaliabang di lokasi rumah roboh, Kelurahan Margahayu dan Arenjaya serta Kelurahan Harapan Mulya.

\"Kami mengimbau agar masyarakat menghindari genangan air yang dalam dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain area banjir serta waspada terhadap potensi hujan susulan,\" ujar Idham.<\/p>\n\n\n\n

Titik Banjir di Kota Bekasi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n

A. Kecamatan Rawalumbu (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Taman Narogong Indah (\u00b1 40\u201360 cm)
2. Perumahan Pondok Hijau Permai (\u00b1 40 cm)
3. Perumahan Bumi Bekasi Utara (\u00b1 50\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

B. Kecamatan Pondokgede (2 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Jatibening Permai (\u00b1 150 cm)
2. Prima Lingkar Asri (\u00b1 60 cm<\/p>\n\n\n\n

C. Kecamatan Jatiasih (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Dosen IKIP (\u00b1 70 cm)<\/p>\n\n\n\n

D. Kecamatan Bekasi Utara (4 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Kali Abang Rorotan (1 unit rumah mengalami atap roboh)
2. Bulak Perwira 2 (\u00b1 5\u201320 cm)
3. Kantor Kecamatan Bekasi Utara (\u00b1 10\u201330 cm)
4. SMP Negeri 21 (\u00b1 20\u201350 cm)<\/p>\n\n\n\n

E. Kecamatan Bekasi Selatan (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n

F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm)
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n

G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n

H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n

1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n



Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.

\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.

Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.

Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.

Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.

SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>
https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n

<\/p>\n\n\n\n

Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n

Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n

Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n

SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};

Day: January 25, 2026