Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n
SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n 1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n 1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n 1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm) G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm) G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n 1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm) G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm) G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n SUMBER :<\/u><\/em><\/strong>https:\/\/www.antaranews.com\/berita\/5373546\/tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung?utm_source=antaranews&utm_medium=desktop&utm_campaign=popular_right#google_vignette<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"TNI telusuri dugaan 23 anggota hilang akibat longsor Cisarua Bandung","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tni-telusuri-dugaan-23-anggota-hilang-akibat-longsor-cisarua-bandung","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:54:48","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:54:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3275","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n 1. RW 011, Kelurahan Jaka Mulya (\u00b1 20\u201330 cm)<\/p>\n\n\n\n F. Kecamatan Mustikajaya (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Perumahan Mayang Pratama (\u00b1 5 cm)<\/p>\n\n\n\n G. Kecamatan Bekasi Barat (3 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Perumnas RW 006 (\u00b1 70\u201380 cm) G. Kecamatan Bekasi Timur (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Maluku Raya Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya<\/p>\n\n\n\n H. Kecamatan Medansatria (1 titik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n 1. Jl. Alamanda Indah II RT.015\/017, Kelurahan Pejuang (30\u201370 cm)<\/p>\n\n\n\n SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/www.metrotvnews.com\/read\/NLMC89ZG-16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan<\/a><\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"16 Titik Banjir di Kota Bekasi Rendam Sembilan Kecamatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"16-titik-banjir-di-kota-bekasi-rendam-sembilan-kecamatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:58:12","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:58:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3281","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3278,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:56:55","post_date_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n Kodam III\/Siliwangi menelusuri informasi terkait dugaan adanya 23 anggota TNI yang ikut hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kampung Pasir Kuning RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Kepala Penerangan Kodam III\/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih melakukan konfirmasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n \u201cTerkait kemungkinan adanya anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,\u201d kata Mahmuddin di Bandung Barat, Sabtu.<\/p>\n\n\n\n Mahmuddin menegaskan proses pencarian seluruh korban tetap dilakukan meski menghadapi kendala cuaca dan kondisi medan.<\/p>\n\n\n\n \u201cKami akan terus melakukan pencarian. Namun saat ini hujan masih turun disertai angin, aliran air masih kuat, dan material longsor masih bergerak, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan jarak antara titik longsor di bagian atas hingga area bawah mencapai sekitar dua kilometer, sehingga menyulitkan proses evakuasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, para korban yang berhasil selamat telah dievakuasi dan ditempatkan di Kantor Desa Pasirlangu. Aparat gabungan yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, serta relawan masih bersiaga di lokasi sambil menunggu kondisi cuaca membaik.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara hingga pukul 16.00 WIB, longsor tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 23 orang ditemukan selamat, dan sekitar 83 warga masih dalam pencarian.<\/p>\n\n\n\n Total warga terdampak tercatat antara 114 hingga 123 orang, dengan 37 kepala keluarga serta sekitar 20 rumah tertimbun material longsor.<\/p>\n\n\n\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n
2. Perumahan Duta Kranji (\u00b1 10\u201370 cm)
3. Perumahan Mas Naga, Kelurahan Bintara (\u00b1 20\u2013100 cm)<\/p>\n\n\n\n
Badan Gizi Nasioal (BGN) memastikan tidak boleh ada pemaksaan bagi sekolah mana pun untuk menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pesan ini disampaikan BGN kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang menegaskan hal tersebut dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda, Kasatpel, Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24\/1\/2026) kemarin.
\u201cPara Kepala SPPG tidak boleh memaksa. Kalau ada sekolah yang tidak mau menerima MBG, karena misalnya para siswa sekolah itu anak-anak orang yang mampu, ya nggak papa,\u201d kata Nanik.
Dia menjelaskan hal itu saat seorang Kepala SPPG dari salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyuwangi mengeluhkan kesulitannya dalam memperbanyak jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatannya. Penyebabnya, beberapa sekolah elit dengan jumlah siswa ribuan menolak menerima MBG. \u201cSekolah itu tetap tidak mau menerima, walaupun sudah meminta bantuan Danramil maupun Kapolsek,\u201d ujarnya.
Prinsipnya, kata Nanik, pemerintah memang ingin memberikan MBG kepada seluruh anak Indonesia, agar tidak ada seorang pun anak Indonesia yang tidak mendapatkan gizi yang baik. Tapi, penerimaan MBG sifatnya sukarela. Sehingga, tidak boleh ada pemaksaan apalagi intimidasi dari SPPG atau dari instansi mana pun, bahwa seolah-olah sekolah yang tidak mau menerima MBG berarti tidak menyukseskan program pemerintah.
Karena itu, jika sekolah-sekolah elit sudah mampu mencukupi kebutuhan gizi bagi para siswanya, dan kemudian memutuskan untuk tidak menerima MBG, maka hal itu tidak menjadi masalah. \u201cPokoknya, Kepala SPPG kami, dari BGN tidak ada unsur pemaksaan sedikit pun,\u201d tegasnya Nanik kemudian menyarankan agar para Kepala SPPG berkeliling di wilayah cakupannya, untuk mencari penerima manfaat lainnya yang lebih membutuhkan. Misalnya ke pesantren-pesantren kecil, anak-anak putus sekolah, anak-anak jalanan yang masih usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. \u201cMasih banyak yang belum menerima MBG, sementara mereka sangat membutuhkan,\u201d pungkasnya.
SUMBER \u00a0:<\/em><\/strong>https:\/\/nasional.sindonews.com\/read\/1669719\/15\/bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg-1769317313\/10<\/a><\/p>\n","post_title":"BGN Ingatkan SPPG Tak Boleh Paksa Sekolah yang Menolak MBG","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bgn-ingatkan-sppg-tak-boleh-paksa-sekolah-yang-menolak-mbg","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-25 10:56:55","post_modified_gmt":"2026-01-25 10:56:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3278","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3275,"post_author":"3","post_date":"2026-01-25 10:54:39","post_date_gmt":"2026-01-25 10:54:39","post_content":"\n