Nasi vs Roti untuk Sarapan, Mana yang Lebih Sehat?
Nasi atau roti merupakan pilihan menu sarapan yang sering dikonsumsi masyarakat. Hal ini karena keduanya sama-sama membuat perut terasa kenyang...
<\/p>\n","post_title":"Kenapa BIJB Kertajati Tak Berkembang? Ini Penjelasan Direksinya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kenapa-bijb-kertajati-tak-berkembang-ini-penjelasan-direksinya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-16 08:12:12","post_modified_gmt":"2026-01-16 08:12:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3184","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dibangun dengan mimpi besar. Saat diresmikan pada 2018, bandara ini diproyeksikan menjadi simpul baru penerbangan internasional, pusat haji-umrah, hub logistik, hingga motor penggerak ekonomi Jawa Barat.
Namun delapan tahun berselang, realisasi di lapangan jauh dari skenario masterplan awal. Kondisi bandara di Majalengka itu memprihatinkan karena minimnya jadwal penerbangan reguler.
Direktur Utama PT BIJB, Ronald H. Sinaga, mengungkapkan banyak asumsi perencanaan yang meleset. Mulai dari komitmen maskapai, akses transportasi, hingga skema pengelolaan bandara mengalami deviasi besar dari rencana semula.
Dari sisi komersial, BIJB semula dirancang melayani berbagai maskapai besar domestik maupun internasional, seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, AirAsia, hingga Singapore Airlines.
\"Ada Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, AirAsia, dan Singapore Airlines. Kenyataannya yang terbang cuma Super Air Jet, Citilink, Malaysia Airlines, AirAsia, dan Scoot,\" ujar Ronald, Kamis (15\/1\/2026).
Namun, jumlah itu terus menyusut. Dalam enam bulan terakhir, sebagian besar maskapai berhenti beroperasi di Kertajati. Saat ini, bandara tersebut tercatat hanya menyisakan rute menuju Singapura dengan maskapai Scoot.
\"Tapi ini pun sudah tidak terbang, dulu terbang semua. Baru enam bulan terakhir saja tidak terbang, hanya tersisa Scoot,\" katanya.
Rencana menjadikan BIJB sebagai pusat haji dan umrah juga meleset dari target. Layanan ini diproyeksikan aktif pada 2018, namun kenyataannya penerbangan haji baru terlaksana pada 2023.
\"Dulu kami memproyeksikan haji dan umrah terbang pada 2018. Nyatanya baru 2023. Umrah baru akan dicoba tahun ini pada 6 Februari, tapi sampai sekarang baru dapat 100 penumpang. Kami terpaksa mencarter pesawat Garuda,\" ungkap Ronald.
Di sektor kargo, disparitas perencanaan bahkan lebih mencolok. BIJB semula diproyeksikan mampu menangani 25 ribu ton kargo per tahun, namun volume realisasinya saat ini masih sangat jauh dari target.
\"Kargo dulu kami asumsikan pada 2018 akan ramai dengan kapasitas 25 ribu ton per tahun. Nyatanya cuma 542 ton dan baru dimulai tahun 2023,\" ujarnya.
Persoalan juga muncul pada aspek kelembagaan. BIJB semula dirancang memiliki Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) sendiri agar mandiri, namun rencana tersebut terganjal izin regulasi.
\"Harusnya kami memiliki BUBU sendiri untuk mengelola bandara ini. Namun kenyataannya tidak diizinkan, kami harus KSO dengan Angkasa Pura Indonesia,\" jelas Ronald.
Masalah lain dipicu keterlambatan pengalihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung. Awalnya, pemindahan direncanakan pada 2017 saat Kertajati mulai beroperasi, namun baru terealisasi enam tahun kemudian.
\"Kami mengira penerbangan dari Bandung akan dialihkan pada 2017 saat Kertajati mulai beroperasi. Nyatanya baru 2023, padahal kami sudah siap sejak 2019,\" katanya.
Aksesibilitas menjadi faktor krusial. Jalan Tol Cisumdawu yang menjadi tulang punggung konektivitas semula diperkirakan beroperasi pada 2020, namun baru berfungsi penuh pada Juli 2023.
\"Akses tol kami proyeksikan beres 2020, ternyata Cisumdawu baru beroperasi Juli 2023,\" ujar Ronald.
Dinamika eksternal juga tak terprediksi. Kehadiran Kereta Cepat Whoosh pada Oktober 2023 mengubah pola mobilitas masyarakat dan berdampak langsung pada permintaan penerbangan di wilayah tersebut.
\"Waktu bandara ini dirancang, belum ada rencana kereta cepat. Begitu Whoosh beroperasi 2 Oktober 2023, peta mobilitas berubah,\" ucapnya.
Dari sisi pembiayaan, struktur modal BIJB melenceng dari asumsi awal. Bandara ini dirancang dengan porsi modal sendiri yang dominan, namun praktiknya justru terbebani utang besar.
\"Awalnya porsi modal kami targetkan 70 persen, nyatanya utang yang mendominasi hingga 71,4 persen. Kami membangun bandara ini dengan pinjaman dari Bank Jateng Syariah,\" kata Ronald.
SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/bisnis\/d-8308820\/kenapa-bijb-kertajati-tak-berkembang-ini-penjelasan-direksinya<\/a><\/p>\n\n\n\n
<\/p>\n","post_title":"Kenapa BIJB Kertajati Tak Berkembang? Ini Penjelasan Direksinya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kenapa-bijb-kertajati-tak-berkembang-ini-penjelasan-direksinya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-16 08:12:12","post_modified_gmt":"2026-01-16 08:12:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3184","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Nasi atau roti merupakan pilihan menu sarapan yang sering dikonsumsi masyarakat. Hal ini karena keduanya sama-sama membuat perut terasa kenyang dan mudah diolah sebagai menu pagi hari. <\/p>\n","post_title":"Kenapa BIJB Kertajati Tak Berkembang? Ini Penjelasan Direksinya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kenapa-bijb-kertajati-tak-berkembang-ini-penjelasan-direksinya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-16 08:12:12","post_modified_gmt":"2026-01-16 08:12:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3184","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n <\/p>\n\n\n\n Nasi atau roti merupakan pilihan menu sarapan yang sering dikonsumsi masyarakat. Hal ini karena keduanya sama-sama membuat perut terasa kenyang dan mudah diolah sebagai menu pagi hari. <\/p>\n","post_title":"Kenapa BIJB Kertajati Tak Berkembang? Ini Penjelasan Direksinya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kenapa-bijb-kertajati-tak-berkembang-ini-penjelasan-direksinya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-16 08:12:12","post_modified_gmt":"2026-01-16 08:12:12","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3184","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) terkait enggan melunasi pembayaran terhadap kontraktor pengerja proyek infrastuktur pada Tahun Anggaran 2025 menuai kritik pedas dari publik. Akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik, Yogi Suprayogi Sugandi menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan dari mantan Bupati Purwakarta tersebut.
mengingatkan agara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk melaksanakan kontrak yang telah terjalin dengan pihak swasta terkait pengerjaan proyek infrastruktur. \"Terkait mungkin enggak dibayar full tergantung klausul kerja samanya. Jadi harus mengacu pada perjanjian kontraknya, kan harus sama-sama menguntungkan. Jangan sampai jadi temuan juga,\" kata Yogi, Jakarta, Rabu (14\/1\/2026).
Yogi mendukung penuh Langkah Pemprov Jawa Barat yang lebih dulu melakukan audit terkait hasl kerja yang dilakukan pihak kontraktor.
Kendati demikian, Yogi meminta kedua belah pihak dapat saling menguntungkan sesuai dengan perjanjian kontrak yang terjadi sebelum kerjasama berlangsung. \"Itu bagus justru, memang harus ada inspeksi. Kan biasanya ada garansi kalau projek infrastruktur antara 3-6 bulan,\" ungkapnya. Di sisi lain, Yogi menilai kebijakan yang dikeluarkan oleh Ddei Mulyadi bersumber dari permasalahan jabatan kepala dinas pada organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jabar. Tak tanggung-tanggung, Yogi menyebut gaya kerja dari kepala dinas ini hingga membuat Pemprov Jabar terbilang gagal bayar kepada kontraktor senilai Rp621 miliar terkait pengerjaan proyek Tahun Anggaran 2025. Sebab, kata Yogi kepala dinas di Pemprov Jabar banyak diboyong oleh Dedi Mulyadi dari Purwakarta hingga bekerja dengan konsep asal 'Bapak Senang'. \"Ini justru yang berbahaya. Dan ini menurut saya mencelakakan pemimpinnya sendiri,\" kata Yogi. Gubernur Jawa Barat KDM 'Enggan' Bayar Kontraktor Senilai Rp621 Miliar
(Pemprov Jabar) mengalami sorota keungan untuk pertama klainya dalam sejarah usai saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Terisa Rp500 ribu pada akhir Tahun 2025. Lantas, kondisi keuangan itu memicu penundaan pembayaran kepada kontraktor yang mengerjakan proyek infrastruktur sebesar Rp621 miliar pada tahun APBD 2025.
SUMBER :https:\/\/www.tvonenews.com\/berita\/nasional\/406718-kritik-pedas-ke-gubernur-jawa-barat-kdm-usai-ogah-bayar-kontraktor-senilai-rp621-miliar-akdemisi-sebut-ulah-kinerja-kepala-dinas-bawaan-dedi-mulyadi<\/a><\/p>\n","post_title":"Kritik Pedas ke Gubernur Jawa Barat KDM Usai 'Ogah' Bayar Kontraktor Senilai Rp621 Miliar, Akdemisi Sebut Ulah Kinerja Kepala Dinas Bawaan Dedi Mulyadi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kritik-pedas-ke-gubernur-jawa-barat-kdm-usai-ogah-bayar-kontraktor-senilai-rp621-miliar-akdemisi-sebut-ulah-kinerja-kepala-dinas-bawaan-dedi-mulyadi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-16 08:13:41","post_modified_gmt":"2026-01-16 08:13:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3187","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3184,"post_author":"3","post_date":"2026-01-16 08:11:46","post_date_gmt":"2026-01-16 08:11:46","post_content":"\n
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dibangun dengan mimpi besar. Saat diresmikan pada 2018, bandara ini diproyeksikan menjadi simpul baru penerbangan internasional, pusat haji-umrah, hub logistik, hingga motor penggerak ekonomi Jawa Barat.
Namun delapan tahun berselang, realisasi di lapangan jauh dari skenario masterplan awal. Kondisi bandara di Majalengka itu memprihatinkan karena minimnya jadwal penerbangan reguler.
Direktur Utama PT BIJB, Ronald H. Sinaga, mengungkapkan banyak asumsi perencanaan yang meleset. Mulai dari komitmen maskapai, akses transportasi, hingga skema pengelolaan bandara mengalami deviasi besar dari rencana semula.
Dari sisi komersial, BIJB semula dirancang melayani berbagai maskapai besar domestik maupun internasional, seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, AirAsia, hingga Singapore Airlines.
\"Ada Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, AirAsia, dan Singapore Airlines. Kenyataannya yang terbang cuma Super Air Jet, Citilink, Malaysia Airlines, AirAsia, dan Scoot,\" ujar Ronald, Kamis (15\/1\/2026).
Namun, jumlah itu terus menyusut. Dalam enam bulan terakhir, sebagian besar maskapai berhenti beroperasi di Kertajati. Saat ini, bandara tersebut tercatat hanya menyisakan rute menuju Singapura dengan maskapai Scoot.
\"Tapi ini pun sudah tidak terbang, dulu terbang semua. Baru enam bulan terakhir saja tidak terbang, hanya tersisa Scoot,\" katanya.
Rencana menjadikan BIJB sebagai pusat haji dan umrah juga meleset dari target. Layanan ini diproyeksikan aktif pada 2018, namun kenyataannya penerbangan haji baru terlaksana pada 2023.
\"Dulu kami memproyeksikan haji dan umrah terbang pada 2018. Nyatanya baru 2023. Umrah baru akan dicoba tahun ini pada 6 Februari, tapi sampai sekarang baru dapat 100 penumpang. Kami terpaksa mencarter pesawat Garuda,\" ungkap Ronald.
Di sektor kargo, disparitas perencanaan bahkan lebih mencolok. BIJB semula diproyeksikan mampu menangani 25 ribu ton kargo per tahun, namun volume realisasinya saat ini masih sangat jauh dari target.
\"Kargo dulu kami asumsikan pada 2018 akan ramai dengan kapasitas 25 ribu ton per tahun. Nyatanya cuma 542 ton dan baru dimulai tahun 2023,\" ujarnya.
Persoalan juga muncul pada aspek kelembagaan. BIJB semula dirancang memiliki Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) sendiri agar mandiri, namun rencana tersebut terganjal izin regulasi.
\"Harusnya kami memiliki BUBU sendiri untuk mengelola bandara ini. Namun kenyataannya tidak diizinkan, kami harus KSO dengan Angkasa Pura Indonesia,\" jelas Ronald.
Masalah lain dipicu keterlambatan pengalihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung. Awalnya, pemindahan direncanakan pada 2017 saat Kertajati mulai beroperasi, namun baru terealisasi enam tahun kemudian.
\"Kami mengira penerbangan dari Bandung akan dialihkan pada 2017 saat Kertajati mulai beroperasi. Nyatanya baru 2023, padahal kami sudah siap sejak 2019,\" katanya.
Aksesibilitas menjadi faktor krusial. Jalan Tol Cisumdawu yang menjadi tulang punggung konektivitas semula diperkirakan beroperasi pada 2020, namun baru berfungsi penuh pada Juli 2023.
\"Akses tol kami proyeksikan beres 2020, ternyata Cisumdawu baru beroperasi Juli 2023,\" ujar Ronald.
Dinamika eksternal juga tak terprediksi. Kehadiran Kereta Cepat Whoosh pada Oktober 2023 mengubah pola mobilitas masyarakat dan berdampak langsung pada permintaan penerbangan di wilayah tersebut.
\"Waktu bandara ini dirancang, belum ada rencana kereta cepat. Begitu Whoosh beroperasi 2 Oktober 2023, peta mobilitas berubah,\" ucapnya.
Dari sisi pembiayaan, struktur modal BIJB melenceng dari asumsi awal. Bandara ini dirancang dengan porsi modal sendiri yang dominan, namun praktiknya justru terbebani utang besar.
\"Awalnya porsi modal kami targetkan 70 persen, nyatanya utang yang mendominasi hingga 71,4 persen. Kami membangun bandara ini dengan pinjaman dari Bank Jateng Syariah,\" kata Ronald.
SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/bisnis\/d-8308820\/kenapa-bijb-kertajati-tak-berkembang-ini-penjelasan-direksinya<\/a><\/p>\n\n\n\n
Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata mengatakan, sarapan ideal tidak ditentukan oleh jenis karbohidrat yang dikonsumsi, melainkan keseimbangan gizinya.
Nasi maupun roti sama-sama merupakan sumber karbohidrat yang boleh dikonsumsi di pagi hari, asalkan tidak berlebihan dan disertai protein serta serat.
Boleh saja makan nasi pagi-pagi, tapi ada syaratnya kita harus makan sehat. Jadi, kalau makan nasi, kita mengikuti pedoman piring makan sehat,\" ujar Johanes
Dia menjelaskan, dalam satu piring berdiameter sekitar 20 sentimeter, setengah bagian sebaiknya diisi sayur dan buah. Sementara itu, setengah bagian lainnya dibagi antara sumber protein dan karbohidrat.
Namun, konsumsi karbohidrat berlebihan, terutama di pagi atau siang hari, kerap menimbulkan keluhan seperti cepat mengantuk dan mudah lapar kembali.
Kondisi ini berkaitan dengan lonjakan dan penurunan gula darah yang memengaruhi respons hormonal tubuh. Akibatnya, produktivitas justru bisa menurun.
Oleh karena itu, Johanes menyarankan agar asupan protein lebih diutamakan dibandingkan karbohidrat. Protein membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dan mencegah asupan kalori berlebih sepanjang hari.
Pilihan protein yang disarankan antara lain telur, ayam tanpa kulit, ikan, tahu, atau tempe. Cara pengolahan juga perlu diperhatikan. Telur, misalnya, lebih baik direbus atau digoreng dengan minyak seminimal mungkin.
Sementara itu, roti juga kerap dipilih sebagai menu praktis di pagi hari. Namun, Johanes mengingatkan agar konsumsinya tetap dibatasi.
\"Konsumsi roti juga harus hati-hati. Roti jangan terlalu banyak, cukup satu lembar saja. Kalau tipis, maksimal dua lembar roti tawar,\" kata Johanes.
Roti sebaiknya dipadukan dengan protein, seperti telur atau sumber protein lainnya, bukan hanya selai manis. Dia juga menegaskan, konsumsi kuning telur tetap perlu dibatasi, sementara putih telur relatif aman dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak.
Melansir Biology Insights, nasi dan roti memiliki karakteristik yang berbeda. Nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi, berkisar antara 70 hingga 90. Angka ini sebanding dengan indeks glikemik rata-rata roti putih, yakni sekitar 70 hingga 75.
Dalam 100 gram, roti putih standar mengandung sekitar 238 kalori dan 43,9 gram karbohidrat. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan nasi putih matang yang menyediakan sekitar 130 kalori dan 28,6 gram karbohidrat.
Namun, roti putih mengandung protein lebih tinggi, yakni sekitar 10,7 gram per 100 gram, dibandingkan nasi putih yang hanya sekitar 2,4 gram.
Sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20260113125253-262-1316540\/nasi-vs-roti-untuk-sarapan-mana-yang-lebih-sehat<\/a><\/p>\n","post_title":"Nasi vs Roti untuk Sarapan, Mana yang Lebih Sehat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"nasi-vs-roti-untuk-sarapan-mana-yang-lebih-sehat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-16 08:15:39","post_modified_gmt":"2026-01-16 08:15:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3190","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3187,"post_author":"3","post_date":"2026-01-16 08:13:32","post_date_gmt":"2026-01-16 08:13:32","post_content":"\n
Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) terkait enggan melunasi pembayaran terhadap kontraktor pengerja proyek infrastuktur pada Tahun Anggaran 2025 menuai kritik pedas dari publik. Akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik, Yogi Suprayogi Sugandi menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan dari mantan Bupati Purwakarta tersebut.
mengingatkan agara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk melaksanakan kontrak yang telah terjalin dengan pihak swasta terkait pengerjaan proyek infrastruktur. \"Terkait mungkin enggak dibayar full tergantung klausul kerja samanya. Jadi harus mengacu pada perjanjian kontraknya, kan harus sama-sama menguntungkan. Jangan sampai jadi temuan juga,\" kata Yogi, Jakarta, Rabu (14\/1\/2026).
Yogi mendukung penuh Langkah Pemprov Jawa Barat yang lebih dulu melakukan audit terkait hasl kerja yang dilakukan pihak kontraktor.
Kendati demikian, Yogi meminta kedua belah pihak dapat saling menguntungkan sesuai dengan perjanjian kontrak yang terjadi sebelum kerjasama berlangsung. \"Itu bagus justru, memang harus ada inspeksi. Kan biasanya ada garansi kalau projek infrastruktur antara 3-6 bulan,\" ungkapnya. Di sisi lain, Yogi menilai kebijakan yang dikeluarkan oleh Ddei Mulyadi bersumber dari permasalahan jabatan kepala dinas pada organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jabar. Tak tanggung-tanggung, Yogi menyebut gaya kerja dari kepala dinas ini hingga membuat Pemprov Jabar terbilang gagal bayar kepada kontraktor senilai Rp621 miliar terkait pengerjaan proyek Tahun Anggaran 2025. Sebab, kata Yogi kepala dinas di Pemprov Jabar banyak diboyong oleh Dedi Mulyadi dari Purwakarta hingga bekerja dengan konsep asal 'Bapak Senang'. \"Ini justru yang berbahaya. Dan ini menurut saya mencelakakan pemimpinnya sendiri,\" kata Yogi. Gubernur Jawa Barat KDM 'Enggan' Bayar Kontraktor Senilai Rp621 Miliar
(Pemprov Jabar) mengalami sorota keungan untuk pertama klainya dalam sejarah usai saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Terisa Rp500 ribu pada akhir Tahun 2025. Lantas, kondisi keuangan itu memicu penundaan pembayaran kepada kontraktor yang mengerjakan proyek infrastruktur sebesar Rp621 miliar pada tahun APBD 2025.
SUMBER :https:\/\/www.tvonenews.com\/berita\/nasional\/406718-kritik-pedas-ke-gubernur-jawa-barat-kdm-usai-ogah-bayar-kontraktor-senilai-rp621-miliar-akdemisi-sebut-ulah-kinerja-kepala-dinas-bawaan-dedi-mulyadi<\/a><\/p>\n","post_title":"Kritik Pedas ke Gubernur Jawa Barat KDM Usai 'Ogah' Bayar Kontraktor Senilai Rp621 Miliar, Akdemisi Sebut Ulah Kinerja Kepala Dinas Bawaan Dedi Mulyadi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kritik-pedas-ke-gubernur-jawa-barat-kdm-usai-ogah-bayar-kontraktor-senilai-rp621-miliar-akdemisi-sebut-ulah-kinerja-kepala-dinas-bawaan-dedi-mulyadi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-16 08:13:41","post_modified_gmt":"2026-01-16 08:13:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3187","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3184,"post_author":"3","post_date":"2026-01-16 08:11:46","post_date_gmt":"2026-01-16 08:11:46","post_content":"\n
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dibangun dengan mimpi besar. Saat diresmikan pada 2018, bandara ini diproyeksikan menjadi simpul baru penerbangan internasional, pusat haji-umrah, hub logistik, hingga motor penggerak ekonomi Jawa Barat.
Namun delapan tahun berselang, realisasi di lapangan jauh dari skenario masterplan awal. Kondisi bandara di Majalengka itu memprihatinkan karena minimnya jadwal penerbangan reguler.
Direktur Utama PT BIJB, Ronald H. Sinaga, mengungkapkan banyak asumsi perencanaan yang meleset. Mulai dari komitmen maskapai, akses transportasi, hingga skema pengelolaan bandara mengalami deviasi besar dari rencana semula.
Dari sisi komersial, BIJB semula dirancang melayani berbagai maskapai besar domestik maupun internasional, seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, AirAsia, hingga Singapore Airlines.
\"Ada Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, AirAsia, dan Singapore Airlines. Kenyataannya yang terbang cuma Super Air Jet, Citilink, Malaysia Airlines, AirAsia, dan Scoot,\" ujar Ronald, Kamis (15\/1\/2026).
Namun, jumlah itu terus menyusut. Dalam enam bulan terakhir, sebagian besar maskapai berhenti beroperasi di Kertajati. Saat ini, bandara tersebut tercatat hanya menyisakan rute menuju Singapura dengan maskapai Scoot.
\"Tapi ini pun sudah tidak terbang, dulu terbang semua. Baru enam bulan terakhir saja tidak terbang, hanya tersisa Scoot,\" katanya.
Rencana menjadikan BIJB sebagai pusat haji dan umrah juga meleset dari target. Layanan ini diproyeksikan aktif pada 2018, namun kenyataannya penerbangan haji baru terlaksana pada 2023.
\"Dulu kami memproyeksikan haji dan umrah terbang pada 2018. Nyatanya baru 2023. Umrah baru akan dicoba tahun ini pada 6 Februari, tapi sampai sekarang baru dapat 100 penumpang. Kami terpaksa mencarter pesawat Garuda,\" ungkap Ronald.
Di sektor kargo, disparitas perencanaan bahkan lebih mencolok. BIJB semula diproyeksikan mampu menangani 25 ribu ton kargo per tahun, namun volume realisasinya saat ini masih sangat jauh dari target.
\"Kargo dulu kami asumsikan pada 2018 akan ramai dengan kapasitas 25 ribu ton per tahun. Nyatanya cuma 542 ton dan baru dimulai tahun 2023,\" ujarnya.
Persoalan juga muncul pada aspek kelembagaan. BIJB semula dirancang memiliki Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) sendiri agar mandiri, namun rencana tersebut terganjal izin regulasi.
\"Harusnya kami memiliki BUBU sendiri untuk mengelola bandara ini. Namun kenyataannya tidak diizinkan, kami harus KSO dengan Angkasa Pura Indonesia,\" jelas Ronald.
Masalah lain dipicu keterlambatan pengalihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung. Awalnya, pemindahan direncanakan pada 2017 saat Kertajati mulai beroperasi, namun baru terealisasi enam tahun kemudian.
\"Kami mengira penerbangan dari Bandung akan dialihkan pada 2017 saat Kertajati mulai beroperasi. Nyatanya baru 2023, padahal kami sudah siap sejak 2019,\" katanya.
Aksesibilitas menjadi faktor krusial. Jalan Tol Cisumdawu yang menjadi tulang punggung konektivitas semula diperkirakan beroperasi pada 2020, namun baru berfungsi penuh pada Juli 2023.
\"Akses tol kami proyeksikan beres 2020, ternyata Cisumdawu baru beroperasi Juli 2023,\" ujar Ronald.
Dinamika eksternal juga tak terprediksi. Kehadiran Kereta Cepat Whoosh pada Oktober 2023 mengubah pola mobilitas masyarakat dan berdampak langsung pada permintaan penerbangan di wilayah tersebut.
\"Waktu bandara ini dirancang, belum ada rencana kereta cepat. Begitu Whoosh beroperasi 2 Oktober 2023, peta mobilitas berubah,\" ucapnya.
Dari sisi pembiayaan, struktur modal BIJB melenceng dari asumsi awal. Bandara ini dirancang dengan porsi modal sendiri yang dominan, namun praktiknya justru terbebani utang besar.
\"Awalnya porsi modal kami targetkan 70 persen, nyatanya utang yang mendominasi hingga 71,4 persen. Kami membangun bandara ini dengan pinjaman dari Bank Jateng Syariah,\" kata Ronald.
SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/bisnis\/d-8308820\/kenapa-bijb-kertajati-tak-berkembang-ini-penjelasan-direksinya<\/a><\/p>\n\n\n\n
Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata mengatakan, sarapan ideal tidak ditentukan oleh jenis karbohidrat yang dikonsumsi, melainkan keseimbangan gizinya.
Nasi maupun roti sama-sama merupakan sumber karbohidrat yang boleh dikonsumsi di pagi hari, asalkan tidak berlebihan dan disertai protein serta serat.
Boleh saja makan nasi pagi-pagi, tapi ada syaratnya kita harus makan sehat. Jadi, kalau makan nasi, kita mengikuti pedoman piring makan sehat,\" ujar Johanes
Dia menjelaskan, dalam satu piring berdiameter sekitar 20 sentimeter, setengah bagian sebaiknya diisi sayur dan buah. Sementara itu, setengah bagian lainnya dibagi antara sumber protein dan karbohidrat.
Namun, konsumsi karbohidrat berlebihan, terutama di pagi atau siang hari, kerap menimbulkan keluhan seperti cepat mengantuk dan mudah lapar kembali.
Kondisi ini berkaitan dengan lonjakan dan penurunan gula darah yang memengaruhi respons hormonal tubuh. Akibatnya, produktivitas justru bisa menurun.
Oleh karena itu, Johanes menyarankan agar asupan protein lebih diutamakan dibandingkan karbohidrat. Protein membantu rasa kenyang bertahan lebih lama dan mencegah asupan kalori berlebih sepanjang hari.
Pilihan protein yang disarankan antara lain telur, ayam tanpa kulit, ikan, tahu, atau tempe. Cara pengolahan juga perlu diperhatikan. Telur, misalnya, lebih baik direbus atau digoreng dengan minyak seminimal mungkin.
Sementara itu, roti juga kerap dipilih sebagai menu praktis di pagi hari. Namun, Johanes mengingatkan agar konsumsinya tetap dibatasi.
\"Konsumsi roti juga harus hati-hati. Roti jangan terlalu banyak, cukup satu lembar saja. Kalau tipis, maksimal dua lembar roti tawar,\" kata Johanes.
Roti sebaiknya dipadukan dengan protein, seperti telur atau sumber protein lainnya, bukan hanya selai manis. Dia juga menegaskan, konsumsi kuning telur tetap perlu dibatasi, sementara putih telur relatif aman dikonsumsi dalam jumlah lebih banyak.
Melansir Biology Insights, nasi dan roti memiliki karakteristik yang berbeda. Nasi putih memiliki indeks glikemik tinggi, berkisar antara 70 hingga 90. Angka ini sebanding dengan indeks glikemik rata-rata roti putih, yakni sekitar 70 hingga 75.
Dalam 100 gram, roti putih standar mengandung sekitar 238 kalori dan 43,9 gram karbohidrat. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan nasi putih matang yang menyediakan sekitar 130 kalori dan 28,6 gram karbohidrat.
Namun, roti putih mengandung protein lebih tinggi, yakni sekitar 10,7 gram per 100 gram, dibandingkan nasi putih yang hanya sekitar 2,4 gram.
Sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20260113125253-262-1316540\/nasi-vs-roti-untuk-sarapan-mana-yang-lebih-sehat<\/a><\/p>\n","post_title":"Nasi vs Roti untuk Sarapan, Mana yang Lebih Sehat?","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"nasi-vs-roti-untuk-sarapan-mana-yang-lebih-sehat","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-16 08:15:39","post_modified_gmt":"2026-01-16 08:15:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3190","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3187,"post_author":"3","post_date":"2026-01-16 08:13:32","post_date_gmt":"2026-01-16 08:13:32","post_content":"\n
Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) terkait enggan melunasi pembayaran terhadap kontraktor pengerja proyek infrastuktur pada Tahun Anggaran 2025 menuai kritik pedas dari publik. Akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik, Yogi Suprayogi Sugandi menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan dari mantan Bupati Purwakarta tersebut.
mengingatkan agara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk melaksanakan kontrak yang telah terjalin dengan pihak swasta terkait pengerjaan proyek infrastruktur. \"Terkait mungkin enggak dibayar full tergantung klausul kerja samanya. Jadi harus mengacu pada perjanjian kontraknya, kan harus sama-sama menguntungkan. Jangan sampai jadi temuan juga,\" kata Yogi, Jakarta, Rabu (14\/1\/2026).
Yogi mendukung penuh Langkah Pemprov Jawa Barat yang lebih dulu melakukan audit terkait hasl kerja yang dilakukan pihak kontraktor.
Kendati demikian, Yogi meminta kedua belah pihak dapat saling menguntungkan sesuai dengan perjanjian kontrak yang terjadi sebelum kerjasama berlangsung. \"Itu bagus justru, memang harus ada inspeksi. Kan biasanya ada garansi kalau projek infrastruktur antara 3-6 bulan,\" ungkapnya. Di sisi lain, Yogi menilai kebijakan yang dikeluarkan oleh Ddei Mulyadi bersumber dari permasalahan jabatan kepala dinas pada organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jabar. Tak tanggung-tanggung, Yogi menyebut gaya kerja dari kepala dinas ini hingga membuat Pemprov Jabar terbilang gagal bayar kepada kontraktor senilai Rp621 miliar terkait pengerjaan proyek Tahun Anggaran 2025. Sebab, kata Yogi kepala dinas di Pemprov Jabar banyak diboyong oleh Dedi Mulyadi dari Purwakarta hingga bekerja dengan konsep asal 'Bapak Senang'. \"Ini justru yang berbahaya. Dan ini menurut saya mencelakakan pemimpinnya sendiri,\" kata Yogi. Gubernur Jawa Barat KDM 'Enggan' Bayar Kontraktor Senilai Rp621 Miliar
(Pemprov Jabar) mengalami sorota keungan untuk pertama klainya dalam sejarah usai saldo Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Terisa Rp500 ribu pada akhir Tahun 2025. Lantas, kondisi keuangan itu memicu penundaan pembayaran kepada kontraktor yang mengerjakan proyek infrastruktur sebesar Rp621 miliar pada tahun APBD 2025.
SUMBER :https:\/\/www.tvonenews.com\/berita\/nasional\/406718-kritik-pedas-ke-gubernur-jawa-barat-kdm-usai-ogah-bayar-kontraktor-senilai-rp621-miliar-akdemisi-sebut-ulah-kinerja-kepala-dinas-bawaan-dedi-mulyadi<\/a><\/p>\n","post_title":"Kritik Pedas ke Gubernur Jawa Barat KDM Usai 'Ogah' Bayar Kontraktor Senilai Rp621 Miliar, Akdemisi Sebut Ulah Kinerja Kepala Dinas Bawaan Dedi Mulyadi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kritik-pedas-ke-gubernur-jawa-barat-kdm-usai-ogah-bayar-kontraktor-senilai-rp621-miliar-akdemisi-sebut-ulah-kinerja-kepala-dinas-bawaan-dedi-mulyadi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-16 08:13:41","post_modified_gmt":"2026-01-16 08:13:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3187","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3184,"post_author":"3","post_date":"2026-01-16 08:11:46","post_date_gmt":"2026-01-16 08:11:46","post_content":"\n
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati dibangun dengan mimpi besar. Saat diresmikan pada 2018, bandara ini diproyeksikan menjadi simpul baru penerbangan internasional, pusat haji-umrah, hub logistik, hingga motor penggerak ekonomi Jawa Barat.
Namun delapan tahun berselang, realisasi di lapangan jauh dari skenario masterplan awal. Kondisi bandara di Majalengka itu memprihatinkan karena minimnya jadwal penerbangan reguler.
Direktur Utama PT BIJB, Ronald H. Sinaga, mengungkapkan banyak asumsi perencanaan yang meleset. Mulai dari komitmen maskapai, akses transportasi, hingga skema pengelolaan bandara mengalami deviasi besar dari rencana semula.
Dari sisi komersial, BIJB semula dirancang melayani berbagai maskapai besar domestik maupun internasional, seperti Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, AirAsia, hingga Singapore Airlines.
\"Ada Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, AirAsia, dan Singapore Airlines. Kenyataannya yang terbang cuma Super Air Jet, Citilink, Malaysia Airlines, AirAsia, dan Scoot,\" ujar Ronald, Kamis (15\/1\/2026).
Namun, jumlah itu terus menyusut. Dalam enam bulan terakhir, sebagian besar maskapai berhenti beroperasi di Kertajati. Saat ini, bandara tersebut tercatat hanya menyisakan rute menuju Singapura dengan maskapai Scoot.
\"Tapi ini pun sudah tidak terbang, dulu terbang semua. Baru enam bulan terakhir saja tidak terbang, hanya tersisa Scoot,\" katanya.
Rencana menjadikan BIJB sebagai pusat haji dan umrah juga meleset dari target. Layanan ini diproyeksikan aktif pada 2018, namun kenyataannya penerbangan haji baru terlaksana pada 2023.
\"Dulu kami memproyeksikan haji dan umrah terbang pada 2018. Nyatanya baru 2023. Umrah baru akan dicoba tahun ini pada 6 Februari, tapi sampai sekarang baru dapat 100 penumpang. Kami terpaksa mencarter pesawat Garuda,\" ungkap Ronald.
Di sektor kargo, disparitas perencanaan bahkan lebih mencolok. BIJB semula diproyeksikan mampu menangani 25 ribu ton kargo per tahun, namun volume realisasinya saat ini masih sangat jauh dari target.
\"Kargo dulu kami asumsikan pada 2018 akan ramai dengan kapasitas 25 ribu ton per tahun. Nyatanya cuma 542 ton dan baru dimulai tahun 2023,\" ujarnya.
Persoalan juga muncul pada aspek kelembagaan. BIJB semula dirancang memiliki Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) sendiri agar mandiri, namun rencana tersebut terganjal izin regulasi.
\"Harusnya kami memiliki BUBU sendiri untuk mengelola bandara ini. Namun kenyataannya tidak diizinkan, kami harus KSO dengan Angkasa Pura Indonesia,\" jelas Ronald.
Masalah lain dipicu keterlambatan pengalihan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung. Awalnya, pemindahan direncanakan pada 2017 saat Kertajati mulai beroperasi, namun baru terealisasi enam tahun kemudian.
\"Kami mengira penerbangan dari Bandung akan dialihkan pada 2017 saat Kertajati mulai beroperasi. Nyatanya baru 2023, padahal kami sudah siap sejak 2019,\" katanya.
Aksesibilitas menjadi faktor krusial. Jalan Tol Cisumdawu yang menjadi tulang punggung konektivitas semula diperkirakan beroperasi pada 2020, namun baru berfungsi penuh pada Juli 2023.
\"Akses tol kami proyeksikan beres 2020, ternyata Cisumdawu baru beroperasi Juli 2023,\" ujar Ronald.
Dinamika eksternal juga tak terprediksi. Kehadiran Kereta Cepat Whoosh pada Oktober 2023 mengubah pola mobilitas masyarakat dan berdampak langsung pada permintaan penerbangan di wilayah tersebut.
\"Waktu bandara ini dirancang, belum ada rencana kereta cepat. Begitu Whoosh beroperasi 2 Oktober 2023, peta mobilitas berubah,\" ucapnya.
Dari sisi pembiayaan, struktur modal BIJB melenceng dari asumsi awal. Bandara ini dirancang dengan porsi modal sendiri yang dominan, namun praktiknya justru terbebani utang besar.
\"Awalnya porsi modal kami targetkan 70 persen, nyatanya utang yang mendominasi hingga 71,4 persen. Kami membangun bandara ini dengan pinjaman dari Bank Jateng Syariah,\" kata Ronald.
SUMBER :https:\/\/www.detik.com\/jabar\/bisnis\/d-8308820\/kenapa-bijb-kertajati-tak-berkembang-ini-penjelasan-direksinya<\/a><\/p>\n\n\n\n