Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS.<\/p>\n\n\n\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Sistem ini sebelumnya hanya digunakan pada model BYD kelas atas dan pada merek Denza, dan kini mulai merambah ke kendaraan yang lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS.<\/p>\n\n\n\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Penambahan LiDAR kemungkinan terkait dengan penggunaan sistem bantuan mengemudi lanjutan DiPilot 300 atau yang dikenal dengan nama domestik God\u2019s Eye B.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini sebelumnya hanya digunakan pada model BYD kelas atas dan pada merek Denza, dan kini mulai merambah ke kendaraan yang lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS.<\/p>\n\n\n\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Dalam dokumen disebutkan, sensor LiDAR ini diperkirakan akan meningkatkan kapabilitas persepsi kendaraan, dan memperluas fungsi sistem bantuan mengemudi yang tersedia saat ini pada kedua hatchback ini.<\/p>\n\n\n\n Penambahan LiDAR kemungkinan terkait dengan penggunaan sistem bantuan mengemudi lanjutan DiPilot 300 atau yang dikenal dengan nama domestik God\u2019s Eye B.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini sebelumnya hanya digunakan pada model BYD kelas atas dan pada merek Denza, dan kini mulai merambah ke kendaraan yang lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS.<\/p>\n\n\n\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Disitat dari Carnewschia, regulasi itu juga memuat foto sensor yang dipasang di bagian atap kendaraan, yang menjadi indikasi kuat bahwa sistem bantuan mengemudi pada hatchback ini akan ditingkatkan secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n Dalam dokumen disebutkan, sensor LiDAR ini diperkirakan akan meningkatkan kapabilitas persepsi kendaraan, dan memperluas fungsi sistem bantuan mengemudi yang tersedia saat ini pada kedua hatchback ini.<\/p>\n\n\n\n Penambahan LiDAR kemungkinan terkait dengan penggunaan sistem bantuan mengemudi lanjutan DiPilot 300 atau yang dikenal dengan nama domestik God\u2019s Eye B.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini sebelumnya hanya digunakan pada model BYD kelas atas dan pada merek Denza, dan kini mulai merambah ke kendaraan yang lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS.<\/p>\n\n\n\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n Menurut pengajuan dari Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China, kedua model tersebut akan dilengkapi sensor LiDAR secara opsional, saat proses homologasi domestik.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschia, regulasi itu juga memuat foto sensor yang dipasang di bagian atap kendaraan, yang menjadi indikasi kuat bahwa sistem bantuan mengemudi pada hatchback ini akan ditingkatkan secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n Dalam dokumen disebutkan, sensor LiDAR ini diperkirakan akan meningkatkan kapabilitas persepsi kendaraan, dan memperluas fungsi sistem bantuan mengemudi yang tersedia saat ini pada kedua hatchback ini.<\/p>\n\n\n\n Penambahan LiDAR kemungkinan terkait dengan penggunaan sistem bantuan mengemudi lanjutan DiPilot 300 atau yang dikenal dengan nama domestik God\u2019s Eye B.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini sebelumnya hanya digunakan pada model BYD kelas atas dan pada merek Denza, dan kini mulai merambah ke kendaraan yang lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS.<\/p>\n\n\n\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n BYD<\/strong><\/a> akan menghadirkan sensor LiDAR<\/strong><\/a> untuk model hatchback entry-level, Seagull dan Dolphin yang dijual di pasar domestik China. Informasi ini terungkap dari dokumen uji tipe terbaru yang dirilis regulator otomotif setempat, menunjukkan bahwa sensor presisi tinggi tersebut kini tersedia di segmen yang selama ini belum dilengkapi teknologi tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menurut pengajuan dari Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China, kedua model tersebut akan dilengkapi sensor LiDAR secara opsional, saat proses homologasi domestik.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschia, regulasi itu juga memuat foto sensor yang dipasang di bagian atap kendaraan, yang menjadi indikasi kuat bahwa sistem bantuan mengemudi pada hatchback ini akan ditingkatkan secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n Dalam dokumen disebutkan, sensor LiDAR ini diperkirakan akan meningkatkan kapabilitas persepsi kendaraan, dan memperluas fungsi sistem bantuan mengemudi yang tersedia saat ini pada kedua hatchback ini.<\/p>\n\n\n\n Penambahan LiDAR kemungkinan terkait dengan penggunaan sistem bantuan mengemudi lanjutan DiPilot 300 atau yang dikenal dengan nama domestik God\u2019s Eye B.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini sebelumnya hanya digunakan pada model BYD kelas atas dan pada merek Denza, dan kini mulai merambah ke kendaraan yang lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS.<\/p>\n\n\n\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n <\/p>\n\n\n\n BYD<\/strong><\/a> akan menghadirkan sensor LiDAR<\/strong><\/a> untuk model hatchback entry-level, Seagull dan Dolphin yang dijual di pasar domestik China. Informasi ini terungkap dari dokumen uji tipe terbaru yang dirilis regulator otomotif setempat, menunjukkan bahwa sensor presisi tinggi tersebut kini tersedia di segmen yang selama ini belum dilengkapi teknologi tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menurut pengajuan dari Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China, kedua model tersebut akan dilengkapi sensor LiDAR secara opsional, saat proses homologasi domestik.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschia, regulasi itu juga memuat foto sensor yang dipasang di bagian atap kendaraan, yang menjadi indikasi kuat bahwa sistem bantuan mengemudi pada hatchback ini akan ditingkatkan secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n Dalam dokumen disebutkan, sensor LiDAR ini diperkirakan akan meningkatkan kapabilitas persepsi kendaraan, dan memperluas fungsi sistem bantuan mengemudi yang tersedia saat ini pada kedua hatchback ini.<\/p>\n\n\n\n Penambahan LiDAR kemungkinan terkait dengan penggunaan sistem bantuan mengemudi lanjutan DiPilot 300 atau yang dikenal dengan nama domestik God\u2019s Eye B.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini sebelumnya hanya digunakan pada model BYD kelas atas dan pada merek Denza, dan kini mulai merambah ke kendaraan yang lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS.<\/p>\n\n\n\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n sumber :https:\/\/health.detik.com\/kebugaran\/d-8299901\/ada-banyak-data-tidur-di-smartwatch-mana-sih-yang-paling-penting-dipantau<\/a><\/p>\n","post_title":"Ada Banyak Data Tidur di Smartwatch, Mana Sih yang Paling Penting Dipantau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ada-banyak-data-tidur-di-smartwatch-mana-sih-yang-paling-penting-dipantau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:54:04","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:54:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3118","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3114,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:45:45","post_date_gmt":"2026-01-09 15:45:45","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n BYD<\/strong><\/a> akan menghadirkan sensor LiDAR<\/strong><\/a> untuk model hatchback entry-level, Seagull dan Dolphin yang dijual di pasar domestik China. Informasi ini terungkap dari dokumen uji tipe terbaru yang dirilis regulator otomotif setempat, menunjukkan bahwa sensor presisi tinggi tersebut kini tersedia di segmen yang selama ini belum dilengkapi teknologi tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menurut pengajuan dari Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China, kedua model tersebut akan dilengkapi sensor LiDAR secara opsional, saat proses homologasi domestik.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschia, regulasi itu juga memuat foto sensor yang dipasang di bagian atap kendaraan, yang menjadi indikasi kuat bahwa sistem bantuan mengemudi pada hatchback ini akan ditingkatkan secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n Dalam dokumen disebutkan, sensor LiDAR ini diperkirakan akan meningkatkan kapabilitas persepsi kendaraan, dan memperluas fungsi sistem bantuan mengemudi yang tersedia saat ini pada kedua hatchback ini.<\/p>\n\n\n\n Penambahan LiDAR kemungkinan terkait dengan penggunaan sistem bantuan mengemudi lanjutan DiPilot 300 atau yang dikenal dengan nama domestik God\u2019s Eye B.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini sebelumnya hanya digunakan pada model BYD kelas atas dan pada merek Denza, dan kini mulai merambah ke kendaraan yang lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS.<\/p>\n\n\n\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n sumber :https:\/\/www.liputan6.com\/otomotif\/read\/6254118\/byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih<\/a><\/p>\n","post_title":"BYD Bakal Pasang Sensor LiDAR di Seagull dan Dolphin, Fiturnya Bakal Makin Canggih","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"byd-bakal-pasang-sensor-lidar-di-seagull-dan-dolphin-fiturnya-bakal-makin-canggih","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:45:58","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:45:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3114","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3106,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:37:46","post_date_gmt":"2026-01-09 15:37:46","post_content":"\n Rifai pun mengaku tidak tahu jika kegiatannya berzikir di Candi Prambanan viral di media sosial. Ia mengklaim seandainya tahu ada orang yang merekam dan memviralkan akan melarangnya. Sebab menurutnya jemaahnya sendiri dilarang untuk memfoto dan merekam saat kegiatan spiritual tersebut. Pengelola minta maaf sumber :https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20260108151612-20-1314954\/bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral<\/a><\/p>\n","post_title":"Bos Kelompok Zikir di Candi Prambanan Buka Suara Usai Viral","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bos-kelompok-zikir-di-candi-prambanan-buka-suara-usai-viral","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:39:57","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:39:57","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3106","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3354,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:07:00","post_date_gmt":"2026-01-09 15:07:00","post_content":"\n Upaya menjaga keamanan dan ketertiban wilayah terus diperkuat melalui kerja bersama antar lembaga di Kabupaten Bandung Barat. Hal ini tercermin dalam kunjungan DPRD Kabupaten Bandung Barat<\/strong> ke Kodim 0609 Cimahi<\/strong>, yang menjadi ruang dialog untuk mempererat koordinasi kewilayahan.<\/p>\n\n\n\n Pertemuan tersebut membuka ruang saling bertukar pandangan terkait dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Koordinasi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan warga\u2014mulai dari isu ketertiban lingkungan hingga kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.<\/p>\n\n\n\n Bagi masyarakat, sinergi ini bermakna sederhana namun penting: lingkungan yang lebih aman, respons yang lebih cepat, dan pelayanan publik yang berjalan lebih solid<\/strong>. Ketika lembaga-lembaga daerah berjalan searah, warga dapat beraktivitas dengan rasa tenang dan nyaman.<\/p>\n\n\n\n Dalam konteks tugas kelembagaan, DPRD memandang penguatan koordinasi dengan unsur kewilayahan sebagai bagian dari fungsi representasi dan pengawasan. Dengan komunikasi yang terjaga, kebijakan daerah dapat diimplementasikan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Sinergi ini diharapkan terus berlanjut dan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan, sehingga stabilitas wilayah bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga Bandung Barat.<\/p>\n","post_title":"Penguatan Koordinasi Wilayah demi Keamanan dan Ketertiban Warga","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"penguatan-koordinasi-wilayah-demi-keamanan-dan-ketertiban-warga","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-02-02 15:10:28","post_modified_gmt":"2026-02-02 15:10:28","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3354","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"epic_block_3"};
\n sumber :https:\/\/health.detik.com\/kebugaran\/d-8299901\/ada-banyak-data-tidur-di-smartwatch-mana-sih-yang-paling-penting-dipantau<\/a><\/p>\n","post_title":"Ada Banyak Data Tidur di Smartwatch, Mana Sih yang Paling Penting Dipantau","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"ada-banyak-data-tidur-di-smartwatch-mana-sih-yang-paling-penting-dipantau","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-09 15:54:04","post_modified_gmt":"2026-01-09 15:54:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/westime.id\/?p=3118","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3114,"post_author":"3","post_date":"2026-01-09 15:45:45","post_date_gmt":"2026-01-09 15:45:45","post_content":"\n <\/p>\n\n\n\n BYD<\/strong><\/a> akan menghadirkan sensor LiDAR<\/strong><\/a> untuk model hatchback entry-level, Seagull dan Dolphin yang dijual di pasar domestik China. Informasi ini terungkap dari dokumen uji tipe terbaru yang dirilis regulator otomotif setempat, menunjukkan bahwa sensor presisi tinggi tersebut kini tersedia di segmen yang selama ini belum dilengkapi teknologi tersebut.<\/p>\n\n\n\n Menurut pengajuan dari Ministry of Industry and Information Technology (MIIT) China, kedua model tersebut akan dilengkapi sensor LiDAR secara opsional, saat proses homologasi domestik.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschia, regulasi itu juga memuat foto sensor yang dipasang di bagian atap kendaraan, yang menjadi indikasi kuat bahwa sistem bantuan mengemudi pada hatchback ini akan ditingkatkan secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n Dalam dokumen disebutkan, sensor LiDAR ini diperkirakan akan meningkatkan kapabilitas persepsi kendaraan, dan memperluas fungsi sistem bantuan mengemudi yang tersedia saat ini pada kedua hatchback ini.<\/p>\n\n\n\n Penambahan LiDAR kemungkinan terkait dengan penggunaan sistem bantuan mengemudi lanjutan DiPilot 300 atau yang dikenal dengan nama domestik God\u2019s Eye B.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini sebelumnya hanya digunakan pada model BYD kelas atas dan pada merek Denza, dan kini mulai merambah ke kendaraan yang lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n DiPilot 300 menggabungkan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin yang memiliki kemampuan komputasi hingga 254 TOPS.<\/p>\n\n\n\n Seagull dan Dolphin sendiri dikenal sebagai hatchback dari seri Ocean milik BYD yang dipasarkan di berbagai negara.<\/p>\n\n\n\n Seagull memiliki dimensi kompak dan ditenagai oleh motor listrik 60 kW (80 hp). Sedangkan Dolphin menawarkan opsi motor lebih besar dengan tenaga hingga 120 kW (161 hp).<\/p>\n\n\n\n BYD Kumpulkan 5.000 Orang untuk Kembangkan Teknologi ADAS<\/strong><\/p>\n\n\n\n BYD semakin gencar memperkuat teknologi kendaraan cerrdasnya. Bahkan, jenama asal Tiongkok ini, pada awal 2026 telah membentuk tim khusus beranggotakan lebih dari 5.000 orang yang fokus untuk pengembangan sistem Advanced Driver Assistance System (ADAS), teknologi bantuan pengemudi canggih yang menjadi pondasi menuju mobil otonom.<\/p>\n\n\n\n Disitat dari Carnewschina, BYD juga berkomitmen untuk menggelontorkan investasi lebih dari 100 miliar yuan atau sekitar Rp 214 triliun untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan selama beberapa tahun ke depan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai bagian dari investasi tersebut, BYD terus memperluas kapabilitas intelligent driving yang dikenal dengan nama God\u2019s Eye.<\/p>\n\n\n\n Sistem ini dirancang lengkap dengan kombinasi sensor seperti kamera, radar gelombang milimeter, dan sensor ultrasonik untuk meningkatkan kemampuan bantuan mengemudi.<\/p>\n\n\n\n Sampai Desember 2025, jumlah kendaraan BYD yang telah dilengkapi dengan sistem God\u2019s Eye telah melampaui 2,5 juta unit, membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Pimpinan sekelompok pria yang zikir di pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rifai, buka suara usai aksi mereka viral dan dikecam di media sosial.
Rifai yang merupakan warga Desa Karangrandu, Jepara itu mengklaim zikir di Candi Prambanan merupakan perjalanan rohaniah. Awalnya dia memiliki guru di daerah Tangerang. Ia kemudian mengklaim bisa meneruskan ilmu dari sang guru.
Rifai yang tidak tamat sekolah dasar (SD) itu pun menyakini telah mewarisi ilmu dari gurunya tersebut.
\"Dalam perjalanan rohaniah, saya menemukan seorang guru yang membimbing rohaniah dalam majelis zikir di Tangerang, beliau sudah meninggal dunia,\"
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
\"Sebelum beliau wafat (beliau bilang) hanya kamu yang bisa meneruskan zadah ini sebagai murid, ikut tawadu alhamdulillah bisa jalan sampai sekarang ini,\" lanjut dia.
Terkait zikir di Candi Prambanan, Rifai menjelaskan merupakan tugas perjalanan spiritual dari leluhurnya. Maka dia bersama rombongan jemaahnya melakukan zikir di Candi Prambanan pada 25 Desember 2025 lalu.
\"Dan adapun kejadian di Prambanan di sisi lain adalah perjalanan sebuah spiritual daripada leluhur yang memberikan tugas dan amanah untuk datang ke sana,\" jelas dia.
Rifai mengaku rombongan mengendarai minibus Elf itu menuju ke Pantai Parangtritis Jogja. Setelah itu dari Parangtritis melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan dan Borobudur saat sorenya.
\"Pertama ketika di Pantai Parangtritis sowan ke Bunda Ratu (Nyi Roro Kidul) setelah itu Syah Maulana Magribi setelah itu perjalanan ke Prambanan dan Borobudur,\" ungkap dia.
Rifai mengaku ada misi yang dibawa saat melakukan zikir ke Candi Prambanan. Pertama melepaskan kutukan dari Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang. Kedua ingin mendoakan leluhur yang ada di Candi Prambanan.
\"Adapun yang di Candi Prambanan misi utama untuk melepas kutukan dari Aji Bondowoso yang terikat sukma dengan Nyai Roro Jonggrang dan untuk melepaskan itu,\" ungkap dia.
\"Dan mendoakan leluhur yang ada di sana,\" lanjut dia.
<\/p>\n\n\n\n
\"Karena memang saya tidak ingin dikenal dan terkenal, yang penting misi saya tidak membawa keagamaan apapun, misi saya bertauhid kembali ke Tuhan Yang Maha Esa karena hakikatnya bertauhid mau pakai syariat Islam, Hindu, Buddha apapun kita kembali ke Tuhan Yang Maha Esa,\" jelasnya.
Dia menjelaskan tidak ada keinginan untuk merendahkan agama lain. Dia justru menghormati dan menghargai agama lain.
\"Kita tetap mengajarkan kasih saya welas asih kepada siapapun, dan tidak ada perbedaan agama, itu tidak ada. Tetap saling menghargai menghormati dan kembali ke Tuhan Maha Esa,\" jelasnya.
Sempat didatangi polisi dan Kemenag
Rifai mengaku sempat didatangi rombongan Polres Jepara dan Kemenag Jepara di padepokannya. Ia pun mengaku telah menjelaskan dan menyampaikan klarifikasi atas kegiatan zikir di pelataran Candi Prambanan.
\"Alhamdulillah mereka sudah mau menerima dengan lapang, syukur dan sekarang diberikan izin untuk membuat majelis, karena dalam perjalanan tidak ada yang menyimpang dalam tata syariat maupun hakikat dalam menuju Allah,\" terang dia.
Rifai menjelaskan bahwa dirinya memiliki padepokan pengobatan alternatif. Dari itu orang yang sakit dapat disembuhkan dan menjadi jemaah. Pada hari tertentu mereka berkumpul melaksanakan zikir di padepokan.
\"Majelis sudah lama, sejak tahun 2019. Setiap malam kita tetap mujadah. Di sini ada 100 jemaah setiap malam ada 40, ada ibu-ibu bapak-bapak, mau berzikir silakan,\" jelasnya.
\"Warga sini ada satu rumah. Lainnya ada dari Pati, Kudus, Bangsri rata-rata tetangga Desa,\" terang dia.<\/p>\n\n\n\n
InJourney Destination Management yang membawahi PT Taman Wisata Candi (TWC) selaku pengelola Candi Prambanan menyebut, peristiwa zikir viral itu terjadi pada Kamis (25\/12) di sisi utara Candi Siwa.
Destantiana Nurina selaku Corporate Secretary InJourney Destination Management menyebut aktivitas itu dilakukan selama 30 menit oleh rombongan berjumlah sekitar 11 orang asal Semarang, Jawa Tengah.
\"Polisi Khusus atau Polsus Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X telah memperingatkan kepada rombongan yang melakukan zikir di Candi Prambanan,\" kata Desta dalam keterangannya mewakili PT TWC, Senin (29\/12).
Desta menambahkan, pihaknya memohon maaf atas terjadinya peristiwa dan ketidaknyamanan yang timbul imbas peristiwa ini.
InJourney Destination Management, PT TWC bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X berjanji meningkatkan pengawasan terhadap perilaku dan aktivitas wisatawan, sesuai dengan norma, kaidah dan nilai-nilai luhur Candi Prambanan yang bercorak situs cagar budaya Hindu terbesar di Indonesia.
<\/p>\n\n\n\n
Teknologi wearables, termasuk smartwatch, makin mendukung pola hidup sehat. Bahkan untuk memantau kualitas tidur, ada banyak data yang bisa diamati dengan perangkat tersebut.
Namun terkadang, terlalu banyak data yang tersedia juga bikin bingung mana saja yang harus dibaca. Belum lagi jika dihadapkan pada keraguan, seberapa akurat sih pembacaan kualitas tidur dengan wearables?
Vishal Dasani, seorang certified sleep and recovery coach, mengatakan teknologi saat ini makin canggih sehingga akurasinya makin bisa diandalkan. Kalaupun tidak 100 persen yakin dengan dengan angka-angkanya, setidaknya user bisa memanfaatkan pola yang teramati.
\"Salah satu hal yang menjadi prioritas dalam sleep coaching itu adalah konsistensi jadwal tidur,\" terang Coach Vishal dalam perbincangan dengan detikcom.
\"Nah kalau saya bisa tahu klien ini pola tidurnya saat ini bagaimana? Apakah sinkron sama jam biologisnya? Dan itu dibantu oleh wearables,\" jelasnya.
Menurut Coach Vishal, data-data tidur yang terekam dalam wearables dapat memberi gambaran perilaku tidur dan misalignment yang terjadi. Di antaranya, kesesuaian antara jam tidur dengan pola yang terbentuk oleh jam biologis seseorang.
Gambaran tersebut diolah dari data-data yang dirangkum sebagai nilai tertentu seperti sleep score atau energy score. Nilai yang tidak kalah penting dalam kaitannya dengan tidur dan recovery, menurut Coach Vishal adalah Heart Rate Variability (HRV) atau variabilitas denyut jantung.
\"Data HRV ini memberikan gambaran tubuh kita itu sedang stres atau tidak,\" pungkasnya.
<\/p>\n\n\n\n